Asap dan Kabut

Apa sih yang kau tunggu? Kenapa tidak langsung jalan saja? Toh jalan di depan sana lurus tanpa kelokan barang satu derajat. Semua orang lelah menunggumu memulai langkah, memangnya kaki-kaki itu terbuat dari batu atau semacamnya? Kau punya dua kaki yang sehat, gunakanlah.

Hey, kau dengar?

Apa? Di depan sana ada asap?

Yah, asap hanya akan mengganggu penglihatanmu sedikit. Eh, mungkin sedikit membuat sesak juga, tapi toh tidak terlalu buruk, lanjutkan saja.

Nah, apa lagi alasanmu sekarang? Di depan sana ada kabut, dan kabut itu sedingin es?

Ayolah ... kita punya jaket, mantel, sweater, segala hal yang bisa membuat tubuh lebih hangat. Cepat, langkahkan kakimu lebih jauh, tidak apa-apa.

Hey, tahu tidak ... di balik kabut itu mungkin ada sesuatu yang indah. Di sana mungkin ada jawaban dari segala pertanyaan yang kau punya. Itulah yang selama ini kau dan kita semua tunggu-tunggu, bukan? Halang dan rintang pasti menyertai setiap perjalanan, sekalipun jalan itu teramat lurus. Apa salahnya mengambil sedikit risiko dan melemparnya ke sana.

Kau kuat! Kau mampu! Di depan sana ada sesuatu. Apa pun itu, pasti lebih baik daripada yang kau miliki saat ini! Jangan jadi pengecut dan teruslah berjalan dengan wajah lurus!

2 disukai 3.9K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction