Kali ini pun ia datang. Dengan atasan kotak-kotak hijau dan putih, juga rok selutut putihnya. Pakaian yang ia kenakan sekitar dua minggu lalu. Sama persis. Hanya saja, sepertinya gadis itu sedikit mewarnai rambut pirangnya dengan sedikit warna merah muda yang manis.
Mula-mula, ia letakkan tas miliknya di atas meja, kemudian ia akan datang padaku, dan mulai memesan. “Kali ini pesan apa, Nona? Tiramisu dan air putih dengan es atau Japanese cheesecake dan teh rosella tanpa gula?” tanyaku begitu ia sampai di depan meja kasir.
Si tuan putri tampak terkejut. Matanya melebar lebih dari biasanya, mulutnya menganga. Dan kemudian, alisnya bertaut bingung dengan bibirnya yang sedikit ia manyunkan. Tampaknya, kebiasaan lama susah hilang meski ibunya sering memperingatinya akan hal itu.
“Sudah tiga hari aku tidak datang, tapi Kau masih ingat?” tanyanya dengan nada yang sedikit melengking. Diberikannya sejumlah pesanan dan uang. Kucatat pesanannya dan berikan uang kembalian.
“Hanya tiga hari. Kau sudah datang selama hampir dua bulan di kafe kecil ini” aku berjalan menuju rak cangk...