Masuk untuk nonton

The Beatles - Eight Days a Week The Touring Years

106 Menit
From Cinemas
Info Film
Detail Film

The Beatles: Eight Days A Week adalah film dokumenter musik yang diambil dari rekaman video tentang perjalanan tur konser The Beatles selama tahun 1963-1966. Disutradarai oleh Ron Howard, film ini bercerita tentang perjalanan konser grup band The Beatles sepanjang tahun 1963-1966. Diambil dari temuan video konser, wawancara, maupun kehidupan keempat personel The Beatles, yakni John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr. Eight Days A Week membawa kita pada perjalanan di balik konser The Beatles yang ikonik dan penuh dengan cerita yang menarik.

Jenis Film
Cinema Movies
No. Sensor
911/DCP/EA/13/09.2023/2016
Produser
Brian Grazer, Ron Howard, Scott Pascucci
Sutradara
Ron Howard
Pemain
George Harrison, John Lennon, Paul McCartney, The Beatles
Review Film

IMDb: 7.8 user ratings, 72 metascore

ROTTEN TOMATOES: 89% audience score, 96%Tomatometer


"Selain filmnya bisa membuatmu mengagumi pesona, kemampuan musikalitas hingga kesederhanaan The Beatles, filmnya juga membuatmu betul betul menghargai keputusan mereka dengan tidak melakukan konser lagi walaupun mereka baru sampai di setengah karir mereka." – Lazuardy Al Muzaki, Rating Every Where

"Ada banyak kesenangan sederhana saat demi saat yang bisa didapat di sini. Howard menyajikan rekaman arsip yang sudah dikenal tetapi juga materi baru: khususnya, pertunjukan terakhir mereka di Candlestick Park, San Francisco." – Peter Bradshaw, The Guardian

"Mungkin hal yang paling tidak disadari dan sangat menguatkan dalam Film "Eight Days a Week", itu adalah bahwasanya hal ini tidak menyangkut kesenian The Beatles sama sekali, tetapi politik mereka ‐ seperti dalam selingan tentang penolakan kontrak mereka untuk bermain di hadapan penonton yang dipisahkan secara rasial di Jacksonville, Florida." – Guy Lodge, Variety

"Film ini berkonsentrasi pada tahun tahun hingga Agustus 1966, ketika The Beatles berhenti tur setelah pertunjukan yang membuat ribuan penggemar berteriak hingga sakit tenggorokan." – The New York Times

Read more