Disukai
1
Dilihat
26
Lentera Cinta Luna
Romantis
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Awal September mendung masih menyelimuti sebagian kota Denpasar Timur. Sekumpulan awan kehitaman saling membentuk koalisi, beberapa diantaranya saling beradu menciptakan pekikan keras dari petir yang tiada henti.

Siang itu, aku terduduk di sebuah halte depan sekolah swasta tempatku menuntut ilmu. Mataku tidak hentinya mengamati sekian banyak orang yang berlalu-lalang. Mulai dari kendaraan beroda dua sampai kendaraan beroda empat melewati jalan raya. Tidak jarang beberapa kendaraan mewah melewati halte. Sudah satu jam lebih dari waktu pulang sekolah, namun enggan rasanya untuk beranjak dari sini.

"Hmmm..." 

Sesekali hembusan napasku terasa berat, masih bimbang memutuskan segera pulang ke rumah atau sekedar berjalan-jalan di sekitar sekolah. Kembali tanganku merogoh ponsel dalam saku rok sekolah, memandangi foto yang menjadi wallpaper ponsel mungil ini –sebuah foto lama di mana terdapat aku, Ayah dan juga Ibu tersenyum lebar.

"Menyedihkan ya?" tanyaku entah kutujukan ke siapa.

Seandainya saja Ayah atau Ibu menghubungi ponselku sudah pasti aku akan beranjak dari sini. Sayangnya, hal itu tidak akan pernah terjadi karena mereka terlalu sibuk di dalam dunia merek...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi