Mario keluar dan membuka pintu ruangan Pak Direktur. Pintu itu berderit keras membuat telinga dan sekujur tubuh ngilu. Sejanak waktu berhenti, semua mata tertuju kepadanya sekarang. Bu Lita yang biasanya sibuk dengan laptopnya saat itu menatap penasaran, Pak Suban yang biasanya asik dengan permainan mahjong di gawai matanya menatap lamat pria itu. Semua orang yang awalnya sibuk, untuk sepersekian detik menghentikan aktivitasnya. Senyum Mario terkesan memaksa, terlihat ekspresinya seperti Kuda nyengir. Beberapa kali tangannya menggaruk kepala padahal kepalanya sendiri tidak terasa gatal.
Diketahui Pak Direktur memang sering memanggil staf, namun ini baru pertamakali seorang Office Boy disuruh menghadap langsung ke ruangannya. Desas-desus yang beredar bahwa Mario akan naik jabatan. Rumor yang beredar diperkuat dengan bukti akan di bentuk divisi aneh yang terkesan mengada-ngada. Yakni pengawas ketertiban yang setara dengan manager usaha. Dan kandidatnya harus berasal dari Office Boy.
Beberapa minggu yang lalu seorang wanita OfficeBoy ditemukan lemas terkulai di dalam toilet dengan mulut mengeluarkan aroma cairan pemutih pakaian, dan orang yang pertama kali menemukannya adalah kekasihnya sendiri yakni Mario.
Sejak kematian wanita itu Mario sering mengunjungi coffeshop mewah yang berada di seberang kantor, hal yang kontras dengan profesinya, dan mulai dari situ juga Mario kerap membahas tentang dark psikologi, dan filsafat barat, serta politik nicholo machiaveli yang menjadi besar karena taktik menjilat tanpa meninggalkan jejak basah. Bahkan di platform jejaring sosialnya dia menuliskan qoutes ala-ala dark psikologi. "Bahkan seorang manusia akan menangis dan melakukan apa saja, jikalau anjingnya yang suka menjilat itu mati."