Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
4
Benar atau Salah?
Aksi

Ruangan itu tiba-tiba bergetar hebat. Seketika, tembok batu di seberang pintu itu retak. Semua orang yang menyaksikan seolah refleks menahan napas. Memerhatikan tembok itu.

Tak berselang lama, tembok keras itu akhirnya runtuh. Hancur. Menimbulkan retak di tempat lain. Orang-orang hanya bisa tertegun. Kagum sekaligus ngeri melihatnya. Padahal tembok itu disusun atas batu yang diselipkan teknologi canggih hingga menjadi material yang tak terhancurkan. Bahkan puluhan dentuman dari besi baja yang dihantam dengan gaya yang kuat hanya akan menimbulkan getaran tipis    malahan besi baja itu yang akan rusak duluan.

Tetapi sekarang… lihatlah, seseorang telah membuatnya hancur lebur begitu saja hanya dengan tiga pukulan.

“Menurutku,” tiba-tiba seseorang dari balik tembok yang runtuh berkata. Sososknya belum terlihat akibat kepulan debu yang dihasilkan oleh dentuman dahsyat tadi. “Manusia itu tak layak untuk mengklasifikasikan apakah suatu tindakan itu benar atau salah...”

Seseorang itu, di antara kepulan debu yang mulai menipis, mulai nampak tengah duduk di sebuah kursi dengan kaki terlipat santai dan tangan menyilang di depan dada. Tatapannya saat bicara yang mengarah ke lantai membuatnya seakan terpejam. Pakaian hitamnya terlihat menyampir hingga betis   bisa dibilang itu jubah.

”Karena mereka hanyalah makhluk dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang hidup di dunia di mana keberadaan penjahat dibiarkan.” Seseorang itu mulai menarik kelopak matanya. Memperlihatkan bola matanya yang berwarna biru jernih. Terlihat kontras untuk dipadukan dengan kulit sawo matangnya. Namun sesuatu yang lain, membuat dirinya tetap terlihat menawan....

”Bukankah begitu Profesor Sylvan?”

Aku terperanjat dalam benakku. Refleks menelan ludah. Siapa pria ini sebenarnya? Bagaimana mungkin dia bisa tahu nama asli masterku yang sudah lama terlupakan? Aku menengok ke belakang. Menemukan wajah Profesor Miko    alias Profesor Sylvan      yang terlihat tegang.

***

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)