Conversation 1

Di sela jadwal pekerjaan yang padat, dua malaikat yang selalu bekerja bersama berbincang - bincang mengenai manusia.

"Seperti biasa semakin lama masa hidup bumi pekerjaanmu semakin banyak. . ." komentar malaikat pencatat amal baik.

"Kenapa? Kamu ingin menggantikanku?" tanya malaikat pencatat amal buruk.

"Tidak perlu repot - repot. Aku sudah puas dengan pekerjaanku saat ini. Mencatat amal baik memanglah pekerjaan yang paling menarik."

"Begitu pula dengan pekerjaanku yang mencatat amal buruk, juga merupakan pekerjaan yang menarik," jelas malaikat pencatat amal buruk.

"Apa yang menarik dari mencatat amal buruk manusia?"

"Dengan mencatat amal buruk manusia, aku tahu bagaimana manusia itu sebenarnya. Aku tahu bagaimana isi hati mereka yang tak terlihat. Kita bahkan sering nyaris salah menuliskan amal manusia tatkala manusia berbuat baik tapi dengan niat yang buruk."

"Kamu benar. . . kita sering berdebat tentang hal itu."

"Manusia adalah makhluk paling rumit di antara semua makhluk. Di satu sisi, ada manusia dengan hati yang bersih meski di waktu ini sudah semakin sedikit jumlahnya. Namun di sisi yang lain, ada manusia yang bahkan hatinya sejahat iblis di neraka dan sekarang jumlah mereka benar - benar meningkat tajam. Kebanyakan manusia dengan hati seperti ini sudah ditelan oleh sifat buruk mereka. Bisikan setan membuat mereka tertelan, nafsu, keserakahan, iri dan dengki."

"Kamu benar. . ." jawab malaikat pencatat amal baik.

"Aku bahkan bertanya - tanya bagaimana mereka, manusia bisa dengan mudahnya tertelan sifat buruk mereka? Aku juga bertanya - tanya, apa gunanya kesenangan sesaat yang mereka dapatkan jika pada akhirnya mereka akan berakhir di neraka? Mungkinkah ini terjadi karena mereka belum pernah melihat bagaimana menakutkannya neraka itu?" jelas malaikat pencatat amal buruk.

"Jika manusia tahu bagaimana menakutkan dan mengerikannya neraka, mungkin saat ini pekerjaankulah yang akan menumpuk banyak," jelas malaikat pencatat amal baik.

"Kamu benar. . . Jika mereka, para manusia melihat wajah malaikat neraka yang menakutkan mungkin mereka tidak akan pernah berani menginjakkan kakinya di neraka."

"Jangankan melihat malaikat penjaga neraka, mereka, para manusia dengan banyak dosa di akhir kematiannya akan bertemu dengan malaikat pencabut nyawa dengan wajah yang buruk dan menakutkan," jelas malaikat pencatat amal baik.

"Ah, kamu mengingatkanku tentang hal itu. Setiap kali kita bertemu dengan malaikat pencabut nyawa, kita sudah jarang melihatnya dengan wajah yang baik. Kebanyakan nyawa yang dicabutnya benar - benar nyawa dengan banyak dosa dan malaikat pencabut nyawa selalu memasang wajah mengerikannya ketika mengantarkan nyawa manusia."

Dua malaikat pencatat amal kembali ke pekerjaannya kembali.

"Kita tidak akan pernah bisa mengerti manusia. . . karena sejak awal kita tidak punya sesuatu yang mereka miliki. Kita tidak memiliki apa yang disebut dengan nafsu," gumam malaikat pencatat amal baik.

5 disukai 3 komentar 1.9K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Cool
@tidakadashinahariini : hahahaha. biasa sudah begitu kak. biar gag suntuk di sela pekerjaan yang terkadang membosankan 😄
Gininih karyawan. Disuruh kerja malah ngobrol. Wkwk.
Saran Flash Fiction