Putri Beras Hitam Love Story
Drama
Beberapa orang pelayat di pemakaman Pak Tani Mahadewa Soetjokro, seorang Juragan Beras asal Desa Dewi Padi ternyata ada yang tak dikenal oleh putri sulungnya, Putri Beras Hitam. Sebagian dari orang-orang itu menutupi wajahnya dengan kain, sehingga hanya terlihat kedua mata tajam yang seolah memantau setiap gerak Sang Putri. Belum lagi bapak-bapak petani bercaping yang sebetulnya asing di matanya. Bagaimana mungkin Sang Putri tak mengenali? Hampir setiap hari, sedari kecil, dia menemani ayahnya menanam dan memanem padi di sawah terbesarnya di Desa Dewi Padi.
“Putri Beras Hitam, maafkan jika saya mengganggu,” sapa seorang tetangga kepada ...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Putri Beras Hitam Love Story
Silvarani
Novel
PRECIOUS (Setiap Detik Berharga)
Ambar MF
Flash
Diujung Sana
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Angan di Yomitan
MAkbarD
Flash
Sebuah Keraguan
Anisah Ani06
Flash
Degradasinya Santos
Nuel Lubis
Novel
Vengeance
Ria Rahmawati
Novel
KURANJI LANTANG
Airin Ahmad
Flash
Lingkaran Kecil
Muhammad Yunus
Flash
Dialog Kematian
SIONE
Novel
My Idiot Husband
Defa Riya
Flash
Percakapan di Atas Gedung
Cheri Nanas
Flash
FALL
Rama Sudeta A
Novel
Eternity
bintaro bastard
Novel
Misogini
Elisabeth Purba
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Putri Beras Hitam Love Story
Silvarani
Flash
Bronze
Zigot Maryam
Silvarani
Flash
Bronze
Kala Sains Sebatas Pratikum Politik
Silvarani
Flash
Bronze
Pembunuhan dibalik Truk Tengah Hutan
Silvarani
Flash
Bronze
Four Boots in Texas
Silvarani
Flash
Bronze
Terus Terbang
Silvarani
Flash
Bronze
Tiga Rasa Almond
Silvarani
Flash
Bronze
Lipstick on My Mirror
Silvarani
Flash
Bronze
Girl Talk
Silvarani
Flash
Bronze
Cincin Mahar Saturnus
Silvarani
Flash
Bronze
Persidangan Khayangan Jaka Tarub
Silvarani
Flash
Bronze
Tokyo Illumination
Silvarani
Flash
Bronze
Cinta Sebatas Goresan Tinta
Silvarani
Flash
Bronze
Sahur di Taman Lawang
Silvarani
Flash
Bronze
Cinta Empat Musim
Silvarani