Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Disebut Tak Aman untuk Corona, Ini Manfaat Echinacea dan Propolis

Disebut Tak Aman untuk Corona Ini Manfaat Echinacea dan Propolis

INDOZONE.ID - Produk peningkat daya tahan tubuh banyak dicari oleh masyarakat sejak wabah virus corona merebak. Para ahli memang mengatakan virus corona baru sulit menginfeksi orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh kuat. 

Namun belakangan muncul pesan berantai disertai gambar yang mengatakan kontra indikasi dari produk peningkat daya tahan tubuh yang mengandung Echinacea dan Propolis.

Dalam pesan berantai dikatakan, produk peningkat daya tahan tubuh tersebut dapat menyebabkan badai sitokin yang mengakibatkan kematian pada pasien Covid-19. Selain itu dikatakan, kandungan pada produk juga dapat menyebabkan reaksi imun yang berlebihan terhadap virus sehingga bisa merusak organ tubuh. 

Berdasarkan rilis dari SOHO Global Health, pernyataan dari pesan berantai tersebut hoaks dan tidak ada sumber yang jelas dari gambar tersebut. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, DR. (Cand.) dr Inggrid Tania, M.Si. 

Menurutnya, suplemen kesehatan termasuk suplemen herbal yang mengandung Echinacea dan Propolis apabila mempunyai izin edar dari Badan POM telah melalui pengujian keamanan. Dengan begitu, suplemen tersebut secara umum dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Echinacea secara pengalaman empiris telah digunakan selama ratusan tahun oleh masyarakat dunia, terutama masyarakat Barat, untuk memelihara kesehatan, meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan nyeri dan mengurangi gejala common cold atau selesma dan flu, kata dr Inggrid kepada Indozone saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (27/3/2020).

"Berbagai penelitian in-vitro dan praklinis di dunia terhadap Echinacea menunjukkan bahwa Echinacea bersifat anti-inflamas, antioksidan dan imunomodulator berdasarkan scientific evidence," tambahnya.
 

Menyangkut soal propolis, senyawa dari lebah madu tersebut secara pengalaman empiris digunakan masyarakat untuk mengobati luka, luka bakar, sariawan, penyakit herpes labialis dan genitalis.

Berbagai penelitian in-vitro dan praklinis di dunia terhadap Propolis menunjukkan senyawa tersebut bersifat anti-inflamasi, antioksidan, imunomodulator, antivirus, antibakteri, dan antijamur.

"Penelitian dan uji klinis terhadap Propolis menunjukkan perannya sebagai anti-inflamasi terutama pada peradangan gusi dan rongga mulut, juga menunjukkan perbaikan gejala sariawan, herpes labialis dan genitalis serta perbaikan fungsi ginjal pada penyakit ginjal kronis. Walaupun penelitian dan uji klinisnya belum multi-center dan belum melibatkan subjek dalam jumlah besar," ujar dr Inggrid.

Lebih lanjut soal hubungan suplemen peningkat tubuh dengan Covid-19, dr Inggrid menjelaskan jika pada pneumonia akibat virus corona baru terjadi peningkatan mediator pro-inflamasi termasuk IL-6. Hiperinflamasi tersebut berkaitan dengan fatalitas.

Pada gambar hoaks yang beredar dikatakan  Echinacea meningkatkan IL-6. Nyatanya informasi tersebut tidak benar.

"Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa Echinacea menghambat atau menurunkan mediator-mediator pro-inflamasi termasuk IL-6. Sedangkan tentang propolis memang ada inkonsistensi dari hasil-hasil penelitiannya. Namun hingga saat ini belum ada penelitian tentang hubungan antara Covid-19 dengan konsumsi Echinacea dan Propolis. Oleh karenanya penarikan kesimpulan tentang kontra-indikasi Covid-19 terlalu dini, oversimplifikasi, dan jump to conclusion sehingga perlu dihindari," pungkas dr Inggrid.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Komentar