Indozone ID Menulis artikel
@indozone

9 Mitos Tentang Virus Corona yang Tidak Benar Tapi Banyak Dipercaya Masyarakat

9 Mitos Tentang Virus Corona yang Tidak Benar Tapi Banyak Dipercaya Masyarakat

INDOZONE.ID - Dunia memang tengah diguncangkan dengan penyebaran pandemi corona yang berasal dari Wuhan. Selain menelan ribuan korban jiwa, virus ini juga telah menginfeksi ratusan ribu orang.

Mulai dari orang biasa, selebritis terkenal hingga pejabat politik pun tak luput dari serangan virus ini. 

Terlepas dari momok menakutkan tentang virus corona, sebenarnya ada hal yang lebih mengkhawatirkan lagi untuk orang-orang, yaitu informasi tentang virus corona.

Pasalnya, banyak informasi beredar di media sosial, yang tidak terbukti kebenarannya alias hoaks.

Bayangkan saja jika yang menerima informasi tersebut, adalah orang yang enggan menyaring berita lagi. Atau dengan kata lain, mereka menelan bulat-bulat informasi yang disajikan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Tentu hal ini akan menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan bagi orang.

Seorang praktisi medis sekaligus spesialis penyakit infeksi bernama Faheem Younus mengungkapkan sejumlah informasi tentang virus corona yang tak benar adanya, namun banyak berkembang di masyarakat.

1. Corona hilang di musim panas

mitos virus coronaPetugas medis saat menyemprotkan cairan penghilang virus. (REUTERS/Baz Ratner)

Dalam unggahan di akun Twitter-nya, Younus menegaskan bahwa virus corona tidak akan hilang meskipun musim panas berlangsung.

Menurutnya, virus corona bersifat global, bukannya bergantung pada musim di suatu wilayah.

2. Nyamuk bisa menularkan virus corona

mitos tentang coronaIlustrasi nyamuk yang menghisap darah manusia. (pexels/icon0.com)

Pernyataan ini ditentang secara tegas oleh Younus. Ia mengungkapkan bahwa penyebaran virus corona berasal dari sistem pernapasan, bukannya dari gigitan nyamuk yang menghisap darah.

3. Tahan nafas 10 detik berarti tak terinfeksi corona

mitos tentang coronaIlustrasi dokter lakukan pemeriksaan pada pasien. (REUTERS/Ognen Teofilovski)

Younus mengatakan bahwa seseorang yang mempu menahan nafas selama 10 detik dengan nyaman, bukan berarti ia tak terinfeksi virus corona.

Karena, sebagian besar pasien berusia muda yang terinfeksi virus corona bisa menahan nafas selama 10 detik.

4. Seseorang harus menyumbangkan darah untuk dites

mitos tentang virus coronaIlustrasi pengambilan darah. (pexels/Pranidchakan Boonrom)

Beberapa orang mengira bahwa menyumbangkan darah ke bank darah adalah langkah yang tepat, untuk mengetahui hasil tes corona.

Padahal, bank darah tak akan melakukan pengujian dengan menggunakan darah yang disumbangkan.

5. Virus bisa dibunuh saat asam lambung naik

mitos tentang virus coronaPotret warga saat konsultasi dengan dokter tentang virus corona. (REUTERS/Khaled Abdullah)

Banyak orang berpikir bahwa virus corona bisa mati saat terdorong dengan air dan masuk ke lambung, lalu dibunuh oleh asam lambung.

Padahal, virus corona yang masuk melalui tenggorokan bisa menembus ke dalam sel inang, sehingga virus tidak akan mati meskipun disiram air.

6. Menjaga jarak sosial sesuatu yang berlebihan

mitos tentang virus coronawarga terlihat menjaga jarak untuk cegah virus corona. (REUTERS/Mike Segar)

Banyak orang mengira bahwa menjaga jarak atau melakukan social distancing adalah sesuatu yang berlebihan.

Nyatanya, menjaga jarak sosial adalah salah satu cara yang ampuh untuk meminimalisir virus corona.

7. Virus corona sama halnya dengan kecelakaan

mitos tentang coronaSejumlah orang memakai masker untuk cegah virus corona. (REUTERS/Roosevelt Cassio)

Jika ada sebagian orang  yang menganggap bahwa virus corona hampir sama dengan kecelakaan kendaraan, Younus menolak ini dengan tegas

Ia menuturkan bahwa kecelakaan mobil bukanlah suatu kejadian yang menular. Hal ini tentu berbeda jauh dengan virus corona yang menyebar dengan cepat.

8. Hand sanitizer lebih baik daripada sabun dan air

mitos virus coronaIlustrasi orang membersihkan tangan dengan hand sanitizer. (unsplash/Kelly Sikkema)

Younus menegaskan bahwa hand sanitizer tidak sebaik sabun dan air. Artinya, kemampuan sabun dan air dalam membersihkan kuman atau virus corona terbilang lebih baik daripada hand sanitizer.

9. Membersihkan gagang pintu adalah langkah terbaik

mitos tentang coronaIlustrasi orang membersihkan gagang pintu. (8List.ph)

Gagang pintu memang menjadi benda yang kerap disentuh oleh orang-orang. Meskipun begitu, bukan berarti kita harus membersihkan gagang pintu setiap harinya.

Yang harusnya rutin untuk dibersihkan adalah tangan kita. Mencuci tangan akan membuat kita terhindar dari kuman dan virus yang berasal dari benda-benda lain. 

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar