Manusia Yang Tak Dianggap

Terlihat namun diabaikan, itu makananku sehari-hari. Kadang aku berpikir... aku ini manusia atau seonggok makhluk yang salah memijak tempat berteduh. Di bumi yang luas ini tidak ada satupun yang mengakui keberadaan ku.

Ku pandangi pohon, dia ada, kemudian menghasilkan namanya oksigen untuk keberlangsungan makhluk hidup bernapas. Tanpanya, bumi ini sudah pasti mati dan musnah lalu aku... tentu saja bukan pohon, bukan sejenis fauna ataupun flora namun aku masuk dalam spesies manusia. 

Manusia yang merasa tersesat di bawah keramaian dan manusia kesepian butuh seorang pendengar. Aku berusaha terlihat selanjutnya diakui walau kemungkinan hanya satu titik debu. Dunia ini ... unik, apapun yang dilakukan selama itu sebuah kesenangan tentu saja dianjurkan hingga akhirnya angin sedih menyapa membuat mereka meratapinya penuh isak tangis.

5 disukai 3.1K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction