Nafas Terakhir Uma
Drama
Dua hari menjelang Idul Fitri, matahari Kota Serang terasa begitu terik meski Ramadan hampir usai. Aida sedang melipat mukena yang baru ia setrika. Bau kain hangat bercampur wangi pengharum pakaian memenuhi ruangan.
Telepon di atas meja makan berdering, nama “Aidin” muncul di layar.
“Assalamu’alaikum, Kak…” suara di seberang terdengar pelan.
“Wa’alaikumussalam, Din. Ada apa?” tanyanya tanpa basa-basi, karena ia yakin, Aidin menelepon...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Nafas Terakhir Uma
arunika sekar
Novel
#PARE(tidak)JAHAT
Ilma Wahid
Novel
Wo Ai Ni "Novel"
Herman Siem
Novel
Waktunya untuk serius
Uswatun Hasanah
Novel
Mission 98
Rahma Pangestuti
Novel
Suami yang Kurindukan
Endang Wiji Astuti
Komik
Prabhasvara
Billy Yapananda Samudra
Cerpen
Tiga tangan di balik setir
Ahmad Wahyudi
Skrip Film
Remuk
Rere Valencia
Flash
Pelecehan Verbal
Gia Oro
Flash
Tangga menuju surga
Ika nurpitasari
Novel
Namaku Pingku
Gita Sri Margiani
Flash
Breastfeeding Meeting
Silvarani
Cerpen
Bisma dan Abimany
Bisma Lucky Narendra
Novel
CERITA HUJAN KOTA KEMARAU
KUMARA
Rekomendasi