Disukai
1
Dilihat
4,933
Mahakarya Terakhir
Thriller
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Sudah kulampiaskan seluruh emosi ke dalam kanvas di depanku, tetapi tak mampu lagi bagiku membuatnya indah. Imajinasi yang selama ini kupunya telah pergi entah ke mana. Aku putus asa. Menderita setengah mati. Bagaimana bisa kusebut diriku pelukis, apabila tak mampu lagi menciptakan estetika?

Kulempar kuas sekenanya, menyambar botol anggur merah dan duduk bersandar di sudut ruangan. Kusesap anggur yang ternyata tinggal satu tegukan. Aku memaki, lalu mencampak botol. Suara pecahnya terdengar merdu. Aku tertawa miris. Ternyata jalan hidup yang selama ini kupilih, yang membuatku sampai ke puncak kejayaan, justru membawaku jatuh ke dalam lubang kesengsaraan.

Semuanya terjadi sekitar satu tahun yang lalu, setelah aku mengadakan pameran terbesarku. Saat itu, aku terlena a...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Rekomendasi