Disukai
0
Dilihat
1,314
Takdir Cinta Yang Tak Bisa Kupilih
Romantis

TAKDIR CINTA YANG TAK BISA KUPILIH


Enam tahun lamanya perasaan yang terpendam dihati benar-benar meruncing dan menusuk yang membuat perjalanan hidupku amat sangat tidak nyaman dengan dihantui rasa bersalah dan rasa sedih. Tepat 6 Tahun lalu kisah ku dimulai disaat aku baru saja menerima berita baik tetapi terasa buruk yang terbayangkan selalu dibenak pikiranku. Kabar baik bahwa aku telah menjadi pegawai di BUMN Indonesia namun kabar buruknya adalah aku harus jauh dari orang tua untuk pertama sekali dalam hidupku. Namaku Ilmi Khalimah dan orang-orang memanggilku dengan nama Ilmi. Aku baru saja diterima di perusahan terbaik di salah satu BUMN Terbaik di Indonesia. Hari ini adalah hari penempatan ku setelah ku terima sepucuk surat keterangan Pengangkatan Pegawaiku. Dimana aku bertugas disebuah kabupaten perbatasan provinsi ku dengan provinsi lain. Hari ini adalah hari pertama aku datang bekerja namun aku harus melapor dahulu kekantor cabang dimana nantinya aku akan di bawa bekerja dikantor rantingku . disana di tempat itu aku akan bekerja dan memulai pendewasaan diriku. Disana aku menemui banyak teman yang rama dan dengan rasanya sama denganku sebagai orang perantauan yang sudah menganggapku seperti keluarga dan membuat hatiku nyaman dan aku mulai menyukai tempat itu.

Setelah beberapa bulan berjalan dan pekerjaan itu pun aku nikmati serta lingkungan yang sangat mudah untuk aku beradaptasi. Aku beserta beberapa teman dan atasanku yang kebetulan berasal dari daerah perantauan yang sama memutuskan untuk setiap hari libur pulang bersama kekampung halaman kami. Disaat itu kami melakukan perjalanan pulang bersama dan disaat itu aku melihat rekan teman yang belum aku kenal dan sungguh aku membencinya karena kesombongan serta kecuekannya. Hingga membuat aku selalu menghinanya dalam hati. Seiring waktu berjalan temanku lainnya berusaha mendekatkan aku dengan orang yang ku benci tadi. Hari demi hari aku mengenal dia dan perlahan kebencianku terpatahkan bahwa ternyata dia adalah manusia yang paling seru dan lucu dan ya benar kata orang-orang “Cinta dan benci itu sangat beda tipis, berawal benci berkahir cinta”. Kalian boleh memanggilnya dengan nama Rangga. Aku nyaman bercerita banyak hal dengan dia dan kami saling jatuh cinta lalu memutuskan untuk berpacaran dan kami saling menyukai. Aku boleh jujur aku mulai mencintai dia.

Namun disuatu hari aku menemukan hal yang membuatku merasa kecewa dengan Rangga. Aku menemukan hal di mana Rangga belum sepenuhnya melupakan masalalunya dan masih menyimpan semua kenangan dan memiliki akun sosial media sang mantannya yang masih sering di aksesnya untuk melihat info terbaru mantan kekasihnya. Hal itu membuat aku sangat kesal dan disaat itu aku mulai mencoba menjauhi Rangga agar dia benar-benar mengetahui kesalahannya. Namun semua itu bermula dari sini di mana disaat aku mulai berjarak dengan Rangga. Aku melihat seorang pria yang sekantor ku yang sangat unik dengan diamnya dan dinginnya dia tetapi aku melihat satu keunikannya dan melihatnya dia adalah sosok seorang yang lucu. Awalnya aku salah mencoba berteman dengannya dengan harapan aku bisa menaklukan kediamannya dan menjadi teman. Aku terposan melihat dia namun kami belum akrab dan anehnya hampir semua satu kantor denganku akrab namun tidak dengannya yang terlihat diam namun ketika bercanda dengan orang terlihat lucu dan menggemaskan. Aku mulai menganguminya dan aku mulai mengenalnya dengan memulai bercanda dan saling mengusil dan disinilah aku mengetahui namanya yaitu Gani.

Namun saat itu perasaanku hanya sebatas aku ingin mengenalnya karena dia satu kantor. Perlahan kami akrab dan bercengkrama dan perlahan kami bercanda dengan aksi saling jahil satu sama lain dan membuat teman kantorku lainnya tersenyum dengan tingkah kami berdua yang sangat konyol. Berawal dari saling bercanda dan saling usil. Disaat itu aku menemukan sosok abang yang tak pernah aku dapat dari abang kandungku. Karena boleh dikatakan abang kandungku adalah orang yang sangat kaku terhadap kami adik-adiknya. abangku sekolah jauh dibandung dan kami berjauhan dari SMP sampai aku bekerja. Kami jarang berkomunikasi dengan dia sehingga membuat kecanggungan dengannya untuk berkomunikasi. Sosok abang yang ku cari ada di di Gani dan aku merasakan Gani bisa dijadikan tempat bercerita karena kedawasaannya. Gani selalu ada untuk aku dan Gani membawa hal-hal baik dalam kehidupanku dan menjadikan aku wanita lebih menjaga kehormatan ku. Dia lah sosok yang dapat membuat ku hijrah dalam berpenampilan dan membuatku merasa lebih dekat dengan imanku

Disaat itu terjadi hal tidak terduga antara aku, Rangga dan Gani di mana kami terlibat cinta segitiga. Rangga Mulai mengakui kesalahannya. Aku menerima kembali Rangga dan memberinya satu kesempatan dan tetap meyakinkan dalam hati bahwa Gani hanya akan tetap sebagai abangku di sini dan tidak lebih.Namun Perlahan rasa sayangku terhadap Gani juga semakin hadir dan semakin membesar. Dikala itu Gani mengajak diriku pada hari libur untuk berjalan-jalan dikota yang terletak satu 2 jam jauh dari tempat kantor kami. Kota itu termasuk kota yang ramai tempat hiburan dibandingkan ditempat kami yang terpencil dan perdesaan. Aku diajaknya untuk bermain Wahana Timezone dan disitu kami mendapatkan keberuntungan dengan istilah Jack Point atau Point double yang membuat tiket kupon kami keluar banyak. Namun sayang sekali tiket itu belum cukup untuk ditukarkan dengan boneka yang aku inginkan. Gani membeli Koin untuk kami mainkan kembali sampai Tiket tersebut cukup untuk membeli Boneka Tersebut. Dan aku sangat bahagia mendapatkan boneka tersebut bahkan boneka itu sampai sekarang tak akan pernah aku hilangkan dan akan selalu aku jaga. Dan banyak kisah manis lainnya yang kami jalani selama 2 tahun lamanya yang membuat aku nyaman dan sejahat itu aku tidak mau melepaskan Gani dan tetap ingin menjalin hubungan dikeduanya


Sampai disaat itu aku benar-benar bimbang dengan pilihanku yang harus memilih Rangga atau Gani. Keduanya mempunyai kelebihan masing-masing dan rasa nyaman yang berbeda-beda disaat itu juga kami sering dihadapkan masalah di mana aku harus benar-benar memilih di antara keduanya dan merelakan salah satunya untuk ku lepas pergi dan aku benar-benar bimbang. Aku ingin memilih Rangga namun hatiku lebih ke Gani karena aku mulai mencintainya.Namun Jika aku memilih Gani namun alam semesta tidak mendukung hubungan kami. Hal yang kusalahkan pada diriku adalah aku tidak ingin keduanya pergi dariku. Disitu lah letak keegoisanku dan aku benar-benar ingin satu di antara mereka perlahan mengalah. Namun aku salah justru membuat mereka makin membuktikan rasa cintanya masing-masing. Dan mereka sama-sama keras di mana membuatku makin bimbang.

Dan aku pun curhat dengan beberapa temanku terkait masalah yang kuhadapi dan tentunya mereka memberikan solusi untuk masalahku di mana aku harus memilih Rangga dibandingkan Gani, karena Rangga dan aku memulai dari Nol tentang Hubungan kami dan kami saling support atau saling motivasi dalam hubungan yang masih dikategorikan sehat dibandingkan memilih Gani yang belum tahu hari besok bagaimana hubungan ini terjalin apakah bisa diterima oleh kehidupanku dengan latar belakang yang berbeda dan budaya yang sangat berbeda pula. Apakah aku bisa masuk dikeluarganya, dilingkungannya dan distatus sosialnya. Rangga juga masih satu kampung halaman dengan ku dan aku pernah sesekali dibawa Rangga untuk diperkenalkan orang tuanya. Dan aku pernah merasakan suapan dari ibu Rangga yang membuat aku tidak ingin bersalah menyakitkan Rangga.

Aku menghargai semua proses yang aku lalui dengan Rangga yang telah lama terbangun. tetapi aku mulai mencintai Gani dan semakin besar. Diam-diam aku sering penasaran dan mencari tahu semua hal tentang Gani. Aku ingin meyakinkan dalam hati bahwa Gani juga tidak buruk untuk ku pilih dikemudian Hari. Aku juga sering diam-diam mengikuti Gani ke mana menggunakan kereta melihat dimana mobilnya bahkan aku rela juga ikut latihan Fisik ditempat Gani latihan Gym untuk melihat Gani. Hal tersebut membuat aku semakin bingung untuk memilih Namun aku merasa bersalah disaat Rangga mau melepaskan pekerjaannya demi menikah samaku yang kebetulan perusahaan terdapat aturan menikah sesama karyawan/karyawati dalam satu intansi itu tidak diperbolehkan dan harus salah satu diantaranya resign dan perasaan bersalahku ditambah dengan ketika Rangga menelpon ibuku dan berkata bahwa dia sedang mencoba untuk tes penerimaan disalah satu instansi keperintahan. Dia berjanji setelah diterima PNS dan resign dari pekerjaan kami dan berjanji dia akan menikahiku. Aku melihat perjuangan namun takdir berkata lain dia belum lulus di Pegawai Kepemerintahan. Aku mencoba menerima keadaan Rangga dan mempertahakaan hubungan kami karena merasa di antara kami sudah saling mengenal orang tua pasangannya masing-masing, aku menerima Rangga karena aku tidak ingin melepaskan orang yang pernah berjuang sama-sama dan sama-sama direstuin pacaran tetapi rasaku mulai timbul terhadap Gani makin kuat.


Hampir satu tahun sudah berjalan hubungan di mana aku masih bingung akan pilihanku dan aku berusaha keras untuk mempertahankan keduanya dan mempertanyakan aku harus memilih siapa? Aku belum tahu mana yang baik. Disaat itu kehidupan memaksa aku harus memilih daripada akan ada yang terluka makin dalam. Aku tahu aku salah dan membuat keduanya terluka. Aku meyakinkan hati mengikuti nasihat sahabat-sahabatku bahwa aku lebih baik memilih Rangga dibandingkan Gani. Tapi hatiku paling dalam aku ingin memilih Gani serta mengatakan pada orang-orang aku mencintai Gani namun semua orang menganggap diriku adalah wanita bermata uang yang melihat lelaki karena materi melepaskan orang lain hanya karena ada lelaki yang jauh lebih mapan, sungguh hatiku terluka mendengarkan berita tersebut dan sungguh merasa bahwa aku benar-benar mencintainya bukan karena harta yang dia miliki atau jabatan yang baru dia miliki sekarang dan bukan karena jabatan supervisornya aku terima Gani. Dengan keberanian diri aku menanyakan Rangga untuk kejelesan hubungan kami kearah yang lebih serius karena kurasa hidupku sama Gani sangat jauh sekali sedangkan aku hanya lah seorang berpendidikan rendahan. Namun Rangga terdiam seribu bahasa dengan semua pertanyaan yang ku ajukan kepadanya dan ini sudah pertanyaan untuk kedua kali sedangkan aku tetap mendapatkam jawaban yang sama.

Sampai suatu hari Gani mengungkapkan niat tulusnya untuk menikahi aku. Disaat itu aku berusaha meyakinkan diri untuk harus berani melangkah dan memilih Gani dan mengabaikan semua omongan orang-orang disekitarku yang terlalu jahat berbicara tentangku. Di malam hari tepat Gani mengungkapkan Niatnya dan disaat itu aku akan melupakan Rangga. Akhirnya aku memilih Gani dan aku sangat bahagia dengan ungkapan Gani ingin menikahi aku dan kami berencana memperkenalkan Gani kepada kedua orang tuaku. Gani sudah meluluhkan hatiku dengan niatnya. Kami memesan bus untuk kami berdua pergi ke kampung halamanku. Namun berita itu terdengar oleh Rangga akan rencana kami berdua. Rangga mulai merasa sedih keesokan shubuh Rangga tiba di depan Kos aku dengan wajah sangat sedih dan air mata yang menGanir lalu dia memelukku untuk pertama kali dengan erat. Tidak hanya itu diam mencium kakiku dan berjanji akan segera menikah dan meyakinkan kedua keluarga kami akan janjinya. Dengan berat hati aku membatalkan Niat Gani karena merasa bersalah kepada Rangga dan meyakinkan bahwa Gani bisa tanpa ku dibandingkan Rangga yang merasa hancur tanpaku. Ternyata aku salah, Gani lah ternyata yang lebih hancur hatinya dibandingkan Rangga dan aku sangat merasa bersalah. Aku mulai sedih dan bimbang akan memilih siapa diantara mereka maka aku memutuskan untuk bercerita dengan Bapakku dan bapakku memberikan aku nasihat akan pilihan. Bapakku membebaskan ku untuk memilih namun dia tetap memberikan gambaran termasuk jika aku masuk kekeluarga Gani itu akan sangat sulit beradaptasi mulai dari latar belakang yang berbeda, adat yang berbeda, suku yang berbeda, jarak rumah yang terlampau jauh dan aku bukan orang yang memiliki keahlian apa pun termasuk aku berlatar belakang orang tidak mampu yang hanya tuhan kasihan dengan jalan hidupku makanya aku bisa lulus di Perusahaan terbaik demi membantu kedua orang tuaku.

bapakku berkata “Ilmi, ingat pesan Bapak. Kita ini dari keluarga tidak mampu dan Kami berharap sama dirimu, tidak ada yang lain. Hutang belum dibayar ke bank dan kami hampir tidak mampu membayarnya lagi. Harapan kami adalah kamu ilmi yang dapat membantu melunasinya. Kalau kamu pilih lagi berhenti bekerja. Rumah kita bisa disita oleh pihak bank. kalau kamu pilih orang kaya yang kamu nikahi nantinya kami akan merasa malu jika berjumpa dengan pihak keluarga dari suamimu. Dan yang paling terpenting kamu anak yang paling bapak sayang dari kecil selalu sama bapak. Bapak tidak mau anak bapak jauh2 dari bapak. Kalau kamu ke padang nanti kami bisa apa? Ketika kamu menikah maka kamu sudah milik suamimu. Kami tidak bisa melarang bahkan ketika kamu dibawa ke padang kami hanya bisa terdiam melihat anak yang kami sayangi dan kami harapkan harus jauh dari kami yang akan menua ini. tetapi. Cari lah nak orang yang dekat sama rumah kita bapak minta tolong” seketika hancur sekali harapan ku dan menangis sehancur-hancurnya. Aku tahajud aku berdoa dan akhirnya aku memutuskan untuk membohongi Gani dan membohongi diriku sendiri juga bahwa perasaanku tidak ada sama sekali untuk Gani dan tidak lagi memperjuangkan dia. Aku meyakinkan pilihanku untuk tidak memilih Gani adalah yang tepat sebagai anak, tetapi kalau sebagai manusia biasa yang sedang jatuh cinta adalah hal tersakit dan aku kalah akhirnya dnegan takdirku sendiri. Aku kalah melawan dunia untuk memperjuangkan orang yang aku cintai namun harus tetap berdiri karena ada harapan yang diletakan kepadaku, aku harus fokus di tempat kerjaku agar rumah kami tidak tersita pihak bank. Dan aku harus fokus membahagiakan kedua orang tuaku dan membawanya ketanah suci itu janjiku kepada kedua orang tuaku. Aku tahu Gani Hancur dengan keputusanku tapi yakin lah Gani disini juga aku hancur harus berpura-pura baik-baik saja namun setiap malam harus menangis dan memandang photomu, memeluk bonekamu dan menangis disetiap malam didalam doa setelah tahajud. Cuma tahajud obatku selamat ini untuk aku bisa kuat melihatmu tapi tidak bisa memilikimu. Akhirnya Gani diam-diam meminang seorang wanita yang tak lain berasal dari kelurganya, aku sangat sedih tetapi aku harus nunjukan bahagia.karena ini adalah keputusan yang ku ambil dan tidak bisa aku tarik. Aku tetap harus memilih kebahagian orang tua dari pada kebahagianku sendiri tapi Aku sangat sakit mengetahuinya. Aku yang maish mencari tahu semua tentang dia dan masih dikatakan sangat kepoh terhadapan kehidupannya tetapi betapa hancur mengetahui kabar menyakitkan itu . yah sperti biasa aku harus tetap bermain drama seolah-olah aku bahagia dan aku terima keputusan dia dan aku yakini dia akan bahagia dari pada memilih aku yang pecundang yang tak mau berjuang demi dia dari pada keluargaku. Aku mengucapkan selamat padahal di mobil travel itu aku menangis sejadi-jadinya sehancur-hancurnya. Aku bersikap tegar senyum palsu agar dunia tidak menertawakan aku dibilang bodoh akan menolak Gani padahal kemarin mereka menghinaku ketika aku ingin memilih Gani dengan seribu hinaannya itu. Dunia tidak tahu aku sedang patah sepatah patahnya dan aku hanyalah seorang anak yang ingin mewujudkan mimpi kedua orang tuanya, anak yang sangat sangat diharapakan dapat membantu orang tua.

Aku melanjutkan kisah hidupku tetapi terasa hancur dan hampa. Seiring berjalan aku dengan Rangga ada perasaan hampa dan tidak sebahagia dahulu. di satu sisi proses Lamaran sampai menikah adalah proses yang ku tunggu dengan harapan dengan dia menikah aku tidak akan berharap apapun. awalnya aku sempat ingin Gani membatalkannya dengan berdoa kepada Rabb ku disujud tahajudku meminta agar Gani membatalkan. Apakah aku egois dan aku bingung lalu aku menangis sejadi-jadinya dipangkuan ibuku dan menceritakan semuanya. Ibuku hanya bilang kalau jodoh tidak akan ke mana. Sabar itu sudah pilihan Gani dan Gani harus lanjut karena ini bukan hanya tentang kedua hati bersatu namun kedua keluarga yang masih mempunyai ikatan persaudaran. Jangan jadi pengacau lagi dikehidupan Gani, Biarkan dia bahagia dengan kehidupannya sendiri sekarang.

Aku hanya berdoa untuk dikuatkan dan kembali perasaanku terhadap Rangga. tetapi perasaan terhadap Gani tidak mau lepas. Aku menceritakan kepada kakak angkat ku dikantor namanya Rani. Dia hanya berkata sabar itu kan sudah menjadi pilihanmu dan pilihan Gani. Akhirnya aku harus kuat karena ini semua memang sudah pilihanku. Aku harus terima resikonya. Aku bangun lagi diriku dan aku berjanji akan menjaga diriku sesuai permintaan Gani. Nasihat semua yang diberikan Gani aku laksanakan dan aku berubah menjadi Ilmi yang tidak boleh Egois.

Gani tetap saja menunjukkan kehancuran hatinya dan tetap ingin aku mengatakan perasaanku sambil memeluknya dan berkata “Gani kita sama-sama hancur dan sama-sama terluka dan kalau boleh aku ingin kita bersama namun sudah mendekati hari H Pernikahanmu maka aku tidak bisa berbuat apa-apa”. Dan aku tetap saja berbohong kepadanya karena aku takut. Aku takut memperjuangkan dia dan aku merusak hubungan baik dia dikeluarganya serta merusak harapan kedua orang tuaku. Untuk pertama kali dihatiku teramat sakit namun aku bersyukur dapat memeluknya untuk terakhir kalinya didekat pintu kantor. Dia meminta aku untuk jujur perasaanku, namun untuk 1000 kalinya aku akan tetap teguh pada pendirianku. Bahwa aku harus berpura-pura untuk tidak mencintainya. Namun dalam hatiku berulang kali sebanyak dia bertanya kepadaku sebanyak itu aku berkata aku sangat mencintaimu namun aku harus merelakanmu Gani. Aku hanya bisa memelukmu untuk terakhir x bahwa aku sebenarnya tidak ingin melepaskan. Setelah pelukanmu jujur itu tangisan terhancurku bahkan aku hampir mimisan Karena terlalu menyeka air dihidungku. Sudah tidak terasa lagi Gani sakit dihidung dibandingkan dihati. Aku dilema Gani sungguh aku takut. Aku takut kamu melangkah justru aku yang tidak bisa melupakanmu. Dan ternyata benar, akulah yang benar-benar tidak bisa melupakanmu. Melihat foto-foto pernikahanmu. Akhirnya aku yang harus melanjutkan hidupku dan menguatkan diriku setelah kamu menikah Gani. Aku memutuskan untuk memberikan kesempatan terkahir kepada Rangga dan dia meminta untuk diberikan kesempatan berubah dan meyakinkan aku bahwa dia akan membuat aku jatuh cinta lagi kepadanya. Aku menunggu Rangga 1 tahun lagi setelah kami pergi Gani. Apabila dalam 1 tahun kedepan Rangga tidak kunjung menikahi aku. Maka aku akan melepaskan Rangga dan aku memulai kehidupan baruku. dan benar setelah 1 tahun tak kunjung ada jawaban dan ajakan menikah. Aku memilih untuk melepas Rangga secara baik-baik serta aku pernah datang ke kantor Gani untuk berjumpa dengan Gani hanya tujuannya untuk meminta maaf kepada Gani, namun Gani hanya menghindar. Sebegitu bencinya kah Gani kepadaku ? andai dia tahu masalah hatiku? Lalu aku memilih untuk berangkat umrah sesuai apa yang dikatakan Gani Mekkah dan Madina adalah tempat Ternayamn dan disitu aku meminta kekuatan untuk selanjutnya menjalani hari-hariku agar lebih baik serta menjadi pribadi yang lebih baik. Aku fokus terhadap perbaikan diriku. Aku mulai menerima takdirku dan mencoba melupakan pahitnya kisahku. Aku perlahan menabung untuk mewujudkan semua impian orang tuaku. Aku fokus belajar ilmu agama, menjadi Calon istri soleha dan aku mempersiapkan bekal diriku untuk calon imamku.

Aku tidak berpacaran dengan siapa pun setelah itu dan mulai hijrah semua hal dari kata pacaran. Tidak dengan Rangga ataupun siapa pun setelah umrah aku belajar menjadi wanita muslimah yang menjaga semuanya sampai seketika ada abang seniorku ingin memperkenalkan seorang akhwat kepadaku. Dan aku berkata kepadanya “aku mau berkenalan tetapi untuk jenjang yang serius apabila ada kecocokan. Bila untuk hanya berteman maka mohon maaf! Aku sedang tidak ingin berteman dengan lawan jenis” dan dia berkata “dia Ilmi lelaki ini juga ingin mencari pasangan hidup”. Hari berganti hari sampai aku lelah dengan akalku sendiri lelah untuk bisa mencintai orang lain lagi. Aku tidak bisa seperti dulu merasakan bahagia bersama orang lain dan benar-benar terasa hampa. Hanya 1 Saja dalam menentukan siapa yang akan ku nikahi yaitu apabila dia berhasil menaklukan hati orang tuaku terutama bapakku. Maka, aku menerimanya sebagai suamiku. Dan akhir ceritnya dia berhasil membuat bapakku suka dan menerimanya menjadi menantunya dan aku pun menerimanya menjadi suamiku. Berawal dari rasa tidak cinta dan sekarang aku sadar aku salah bila tidak mencintai suamiku sendiri yang sekarang luar biasanya akan semua yang dia miliki imanya serta akhlaknya. Kisah Gani harus ku tutup dan harus ku kubur, namun sosok Gani tidak akan terganti. Gani akan tetap menjadi orang yang terbaik ku kenal, Gani akan tetap menjadi lelaki terbaik yang memberikanku arti menjadi “Wanita berharga” wanita yang harus menjaga dirinya dan Gani sekarang hanyalah kisah hidupku tidak untuk ku bawa dipernikahanku lagi. terima kasih Gani. Dirimu sekarang hanya menjadi kisahku dihari lalu namun membawa kebaikan pada hari ku selanjutnya. Aku belajar untuk tidak egois Gani. Dan kamu tahu Gani sekarang orang tuaku dapat menciumku setiap saat kapan pun dia mau, dia dapat memeluk aku kapan pun jika dia rindu. Dan dapat mengajakku jalan-jalan dengan mobil gagahnya disaat dia ingin liburan serta kamu pasti bangga Gani bahwa aku dapat membawa mereka ke tanah suci bersama suamiku. Lihat Gani aku sekarang menjadi anak kebanggaan mereka walaupun aku hancur dan tidak bisa mencintai orang lain bahkan suamiku sendiri. Namun pada akhirnya suamiku kecewa dengan ku dan memilih untuk berpisah apabila aku masih menyimpanmu dan kenanganmu. Namun Gani kisahmu ini jadi kisah terkahirku. Aku janji tidak akan ada episode tentang dirimu lagi. Ini adalah kisah terkahirmu yang ku tulis dan sekarang aku akan menulis kisah indahku yang akan ku bangun bersama suamiku. meminta kesempatan terhadap suamiku. Aku barjanji akan mencoba mencintainya dan membangun kembali rumah tangga kami yang hampir karam. Aku meminta 1 kali kesempatan dan aku akan memperjuangkan dia. Aku tidak ingin lagi jadi pecundang yang tidak mau memperjuangkan orang, kali ini Gani. Aku akan memperjuangkan seseorang lagi dan aku akan mencintainya perlahan aku yakin suatu saat rasa itu tumbuh dan aku akan menjaga rumah tangga kami. Karena mengenalmu adalah bagian takdirku dan mempertahankan rumah tanggaku adalah kewajibanku sebagai istri. Dan pilihan yang dia beri adalah keputusan terbaik suamiku berikan untukku. Aku lega walau hanya sebuah cerpen namun aku bisa jujur terhadap isi hatiku dan aku bersyukur sekarang berani jujur setelah sudah 6 tahun ku pendam. Sekarang aku melepasmu sebagai seorang terbaik yang telah menjadi guruku. Semoga kami diberikan anak-anak saleh dan soleha serta menjadi suami terbaik buat istrimu. Dan istrimu adalah orang yang sangat beruntung bisa memilikimu dan bisa mendapatkan mu tidak seperti aku sedangkan sekarang aku bersyukur mendapatkan suami seperti dia Gani.kita sekarang bahagia dengan jalan kita masing-masing dan terimakasih sekali lagi untuk semuanya. terima kasih Gani untuk cinta mu yang pernah semurni itu dan kata terkahirku Maaf aku menjadi wanita pecundang, Maaf Gani kisah lalu yang begitu membuatmu sakit. Akhirnya diantara kita tidak akan ada lagi yang saling melukai bahkan melukai perasaan orang tua. tidak orang tua kamu Gani dan Tidak pula orang tuaku dengan rasa khawatir bahwa anaknya akan berhenti bekerja dan sekarang aku sadar jalan yang Allah SWT Berikan adalah jalan yang benar dan terbaik untuk aku berubah menjadi wanita yang bisa banggakan kedua orang tua. aku akan tetap menjadi Ilmi


Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar