KUE ULANG TAHUN

" Mau beli kue yang mana pak?" Tanya pemilik kue bakery langgananku setiap tahun, aku hanya tersenyum saja sejak melangkahkan kaki ketoko ini sampai detik ini yang mana kalau diperkirakan hampir setengah jam diriku mengelilingi toko untuk menemukan kue yang lezat buat perayaan ulang tahu ke 16 putraku.

" Kue yang ini aja deh"

"baik pak, tunggu sebentar ya biar saya hias dan taruh lilinnya" Ia meraih kue tersebut dari lemari kaca dan berjalan kearah kasir dengan penuh percaya diri tanpa perlu bertanya angka lilin untuk usia ulang tahun putraku.

"Pak,ini kuenya sudah selesai" aku hanya tersenyum saja melihat kue tersebut dengan angka 16 yang menempel disana.

"Terimakasih" ucapku singkat dan memberikan uang cash padanya lalu berjalan pergi menuju parkiran sembari membawa kotak kue yang sengaja tidak kututup agar lilinnya tidak rusak.

Sesampainya di dalam mobil, aku menghidupkan lilin tersebut dan menyenandungkan lagu ulang tahun, tak terasa air mata ikut bergabung merayakan ulang tahun istimewa ini.

"Selamat ulang tahun Andreas dan semoga panjang umur, ayah selalu menyayangimu" ucapku,lalu meniup cahaya lilin itu karena aku percaya bahwa putraku masih hidup meskipun kasus putraku telah ditutup rapat-rapat Karena tidak menemukan celah bukti apapun.

3 disukai 2.1K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar
Saran Flash Fiction