Cowok Dari Masa Depan
14. ROMANTIKA BIMBEL

68.INT. RUANG KELAS BIMBEL - DAY

Maya dan Abid sedang duduk di kelas yang masih belum dimulai. Dua anak lain masih berdiri ataupun duduk di atas meja, berhubung guru belum masuk kelas.

MAYA

Ulangan matematika kemarin dapat berapa?

ABID

Delapan.

MAYA

Wesss... Gue kemaren cuma 6. Pak Bono kejem banget deh.

ABID

Ya kemaren kan kebetulan soalnya beda aja sama yang kita pelajarin di sini.

Maya menatap Abid yang sedang merapikan buku.

MAYA

Mmmm... Bid... Besok jadi kan belajar bareng?! Gue udah bikin ringkasannya nih.

ABID

Boleh. Jam 2 kan? 

Maya mengangguk dan tersenyum. Wajahnya terlihat sangat cantik di bawah sinar senja yang menyusup masuk dari jendela.

Abid tertegun melihatnya.

MAYA

Kenapa, bid?

Muka Abid memerah.

ABID

Ngga, ngga papa.

Maya seperti hendak menanyakan lagi, tetapi guru bimbel masuk, dan mereka mulai fokus ke beliau.

Abid melirik ke arah Maya lagi. Maya tak menyadarinya.


69.EXT. DI BAWAH POHON RINDANG - DAY

Abid dan Maya sedang duduk di tanah sambil membaca buku masing-masing.

MAYA

Pada tahun 1977 diadakan KTT di Bali. Dihadiri oleh siapa saja?

ABID

Mmmm... Malaysia, Laos, Vietnam...

MAYA

(mengkoreksi)
Vietnam selatan...

ABID

Emang ada Vietnam selatan?

MAYA

Ini tulisannya begitu.

ABID

Oke. Vietnam selatan, Jepang, Korea...

MAYA

Korea selatan.

Abid menekuk bibirnya, merasa disalahkan terus.

MAYA (CONT’D)

Ini tulisannya begitu, Bid...

ABID

Ah auk ah... Siapa lagi yang laennya?

MAYA

Filipina, Thailand, Singapura, Selandia Baru, dan Australia.

ABID

Bukannya Australia selatan?

Maya tersenyum geli.

Abid bersandar di pohon besar itu.

ABID (CONT’D)

Ah susah juga ya.

Maya tersenyum. Abid meletakkan bukunya. Maya pun menirunya.

Abid memandangi pohon besar tempat mereka berteduh itu.

ABID (CONT’D)

Lo bilang, lo suka duduk sendirian di sini, May? Kenapa?

MAYA

Adem aja. Dan deket dari rumah. Kalo nyokap gue nyariin, bisa langsung teriak.

Maya melihat ke arah rumahnya.

ABID

Emang lo gak serem, apa?

MAYA

Serem kenapa?

ABID

Emang lo ga pernah denger ada cerita-cerita mistis soal pohon ini?

Maya menggelengkan kepalanya.

ABID (CONT’D)

Masa sih?

MAYA

Beneran. Cerita apaan sik?

ABID

Kayaknya ini kejadian pas lu belum pindah ke mari deh. Waktu gue SD, ada yang bilang, dulu ada cowo sama cewe lagi pacaran di sini, trus mereka ciuman, eh kaga bisa lepas bibir mereka tuh.

MAYA

(terkejut)
Ah yang bener lo?

ABID

Ya... kata orang-orang sih begitu. Sampe harus dioperasi untuk ngelepasinnya.

Maya tertawa geli.

MAYA

Ya tapi kita ga bakalan ciuman di sini, kan?! Jadi ya ga apa-apa dong nongkrong di sini?!

Maya tersenyum menatap ke depan. Sedangkan Abid tersenyum sambil memandangi bibir Maya. Kemudian Abid membasahi bibirnya sendiri.

ABID

Masih untung mereka cuman ciuman ya. Coba kalo lebih dari itu. Gimana misahinnya tuh?

Maya menoleh dan memandang aneh ke arah Abid sambil setengah tersenyum setengah menganga. Diambilnya buku pelajaran yang tergeletak di tanah dan dipukulkannya ke kepala Abid.

MAYA

Jorok lu dasar... Pikiran lo itu loh...

Abid dan Maya tertawa-tawa.


70.EXT. DEPAN RUMAH TANTE SUSAN - NIGHT

Abid berjalan pulang dengan tas nya ketika melewati rumah Tante Susan. Dilihatnya mobil tante Susan terparkir di depan rumah. 

Abid meneruskan perjalanan ke arah rumahnya dan menghilang dari pandangan.

Namun tak lama kemudian, Abid kembali, namun kali ini tidak membawa tas. Sepatunya pun sudah berganti menjadi sandal.

Abid mengintip ke dalam mobil tersebut, namun tidak ada siapa-siapa di dalamnya. Ia menilik ke arah teras tante Susan, namun tidak melihat siapapun.

Dikeluarkannya sebilah pisau berburu dari dalam celananya, dan ditusukkannya ke ban belakang mobil tante Susan dan menghasilkan suara ledakan.

Abid dengan cepat memasukkan kembali pisau berburunya dan berlari secepat mungkin ke arah berlawanan dari rumahnya sendiri.

Tante Susan dan suaminya keluar rumah dan mendapati ban belakang mobilnya pecah.

Mereka memonitor keadaan sekitar dengan wajah ketakutan. Tak ada seorangpun mereka temukan di sekitar situ.


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar