Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
9
NONTON KONSER SAMPAI BESER
Komedi

Mila, Amanda, Kezia dan Fanny sudah berada di tribun bawah bagian timur GBK 30 hari, eh menit, sebelum konser spektakuler BLUEPINK dimulai. Ya mereka adalah BELINK sejati. Tiket restricted view yang termurah dari semua kategori, sudah berada dalam genggaman. Harga yang sesuai dengan keuangan mereka sebagai mahasiswi.

Lagu pembuka “How You Like Dead” langsung menggebrak. Irama hip hop dengan ketukan yang kuat dan dinamis, ditambah sentuhan trap, memberi kesan modern dan energik.

“Wah sayang ya, kita kehalang tiang sama soundsystem!” keluh Fanny.

“Ya mau gimana lagi, daripada kehalang tembok!” timpal Mila.

“Gak papa, yang penting atmosfernya dapet!” Hibur Amanda.

“Bet! Sesuai sama harga tiketnya,"sahut Kezia.

Gerakan tari Silla BLUEPINK yang ekspresif dan penuh energi, memicu beberapa penonton VIP naik ke kursi untuk berjoget. Kontan tingkah konyol mereka mendapat reaksi keras dari penonton yang ada di baris belakang.

“Woy turun woooy!!”, “Nonton dangdut juga gak gitu-gitu amat!”, "Cringe!”, “Dasar cheugy!!”

Suasana konser BLUEPINK semakin meriah dengan lagu hits andalan mereka. Para BLINK ikut bernyanyi dengan penuh semangat, sambil mengangkat Di pingpong official lightstick. Beberapa cewek mengangkat Lightstick concert Made in China. Bahkan ada juga yang mengangkat Lightstick mainan polisi anak yang berbunyi ‘wee-woo-wee-woo’ tiap kali diayunkan. Mungkin darurat, punya adiknya, gak sempat beli. Tidak apa, yang penting terang!

“Aduh, haus …! Nyanyi mulu!” keluh Mila. “Ada yang masih punya Akuwa, gak?!”

“Ada nih, tinggal dikit!” jawab Kezia.

“Air gue juga udah habis dari tadi,” ungkap Fanny.

Seketika saja, cewek yang duduk di samping Mila, menawari air mineral. Masih disegel.

“Mau Kak?”

“Aduuh, makasih banget nih, Kak!” tangan Mila cepat meraih botol air mineralnya. Matanya berbinar melihat segel yang masih utuh. Tepat saat dia mau meneguknya, si cewek berkata,

“Tiga puluh ribu, Kak!”

“Oh, bayar?!” Hampir saja Mila tersedak. “Kirain ….”

“Iya Kak. Heee!” si cewek nyengir. Ada sisa cabai di giginya. Mungkin habis makan seblak jelotot. Pantas matanya melotot. Untung gak ngotot. Bisa-bisa adu otot. ( udah ah, tar typo!🤭 )

“Ya udah deh!” ujar Mila, pasrah.

“Yang lain mau?! Masih ada lima botol lagi.”

“Nggaaak!!” sahut Kezia, Amanda dan Fanny.

Sudah satu jam lebih pertunjukan musik girl group K-Pop berlangsung. Lalu jeda istirahat selama 20 menit. Momen yang pas untuk pergi ke toilet.

Karena toilet di GBK lagi diperbaiki, antrian mengular mirip naga festival Cap Go Meh, di lokasi toilet portabel yang disediakan oleh panitia. Aromanya jangan ditanya…, 11-12 dengan kandang sapi.

“Aduuuh, udah gak tahaan!” teriak Mila di depan toilet yang masih ada pemakainya.

“Sama, gue juga!” timpal Fanny.

Untuk mengurangi kebelet pipisnya, Mila memandang langit, menghitung bintang-bintang. Tapi cuma kunang-kunang yang tampak di matanya. Mungkin efek menahan pipis terlalu lama.

“Lama banget, sih! Tidur kali nih orang, di dalem!” keluh Mila. Tiba-tiba dia merasakan ada sensasi hangat yang familiar menyebar di area selangkangannya.

Fanny yang berdiri di sampingnya kontan melirik ke bawah sambil berbisik,

“Mila…, itu basaaah!”

“Haah?!” Omaygad!!”

Ternyata, Mila benar-benar menepati janji judul ceritanya sendiri: Nonton Konser Sampe Beser.

*****

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)