UNDER YOUR BED

Mesha yang sejak seminggu mengalami kesulitan tidur merasakan sesuatu berada di bawah tempat tidurnya. Namun setiap kali Mesha memeriksa, Mesha tidak menemukan sesuatu yang aneh berada di bawah tempat tidurnya.

Jam berdentang kencang, menunjukkan pukul 1 dini hari dan Mesha masih belum bisa memejamkan matanya. Sesuatu terasa seperti sedang bergerak di bawah tempat tidurnya dan sedang berhitung layaknya seorang anak yang berusaha menghitung ketika tidak bisa tidur. Rasa kesal Mesha telah memuncak karena sudah berulang kali Mesha memeriksa dan tidak menemukan apapun di bawah tempat tidurnya. Malam ini, Mesha berusaha keras untuk mengabaikan gangguan tidurnya dan berusaha keras untuk memejamkan matanya.

Satu jam berlalu, mata Mesha terasa begitu panas namun Mesha masih tidak bisa tertidur. Mesha mendesah kesal di tempat tidurnya dan akhirnya memilih bangkit dari tidurnya. Mesha turun dari tempat tidurnya dan memeriksa seperti yang dilakukannya selama seminggu ini. Dengan menggunakan lampu penerang dari ponselnya, Mesha memperhatikan dan memeriksa seluruh ruang di bawah tempat tidurnya. Dan sama seperti seminggu ini, Mesha tidak menemukan apapun di bawah tempat tidurnya yang membuatnya terganggu dan tidak bisa tertidur.

Mesha mendesah kesal untuk kedua kalinya dan akhinya memilih untuk kembali ke tempat tidurnya. Mesha mencoba memejamkan matanya lagi.

Satu jam berlalu dan waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Mata Mesha terasa semakin panas namun Mesha masih tidak bisa tidur.

Suara hitungan yang samar - samar didengar Mesha kini semakin jelas terdengar oleh Mesha. Gerakan yang samar - samar dirasakan oleh Mesha kini juga semakin jelas dirasakan Mesha. Dengan kesal, Mesha memeriksa di bawah tempat tidurnya untuk kedua kalinya.

Dengan menelan rasa kecewanya, Mesha kembali ke posisi tidurnya dan berusaha memejamkan matanya lagi. Hitungan kembali didengar Mesha dan kali ini suara hitungan itu semakin jelas terdengar oleh Mesha. Gerakan yang dirasakan Mesha pun juga semakin terasa dan kali ini, Mesha merasakan sesuatu itu menarik rambut miliknya yang panjang.

Rasa kantuk yang amat sangat menyerang Mesha, membuat Mesha mengabaikan gerakan dan suara yang didengarnya. Di antara batas kesadarannya, Mesha merasakan sesuatu merambat naik dari rambutnya dan berjalan hingga ke atasnya.

"Ciluk ba."

Suara itu terdengar oleh Mesha dari sesuatu yang sedang merambat naik ke atas tubuhnya.

Itu bukan sesuatu.

Di hadapannya jelas terlihat wujud wanita dengan wajah buruk rupa yang tersenyum mengerikan memandang Mesha yang diserang rasa kantuk yang amat sangat.

"Rambutmu telah selesai kuhitung. . . selama seminggu ini. Kali ini, kamu tidak akan kesulitan untuk tidur lagi. Kamu akan tidur nyenyak dan tidak akan pernah terganggu selamanya dan menemaniku di alam gaib."

Senyuman mengerikan itu terlihat samar - samar oleh Mesha, namun rasa kantuk Mesha yang teramat membuat Mesha mengabaikan senyuman mengerikan itu.

Dalam pikirannya, Mesha akhirnya menyadari sesuatu.

Itu sebabnya aku tidak bisa menemukannya selama seminggu ini, makhluk itu bukan bersembunyi di bawah tempat tidur. Melainkan berada di belakang kepala tempat tidurku dan sibuk menghitung rambutku.

Sial, aku terlambat menyadarinya. Harusnya aku mengingat ucapan Nenek untuk tidak menggerai rambut panjangku di saat aku tertidur. Harusnya aku tidak menganggap enteng legenda itu.

7 disukai 4 komentar 2.9K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@affarain : masak sihh kak. . . tenang aja di bawah kasurnya kakak gag ada kok
eh serem ya
@alwindara : kenapa kak?
Hiiiiiii
Saran Flash Fiction