Laki-laki itu seorang yang baik. Ia bekerja sebagai pengusir lebah.
Suatu hari, seorang perempuan meneleponnya dan meminta pertolongan untuk mengusir sekumpulan lebah yang bersarang di kamarnya. Meskipun rumah perempuan itu agak jauh, berada di pinggiran kota, karena perempuan itu memintanya dengan sungguh-sungguh, hatinya luluh. Ia sedikit mengabaikan soal harga. Ia pun datang ke rumah perempuan tersebut, dan masuk ke kamar pribadi perempuan tempat lebah-lebah itu bersarang.
Setelah semua pekerjaannya selesai, perempuan itu akhirnya mengatakan dengan jujur bahwa ia sebenarnya tidak bisa membayarnya karena tidak memiliki uang. Sebagai gantinya, ia menawarkan dirinya, dan bersedia menikah dengannya.
Namun, laki-laki itu menolak.
Tak lama kemudian, seorang laki-laki lain datang dan mengaku sebagai pacar perempuan tersebut. Ia menuduh keduanya telah bermain gila di dalam kamar yang tertutup itu. Meskipun laki-laki si pengusir lebah dan perempuan itu berkali-kali membantah, pacarnya tersebut tetap menuduh mereka.
Akhirnya, pacar perempuan itu meminta uang tebusan sebesar sepuluh juta rupiah agar masalah tersebut dianggap selesai, sebagai tutup mulut.
Laki-laki pengusir lebah itu merasa dirinya tidak bersalah. Karena itu, ia terus bersikeras menolak memberikan uang tersebut.
Ketika perempuan itu diminta menjadi saksi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, ia justru menolak. Katanya, jika masalah itu dilaporkan kepada polisi, pacarnya pasti akan bebas dengan mudah, lalu ia pasti akan mengancam dan menyiksanya lebih keras.
Beruntung, laki-laki itu memiliki seorang kenalan, seorang opsir polisi berpangkat tinggi, yang akhirnya bisa membantu menangkap pacar perempuan tersebut.
***
Namun, laki-laki pengusir lebah itu merasa penasaran.
Mengapa perempuan itu bersusah payah memintanya datang, padahal tempat tinggalnya sangat jauh?
Mengapa ia berbohong soal uang?
Mengapa perempuan itu seperti sengaja membuat dirinya berada di dalam kamar berdua dengannya hingga pacarnya datang?
Ternyata, itulah cara perempuan tersebut meminta pertolongan agar bisa terlepas dari pacarnya yang toxic.
Selama ini, pacarnya selalu menyiksa dan mengancamnya. Bahkan setelah ditangkap polisi, laki-laki itu selalu bisa bebas dengan mudah dan kembali memperlakukan perempuan itu dengan lebih keras. Maka perempuan itu tidak pernah berani melaporkannya sendiri karena takut.
Ia tahu, jika pacarnya bebas lagi, hidupnya akan menjadi semakin buruk, karena itu, ia membutuhkan seseorang yang bisa menjadi saksi atas sifat asli pacarnya.
Ia sengaja meminta laki-laki si pengusir lebah datang dari tempat yang jauh. Ia tahu, pacarnya pasti akan datang dan membuat keributan ketika melihat seorang laki-laki berada di kamar bersama dirinya.
Semua tuduhan yang dilontarkan pacarnya justru menjadi bukti atas perilakunya sendiri.
Kali ini, laki-laki itu akhirnya benar-benar diproses secara hukum. Ia juga diberi peringatan keras. Jika setelah bebas ia kembali mendekati atau mengancam perempuan itu, polisi akan mengambil tindakan yang lebih tegas.
Begitu juga dengan si laki-laki pengusir lebah itu.
Ia tidak pernah menyangka bahwa kedatangannya untuk mengusir sekumpulan lebah ternyata bukan sekadar pekerjaan biasa.
Perempuan itu sebenarnya sedang mencari jalan keluar, dan tanpa disadarinya sejak awal, dialah orang yang dipilih perempuan itu untuk membantunya keluar dari sebuah hubungan yang selama ini menjadi sumber ancaman ketakutan hidupnya.