Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
Bagi Aditya, hidup adalah barisan angka dan prosedur tetap. Sebagai Ketua OSIS, dunianya hanya mengenal hitam dan putih semuanya harus presisi, disiplin, dan logis. Tidak ada tempat untuk kesalahan, apalagi untuk sesuatu yang tidak beraturan.
Lalu datang Raya.
Murid pindahan yang membawa "kekacauan" dalam bentuk palet warna. Raya adalah gadis yang melihat dunia sebagai kanvas besar dia bicara tentang gradasi langit saat Aditya bicara tentang hukum fisika. Dia melanggar aturan hanya untuk melihat Aditya mengerutkan dahi.
Saat sebuah proyek sekolah memaksa sang "Robot OSIS" dan si "Gadis Pelukis" bekerja di bawah atap yang sama, logika Aditya mulai goyah. Di antara aroma kopi, goresan pensil, dan hujan sore hari, Aditya menyadari satu hal:
Beberapa warna tidak butuh rumus untuk terlihat indah, dan beberapa rasa tidak butuh izin untuk tumbuh.
Lalu datang Raya.
Murid pindahan yang membawa "kekacauan" dalam bentuk palet warna. Raya adalah gadis yang melihat dunia sebagai kanvas besar dia bicara tentang gradasi langit saat Aditya bicara tentang hukum fisika. Dia melanggar aturan hanya untuk melihat Aditya mengerutkan dahi.
Saat sebuah proyek sekolah memaksa sang "Robot OSIS" dan si "Gadis Pelukis" bekerja di bawah atap yang sama, logika Aditya mulai goyah. Di antara aroma kopi, goresan pensil, dan hujan sore hari, Aditya menyadari satu hal:
Beberapa warna tidak butuh rumus untuk terlihat indah, dan beberapa rasa tidak butuh izin untuk tumbuh.
Premis
"Seorang Ketua OSIS yang perfeksionis dan hidup berdasarkan aturan (Aditya) terpaksa harus mengawasi murid pindahan yang artistik dan ceroboh (Raya). Namun, saat ia mencoba menertibkan dunia Raya yang penuh warna, ia justru menyadari bahwa logikanya yang kaku tidak cukup untuk menjelaskan debar jantung yang muncul setiap kali mereka bersama."
Pengenalan Tokoh
Aditya adalah definisi dari kesempurnaan yang kaku. Sebagai Ketua OSIS SMA Garuda, hidupnya diatur oleh jam tangan analog dan buku saku peraturan. Baginya, sekolah adalah tempat untuk prestasi dan kedisiplinan, bukan untuk hal-hal yang tidak terukur seperti perasaan atau seni yang "berantakan".
Segalanya berubah saat Raya, seorang siswi pindahan dengan noda cat di seragamnya, masuk ke radar Aditya. Raya adalah antitesis dari semua yang Aditya percayai. Dia sering terlambat, lupa memakai dasi, dan lebih memilih menatap gradasi langit senja daripada mendengarkan pidato kedisiplinan di lapangan.
Pertemuan mereka dimulai dengan surat peringatan, namun berubah menjadi kerja sama paksa saat sekolah mengadakan festival seni tahunan. Aditya harus memastikan anggaran dan jadwal berjalan presisi, sementara Raya menjadi koordinator artistik yang bekerja berdasarkan intuisi dan mood.
Di sela-sela perdebatan tentang "efisiensi vs estetika" dinding pertahanan Aditya mulai retak. Raya tidak hanya membawa warna ke dalam buku catatan Aditya yang pucat, tapi juga mengajarkannya bahwa ada keindahan dalam ketidakteraturan. Namun, saat Aditya mulai belajar cara "melepaskan kendali", sebuah rahasia tentang alasan Raya berpindah sekolah muncul ke permukaan, menguji apakah logika Aditya cukup kuat untuk menghadapi kenyataan yang tidak bisa ia selesaikan dengan rumus.
Ini bukan sekadar cerita tentang si pintar dan si pemberontak, tapi tentang bagaimana dua frekuensi yang berbeda belajar untuk menciptakan harmoni yang indah.
Segalanya berubah saat Raya, seorang siswi pindahan dengan noda cat di seragamnya, masuk ke radar Aditya. Raya adalah antitesis dari semua yang Aditya percayai. Dia sering terlambat, lupa memakai dasi, dan lebih memilih menatap gradasi langit senja daripada mendengarkan pidato kedisiplinan di lapangan.
Pertemuan mereka dimulai dengan surat peringatan, namun berubah menjadi kerja sama paksa saat sekolah mengadakan festival seni tahunan. Aditya harus memastikan anggaran dan jadwal berjalan presisi, sementara Raya menjadi koordinator artistik yang bekerja berdasarkan intuisi dan mood.
Di sela-sela perdebatan tentang "efisiensi vs estetika" dinding pertahanan Aditya mulai retak. Raya tidak hanya membawa warna ke dalam buku catatan Aditya yang pucat, tapi juga mengajarkannya bahwa ada keindahan dalam ketidakteraturan. Namun, saat Aditya mulai belajar cara "melepaskan kendali", sebuah rahasia tentang alasan Raya berpindah sekolah muncul ke permukaan, menguji apakah logika Aditya cukup kuat untuk menghadapi kenyataan yang tidak bisa ia selesaikan dengan rumus.
Ini bukan sekadar cerita tentang si pintar dan si pemberontak, tapi tentang bagaimana dua frekuensi yang berbeda belajar untuk menciptakan harmoni yang indah.
Sinopsis
Disukai
0
Dibaca
26
Tentang Penulis
sela dahyanti
-
Bergabung sejak 2026-03-05
Telah diikuti oleh 9 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Romantis
Novel
A3
Desti faujiah
Novel
CINTA 1/2 MATENG
Jessy Anggrainy Rian
Skrip Film
Logika Dan Lukisan Langit
sela dahyanti
Cerpen
Emo Roastery
awod
Novel
Mawar Merah
Revalina Imanuela Kus Pratomo
Novel
THE SHIP & THE LIGHTHOUSE
Jessamine
Cerpen
Something in "jakarta"'
Muhammad Rafi'i
Cerpen
LAGU YANG TAK JADI SELESAI
glowedy
Novel
Menghitung Hari Dalam Isolasi
Rahellya
Novel
Keenan & Bella
Novia rohmawati
Novel
Work From Bali
Fayye Arsyana
Novel
The Mint Heart
Bentang Pustaka
Novel
Mencari Jejak Bunda
Afin Nur Fariha
Novel
My Suspicious Neighbour
Serenade18
Novel
Kita yang Dipaksa Mati Berkali-kali
Adel Yuhendra
Rekomendasi