Dunia Fantasi

"Maukah kamu menjadi permaisuriku?"

"Ya, tentu." 

Pangeran berkuda putih berwajah tampan itu sedang melamarku saat ini diiringi sorak-sorakan meriah dan kelopak bunga mawar yang terbang di udara kemudian perlahan turun ke tanah. 

Setelahnya pernikahan dilaksanakan dengan persiapan singkat. Walau persiapannya singkat tapi pesta itu sangat meriah, dan tibalah malam pertama yang kunanti. Perlahan manik mata kami bertemu wajah perlahan mendekat dan terus mendekat sampai berjarak beberapa jengkal saja. 

"Ngapain tuh bibir dimonyong-monyongin, bangun!" Suara mama membuat dunia fantasiku hancur lebur. Kembali ke kenyataan yang tidak seindah itu. 

Beringin, 07 Desember 2021.

2 disukai 3.6K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction