Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
6
Tanaman Ini Tanpamu
Religi

“Aku kembali,” gumamku saat turun dari angkutan kota. Sesampainya di gerbang, aku melihat kangkung di instalasi hidroponik itu tumbuh dengan baik. rasanya, generasi yang melanjutkan kegiatan urban farming disini sangat amanah. Tidak, bahkan mungkin ini passion mereka, bukan sekedar tanggung jawab.

Saatku berjalan kedepan untuk melihat tanaman lain, seseorang memanggilku dari belakang. Nampaknya sosok laki-laki, dan suaranya seperti tidak asing.

“Kak Soleh!” teriaknya. Aku menoleh, membalikan badanku juga. Dan tidak salah lagi, itu Raihan.

“Halo, apa kabar han?” tanyaku sambil menghampiri dan menyalaminya.

Raihan meletakan potnya, mengayunkan tangannya dan menjawab, “Baik Alhamdulillah kak. Udah lama banget kakak enggak kesini. Dari tadi disini? Kok enggak ngasih kabar dulu?”

 “Hehe, lagi ada acara di kota. tadinya memang gak kepikiran untuk main kesini. Tapi, entahlah. Takdir membawaku kesini setelah hampir 2 tahun.”

Raihan merespon, “Iya kak udah lama banget kakak enggak kesini,”

Aku membalasnya dengan tersenyum. Tapi Raihan lanjut bertanya, “Apa karena… kak Astri sudah enggak ada?”

Sesuai firasat, pertanyaan itu mengudara. Kepalaku menghadap tanah sesaat, mengumpulkan energi untuk kembali tersenyum. “Yaa, begitulah. Hehe,”

Lalu Raihan mengalihkan pembicaraan, “Alhamdulillah, kegiatan disini berkembang pesat kak. Kita jadi punya ruang hijau lagi setelah satu dekade lebih kota ini menambah banyak gedung pencakar langitnya. Komunitas anak-anak muda di kota juga banyak yang tertarik aktif menghidupkan kegiatan disini. Semua berkat inisiatif kalian 2 tahun lalu,”

Aku tersipu malu sesaat. “Eh? Syukurlah. Tapi tentu ini juga atas dasar semangat angkatanmu, regenerasi petani kota jadi bisa terus ada.”

Raihan mengangguk dan tersenyum. “Ayo kak ke anak-anak, pasti mereka senang dengan kehadiran kak Soleh.”

“Boleh deh,” jawabku secara spontan. Aku berjalan bersama Raihan melewati aneka tanaman yang sedang menuju waktu panen.

Tapi ditengah asrinya kawasan ini, tetap ada rasa sesak yang tidak hilang.

“Astri, semoga semua ini amalnya mengalir ke tempatmu sekarang ya, aamiin.”~

 

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Rekomendasi