Surup

"Permisi, sekarang sudah jam berapa?" Tanya seorang wanita yang berjalan meraba-raba di pinggir jalan.

Setiap orang yang dia tanyai, pergi atau hanya sekadar mengalihkan pandangan berpura-pura tidak melihat kehadirannya.

"Mas, jam berapa ya, Mas?" Ujar wanita itu saat kembali mendengar suara seseorang berbicara.

Tidak ada yang menjawab. Dan dia juga tidak mengerti kenapa setiap kali dia bertanya, suara orang yang sebelumnya terdengar sangat dekat, tiba-tiba menjauh dan hilang entah kemana.

"Kok nggak ada yang mau jawab ya? Jam berapa sekarang?" Kata si wanita akhirnya duduk di bawah pohon yang terdapat kursi panjang di bawahnya.

"Ibu pasti nungguin aku pulang." Lanjutnya dengan suara sedih.

Dadanya terasa sesak karena menahan tangisan.

Air matanya tidak keluar.

Alih-alih, wanita itu merasa ada sesuatu mengalir di tangannya.

"Mau nangis nggak bisa, mau lihat nggak bisa." Kata wanita itu tanpa menyadari tangannya memegang kepalanya sendiri yang sudah tanpa mata.

6 disukai 2 komentar 994 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Mara oh mata
Terlalu si Mata. Keluyuran gak bilang dulu.
Saran Flash Fiction