Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
9
Datangnya Pergi
Drama

Ele merasa kesal dan sedih, burung yang baru saja ia tolong karena terluka, telah mati. Baru saja Ele merasa senang dengan keadaan burung yang membaik, beberapa saat kemudian burung itu pergi begitu saja, meninggalkan Ele dengan pikiran-pikiran kecilnya.

Mengapa hewan yang kutemui selalu menemui ajalnya? Batin Ele sedih. Ia hanya ingin menyayangi dan merawat mereka, namun semuanya selalu berakhir begitu cepat. Sambil menggali tanah coklat di kegelapan malam, Ele mengingat kembali momen-momen di mana dirinya kehilangan apa yang coba ia rawat.

Seekor kumbang tanpa nama yang Ele temukan di hutan sangat unik, tubuhnya menyerupai kacang Almond yang berwarna coklat muda. Karena terlalu senang dengannya, Ele membawa kumbang itu pulang. Dengan hati-hati Ele mencoba memberinya daun untuk dimakan, tapi rupanya kumbang itu tak memakan daun. Lalu diperhatikannya mulut kumbang itu, tampak sepasang belalai halus yang menyerupai mulut kupu-kupu. Ele tersenyum senang karena ia rasa telah mendapatkan jawaban.

Dibawanya kumbang itu ke dalam rumah, beruntunglah Ele masih memiliki madu kiriman Mama. Dengan penuh keyakinan, Ele menyuapkan sedikit madu pada kumbang itu. Betapa senangnya Ele, kumbang itu dengan lahap memakan madu di tangannya. Salah seorang teman di rumah itu penasaran, Ele memperlihatkan kumbang itu dengan bangga,

“Lihat, aku menemukannya di hutan. Dia cantik kan? Aku beri nama kumbang Almond.”

“Dia makan madu?” tanya teman itu.

“Em.. kurasa. Lihat, dia begitu lahap memakannya, hehe..”

Ele dan temannya menatap kumbang almond itu dengan minat. Karena Ele merasa sudah mengenal si kumbang, ia bertekad akan mengembalikannya ke hutan. Namun, belum sempat ia melakukannya, kumbang Almond itu telah lebih dulu berpulang pada Sang Pencipta. Seseorang tanpa sengaja menginjak kumbang itu yang entah bagaimana berada di lantai.

Ele hanya bisa bersedih. Yang baru saja ia temui telah pergi. Yang baru saja ia sayang kini tiada. Tak bisa menyalahkan siapapun, ia menguburkan kumbang almond itu di belakang rumah asrama.

“Andai aku tak membawamu pulang, andai aku tak menyukaimu, mungkinkah kau masih hidup?..” ucap Ele lirih.

Lalu seperti kumbang yang ia temukan, burung yang ia rawat, kemudian ngengat yang ia tolong, semuanya mati. Saat itu, salah satu temannya berkata,

“Kamu tahu? Ada ngengat yang hidupnya singkat banget, cuma satu hari..”

Ele mengangguk-angguk tanpa berkata apapun. Sedih, namun takdir telah menentukan, walau begitu Ele tetap merasa bersalah, karena dirinya yang memutuskan untuk mencampuri urusan mereka.

Dengan semua kejadian itu, Ele menjadi sedikit takut. Ia merasa seperti pengantar kematian untuk para hewan. Lalu perlahan demi perlahan hidupnya semakin sibuk. Ia telah menjauh dari alam menuju perkotaan. Dan ia pergi jauh lagi hingga melampaui samudra.

Di sebuah kota baru, di mana banyak kucing dan anjing berkeliaran di jalanan, Ele merasa sedikit terguncang. Saat ia tengah berjalan seraya memperhatikan anak-anak anjing di sebuah gang yang sedang bermain dengan sang induk, sebuah mobil menabrak satu anak anjing yang pincang hingga melindasnya. Ele hanya bisa membelalakkan matanya syok, dengan tertatih-tatih Ele pergi, meninggalkan anak anjing yang selamat namun terlihat sedikit kesakitan serta induk mereka yang terus menggonggong pada mobil yang pergi begitu saja. Ele berharap saat itu ia adalah dokter hewan yang bisa menolong mereka, namun Ele terlalu sedih untuk menengok ke belakang.

Mata Ele sudah begitu lelah. Tak hanya anak anjing itu, seekor kucing pernah tertabrak begitu keras di jalan besar karena terkejut dengan kehadirannya, syukurlah kucing itu masih hidup meski terpincang-pincang. Dan Ele tak mengerti, mengapa ia harus dihadapkan oleh hal-hal itu. Lebih tak mengerti lagi saat seseorang yang Ele sayang selalu begitu cepat menghilang dari hidupnya.

Bagai tubuh yang kosong, Ele berjalan dan berjalan. Kehilangan sudah sering ia rasa, karena itu dirinya tak lagi ingin bertemu. Ia terlalu takut, apa yang ia sayang akan pergi lagi.

“Kumohon.. hadirkan aku seseorang yang akan membersamaiku hingga maut menjemput.. kumohon..” rintih Ele dalam doanya.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)