Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
5
Bukan Perkara Darah
Sejarah
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Darah ini kuning, Jenderal! Eh, maksudku, Sayang! Darah ini kuning, Sayang! Aku sudah paham sejak Tuhan pertama kali membukakan mataku di dunia ini pada suatu orde!"

"Bukanlah! Darah ini jelas-jelas merah! Pertama kali aku hadir ke dunia ini, darah ibuku yang menempel di kulitku itu berwarna merah, Sayang!"

"Tapi mereka berkata bahwa lebih aman lagi jika darah ini biru, Sayang! Kalau tidak, minimal mendekat ke arah itu."

"Tapi lebih aman lagi, kalau kita paham dengan permainan dunia bahwa darah ini bisa hitam, Sayang! Jadi, kita tak melayang di atas langit dan tak tenggelam di bawah laut."

"Baik-baiklah kita jadi orang! Maka surgawinya, kita akan menyadari bahwa darah itu putih, Sayang!"

"Hmm.. Darah itu putih di atas podium, Sayang! Namun, realistislah! Darah itu abu-abu!"

"......,"

"Bagaimana? Sepakat, Sayang?"

"Hmm baiklah! Darah ini abu-abu. Ya, abu-abu."

"Mari bermain di zona itu."

".....,"

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Rekomendasi