Cowok Dari Masa Depan
5. KARDI THE SPELLER

17.EXT. SMAN 2 - DEPAN WC - MOMENTS LATER

Abid keluar dari WC sambil merapatkan ritsletingnya kembali. Suara keramaian reuni masih terdengar sayup-sayup. 

Tak sengaja pandangan Abid tertuju pada sebuah rumah yang berada di belakang WC. Abid melihat-lihat sekitar. Kemudian memutuskan untuk mendekati rumah itu. 


18.EXT. SMAN 2 - TERAS RUMAH PENJAGA SEKOLAH - CONTINUOUS

Abid tiba di teras sebuah rumah kecil yang dikelilingi beberapa pohon besar yang rimbun. Di depannya ada sebuah kolam ikan yang berwarna hijau keruh. 

Abid berdiri memandangi kolam itu dari tepiannya, ketika sebuah suara menyapanya dari arah rumah itu.

KANG KARDI

Abid?

Abid menoleh ke belakang dan dilihatnya KANG KARDI (70) yang mengenakan sarung dan kaos oblong. Wajah Abid sumringah.

ABID

Kang Kardi?

Abid mendekati Kang Kardi dan memeluknya. Keduanya tertawa.

ABID (CONT’D)

Kang Kardi masih di sini? 

KANG KARDI

(Logat sunda)
Ya masih atuh, Bid. Jaga sekolah ini, udah rekor akang mah.

Keduanya tertawa lagi.

KANG KARDI (CONT’D)

Mangga atuh, calik.

Kang Kardi mempersilakan Abid duduk di kursi bambunya. Keduanya pun duduk.

ABID

Apa kabar, Kang? Udah 20 tahun lebih ya gak ketemu. Akang sehat?

KANG KARDI

Sehat atuh, Bid. Masih kuat akang ge nyapu ngepel seluruh sekolahan ini. 

Keduanya tertawa.

KANG KARDI (CONT’D)

Eh sakedap. Akang lagi bikin air panas di dalam buat kopi. Abid mau ngopi yah?

ABID

Boleh Kang. Terima kasih.

Kang Kardi masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Abid sendiri.


19.EXT. SMAN 2 - LAPANGAN BASKET - MOMENTS LATER

Berbagai kegiatan reuni. Saling sapa, saling canda dan tawa, berfoto selfie, dll.


20.EXT. SMAN 2 - TERAS RUMAH PENJAGA SEKOLAH - MOMENTS LATER

Abid dan Kang Kardi duduk berbincang sambil meminum kopi hitam buatan Kang Kardi.

KANG KARDI

Oh jadi ceritanya teh, Abid dijebak sama Bowie? Dibilang Anita udah cerai, gitu? Hahaha. Emang jahil Bowie dari dulu ya.

Abid tersenyum getir.

KANG KARDI (CONT’D)

Eh. Berarti, Abid teh, masih cinta sama Anita, gitu?

Kang Kardi menyeruput kopinya.

ABID

Ya... Gimana ya? Masih sih, Kang. 
(Beat)
Saya juga heran kenapa saya masih aja keingetan Anita terus sampe sekarang. Kayak gak ada cewe lain aja... Tapi kumaha deui?!

Abid menyeruput kopinya.

ABID (CONT’D)

Kadang saya mikir, coba dulu saya punya waktu lebih banyak untuk pendekatan sama Anita. Pasti saya diterima, Kang. Ngga ditolak mentah-mentah kayak gitu.

KANG KARDI

Loh? Bukannya Abid suka sama Anita udah dari kelas satu?

ABID

Iya sih. Tapi pedekate-nya kayaknya masih kurang lama, Kang. 

Keduanya tertawa kecil dan menyeruput kopinya masing-masing.

KANG KARDI

Tapi kalau ada mesin waktu, Abid mau balik lagi jaman SMA, untuk ngejar-ngejar Anita lagi? 

ABID

Ah... Si Akang, Aya aya wae. Mana ada mesin waktu, Kang.

KANG KARDI

Eeh... Ini teh, seumpama.

ABID

Ya... Mau sih, Kang. Kan lumayan, barang 1 tahun, atau 1 semester aja. Itung-itung refreshing, Kang, dari pekerjaan yang bikin pusing. Hahahaha.

Kang Kardi tidak ikut tertawa bersama Abid. Ia terdiam sejenak.

KANG KARDI

Abid percaya ga, Akang teh sekarang udah sakti. Akang bisa balikin Abid ke masa lalu.

Abid tertawa kecil tak percaya.

ABID

Masa iya, Kang?

KANG KARDI

Iya! Abid mau coba?

Abid berpikir sebentar. Wajahnya setengah heran, setengah lagi meremehkan perkataan Kang Kardi. Abid memutar matanya ke atas dan melanjutkan pembicaraan.

ABID

Okelah. Dicoba.

KANG KARDI

Naah... Sekarang Abid diam dulu. 

Kang Kardi meletakkan tangan kanannya di dahi Abid. Abid keheranan. 

KANG KARDI (CONT’D)

Sekarang Abid mikir. Pikirin mau pindah ke tahun berapa. Sok lah. Pikirin bener-bener.

Wajah Abid yang terlihat meremehkan kemampuan Kang Kardi, menuruti apa yang dimau penjaga sekolah ini. 

ABID

Oke kang.

KANG KARDI

Pikirin terus. Terus. Terus.

Abid menurut saja. Kang Kardi komat kamit. Awalnya tak bersuara. Namun lambat laun terdengar juga apa yang dirapalnya. 

KANG KARDI (CONT’D)

Asihan aing sajatining diri... Bubuka jiwa nu sangsara... Prak geura lumampah, geura balik nyakola deui... Prak geura balik, geura teang jodoh sajati

Text translate: Mantraku sejati dalam diri. Pembuka jiwa yang sengsara. Ayo segera mengembara, segera kembali sekolah lagi. Ayo segera pulang, segera cari jodoh sejati.

Kemudian Ia menyeruput kopi hitamnya dengan tangan kirinya namun tidak ditelan.

Secara tak diduga oleh Abid, Kang Kardi menyemburkan kopi dari mulutnya ke wajah Abid. 

BOOM.

Semua menjadi gelap.

CUT TO BLACK.

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar