Titik Tertinggi

"Aku tahu maksud kamu Han, dan aku juga tahu siapa orang yang mencintai aku" ucap Aldi membuatku terkejut

Jadi selama ini dia tahu bahwa aku suka kepada dia tapi dia tidak menghiraukannya bahkan dia mencintai perempuan lain. Hahaha lucu Hana untuk apa kamu mencintai dia seorang diri, untuk apa kamu merindukan dia selama ini, untuk apa? hanya membuang waktu dan perasaan kamu saja. Kamu hanya kehilangan orang yang tidak mencintai kamu sedangkan dia kehilangan orang yang mencintai dia.

“Kamu tahu orang yang mencintai kamu Al?” tanyaku memastikan.

“Iya aku tahu Han.” ucapnya yakin.

“Siapa orangnya?” tanyaku kembali memastikan semoga dia tidak mengetahui jika aku mencintai dia.

“Kamu Hana” ucapnya membuat aku malu dan tidak tahu harus apa.

“Aku tahu Han, kamu mencintai aku, tapi maaf aku hanya menganggap kamu teman saja, aku tidak ingin kehilangan kamu, kamu baik, peduli, perhatian tapi bukan kamu orang aku cintai, kamu cantik, kamu bisa mendapatkan seseorang yang lebih dari aku.” ucapnya yang semakin membuat aku ingin menumpahkan air mata namun aku menahannya aku tidak ingin terlihat lemah di depannya.

“Hahahah kamu terlalu mendalami film sinetron Al, tidak masalah bagi aku jika kamu tidak mencintai aku, kamu butuh bahagia jika aku bukan kebahagiaan kamu aku tidak masalah bukankah cinta tidak harus memiliki? kamu bahagia aku ikut bahagia meskipun aku bukan kebahagiaan kamu, inilah yang aku ingin dengar langsung dari kamu, jika kamu sudah menjelaskannya aku merasa lega, kita tetap bisa menjadi teman baik, karena menjadi teman kamu saja aku sudah bahagia. Tekadang seseorang bekerja keras untuk mendapatkan cintanya, jika tuhan berkata dia bukan orangnya maka sampai kapan pun tidak akan pernah dipersatukan, terkadang cinta membuat manusia melakukan hal nekat tapi untuk aku hal nekat yang paling elegan adalah dengan mengikhlaskan kamu, karena titik tertinggi mencintai adalah mengkhiklaskannya. Terima kasih sudah menjadi harapku yang semu dan menjadi kisah ku yang pajang, kita berteman.” ucapku seraya menahan air mata. Aku harus kuat jangan nangis masih ada kebahagiaan lain di luar sana menanti aku.

“Teman” Kata Aldi meneteskan air mata. “Jadi kamu yang nangis, sudah ah aku ada mata kuliah lagi nanti pukul 13.00 WIB, nanti aku bantu jual makanan itu ya tenang saja kita kan teman harus saling membantu. Sampai jumpa.” ucapku seraya meninggalkan Aldi, aku tidak kuat ingin menangis tapi aku harus kuat, aku teringat akan mimpiku semalam ternyata Seseorang yang kamu cintai bisa menusuk kamu dari depan saat dia tidak mengininkan kamu dan rasa sakit itu harus aku terima sebagai hadiah darinya dan cara menghilangkannya dengan Berhenti berharap karena aku juga butuh kebahagiaan.

Tenang saja aku tidak akan pernah melupakan kamu, tapi aku akan berusaha melupakan harapanku untuk bisa memilikimu.

Saatnya aku Berhenti. Karena titik tertinggi mencintai seseorang adalah mengikhlaskannya.

1 disukai 4.3K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction