Toxic!

Prang!

Gelas itu pecah.

Gadis berbaju warna biru itu hanya bisa memejamkan matanya, melihat amukan sang kekasih.

"Aku kan udah bilang jangan pergi sama temen-temen kamu!" tegas Satria.

"Tadi kamu telat makanya aku pergi bareng temen-temen," jawab Myra sambil menunduk.

"Apa nggak bisa kamu nunggu aku bentar aja!"

"Bukan nggak bisa, tapi aku udah telat, kamu aku hub-"

"Banyak alasan! Sekarang ayo pulang." Satria menarik Myra.

"Tapi acaranya belum selesai, bentar lagi pulang," kata Myra saat Satria terus menariknya.

"Udah diem!" bentar Satria, kemudian memaksa Myra naik ke dalam mobilnya.

Myra terpaksa meninggalkan acara ulang tahun sahabatnya.

Myra dan Satria adalah sepasang kekasih yang sudah menjalani hubungan selama 1 tahun lebih. Tidak dapat dipungkiri rasa sayang Myra kepada Satria. Tapi tidak tahu dengan Satria, Myra merasa Satria sangat berubah saat ini.

Akhir-akhir ini Myra selalu menangis karena perbuatan Satria.

*****

Pagi ini dengan semangatnya, Myra menghampiri Satria yang berada di kelas. Ia tahu saat ini Satria sedang jam kosong.

Myra membawa beberapa kertas kepada Satria, yang sedang duduk bersama teman-temannya.

"Satria," ucap Myra sembari memberikan kertas itu. Satria mengambilnya dan membacanya. Hingga akhirnya ia tertawa.

"Ini cerita yang mau lo ikutin lomba? Hahaha .... Ya nggak bakalan menang, jangankan menang, menarik aja nggak! Udah deh nggak usah sok mau jadi penulis, cerita lo nggak bakalan laku! Hahaha .... Ayo gaes, kantin!" ajak Satria kepada ketiga temannya yang ada di sana.

Begitu sakit rasanya hati Myra mendengar perketaan itu. Semangatnya langsung hancur lebur.

Myra meneteskan air matanya.

"Myr, lo emang sayang sama Satria, tapi dia udah kelewatan. Lebih baik lo tinggalin, dia nggak baik buat lo," kata Reno sembari menepuk bahu Myra. Reno adalah teman karib Satria.

Satria bisa disebut ketua dalam geng tersebut, keren, bringas, dan ditakuti.

*****

Siang ini, Myra tidak dapat berkutik karena dua sahabatnya marah kepadanya, perihal perlakuan Satria yang tidak pernah Myra benci.

"Kemarin lo udah ditinggalin dia di jalan karena salah omong!"

"Nggak jadi jalan cuma karena dia nggak suka baju yang lo pakai!"

"Nggak ngebolehin lo untuk pergi sama kita!"

"Nyalahin lo saat dia yang telat datang!"

Serang Angel dan Deva bergantian.

"Dan lo masih sayang? Lo itu udah masuk ke dalam lingkarang, toxic relationship! Kita sebagai sahabat cuma bisa ngingetin, kita nggak akan ngancam lo untuk ninggalin dia, karena lo pasti tau baik buruk buat lo sendiri!"

Myra hanya bisa terdiam mendengar kebenaran itu. Kemudian menangis.

*****

"Aku mau putus," ucap Myra sembari memejamkan matanya.

"Hah? Putus? Kenapa? Kamu nggak sayang lagi sama aku?" tanya Satria yang berada di hadapan Myra.

"Kamu udah berubah banget, hubungan kita ini udah nggak baik," ucap Myra pelan.

"Ooh jadi kamu mau putus?"

Myra mengangguk.

Hal tidak terduga dilakukan oleh Satria. Ia bermain tangan dengan Myra. Membuat gadis itu terluka bahkan berdarah. Kemudian barulah ia pergi.

Perlakuannya membuat Myra tidak habis fikir. Myra tidak akan pernah menyesal untuk keputusan yang ia ambil ini.

Hubungannya sudah berubah menjadi toxic relationship.

Apapun keadaannya hubungan seperti ini tidak akan pernah baik untuk siapapun.

Hanya akan ada air mata di dalamnya.

5 disukai 2 komentar 1.8K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@alwindara : Hemm
Duhhh...
Saran Flash Fiction