Flash Fiction
Disukai
19
Dilihat
5,593
Kompetisi Memancing
Komedi

Suatu hari dalam rangka reunian, Antasari, Samad, Ferli, dan Gayus Tambunan pergi kamping ke sebuah pulau yang indah di Indonesia. Karena di sana banyak ikan, akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kompetisi memancing. Peraturannya mereka hanya boleh menggunakan 1 pancing secara bergantian. Masing-masing diberi waktu 10 menit. Siapa yang dapat ikan paling banyak dia yang menang.

.

Giliran pertama, adalah Antasari, dia tampaknya cukup hebat, dia mendapat 10 ikan.

Selanjutnya giliran Samad. Dia tak sebagus Antasari, tapi dia berhasil mendapat 7 ikan.

Selanjutnya giliran Ferli. Ternyata skilnya juga hebat. Dia mendapat 9 ikan.

Dan yang terakhir giliran Gayus.

Setelah waktu habis mereka semua keluar dari tenda dan berkumpul di tempat pemancingan. Saat Antasari mau menghitung semua hasil perolehan, mereka semua kaget mendapati semua ikan telah hilang. Bahkan wadahnya pun juga ikut hilang

.

"Hei Gayus, di mana semua ikannya?" Tanya Antasari.

"Ikan apa?" Gayus tanya balik.

"Apa maksudmu dengan 'ikan apa'?" Ferli geram.

"Kita semua di sini kan sedang kompetisi memancing ikan." Terang Samad.

"Betul." Jawab Gayus.

"Kita semua mendapat ikan dan menaruhnya di wadah masing-masing."

"Betul".

"Giliran pertama adalah Pak Antasari."

"Betul."

"Selanjutnya Aku."

"Betul."

"Selanjutnya Pak Ferli."

"Betul."

"Dan yang terakhir mancing di sini adalah kamu."

"Betul."

"Nah, sekarang di mana ikannya?"

"Ikan apa?"

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@yesnosalto : Ikan kon... tongkol.
@abijejen : Ndak bisa bahasa enggres...
sindiran yg licin
Mengemas kritik sosial (yang sangat faktual) dalam cerita mini tidaklah mudah, sering terpeleset pada kekuatan berita. Papa Blodot menangkis ungkapan itu dengan metafora ikan.