F. W. A. Menulis artikel
@furkoniwa

Ekidna, Satwa Asal Papua Yang Semakin Langka

Ekidna Satwa Asal Papua Yang Semakin Langka

Indonesia memiliki hutan yang sangat luas, tapi masih banyak satwa yang belum di ketahui. Kurang lebih seperti itulah ucapan Gustaf Toto sang Pimpinan Adat Nechiebe.

73983-article-20180120174524.jpg

Pada tanggal 6 Desember 2017 lalu, rombongan dari BBKSDA Papua, Bakti Rimbawan, MMP, dan Masyarakat lokal mengadakan perjalanan ke kampung penyangga cagar alam Cyclops (Kampung Ormu Wari, Distrik Raveni Rara, Kabupaten Jayapura). Yang memiliki tujuan untuk survey identifikasi dan inventariasai keanekaragaman hayati di pegununngan. Tapi, yang menjadi misi pertama adalah pencarian ekidna, mamalia yang bertelur dan termasuk penghuni asli hutan Papua. Keberadaan mamalia ini dianggap unik sekaligus misterius.

Ekidna (Porroglossum echidna) yang tubuhnya seperti landak, tetapi bukan termasuk jenis landak. Ekidna juga termasuk hewan yang terancam punah. Bagi masyarakat setempat, ekidna biasanya dikenal dengan sebutan babi duri. Dimana cara mencari makannya menggunakan tangannya yang digaruk - garukkan kepohon untuk mencari rayap, makanan utamanya. Untuk melacak ekidna sendiri memanglah sangatlah susah karena umumnya ekidna berada dihutan yang cukup tinggi.

Tak hanya mencari tahu mengenai ekidna saja, tim juga melakukan identifikasi keanekaragaman hayati lainnya seperti identifikasi jenis burung, mamalia, reptil, katak, tumbukan paku, anggrek, maupun jenis pohon lainnya.

Untuk ekidna itu sendiri, masyarakat sekitar menganggap hewan itu bukan hanya hewan biasa. Melainkan menganggapnya sebagai satwa keramat yang kedudukannya dihutan layaknya raja. Masyarakat sekitar menganggap bahwa masih ada tempat sakral atau keramat di kawasan hutan Cyclops. Dan memiliki beberapa aturan misalnya untuk tidak bersuara keras atau menciptakan suasana yang gaduh agar tidak mengganggu penghuni hutan Cyclops sendiri.

Masyarakat adat sekitar mengatur agar bagaimana ekidna maupun satwa - satwa yang lainnya yang terancam punah agar dilarang ditangkap oleh siapapun. Masyarakat sekitar juga menerapkan aturan tempat berburu, berkebun ataupun tempat - tempat lainnya yang disakralkan berdasarkan aturan adat didaerah tersebut. Larangan ini juga bertujuan untuk melindungi satwa yang terancam punah akibat perburuan oleh manusia. Semoga bermafaat dan terima kasih.

Sumber: mongabay.co.id, alamendah.org

1
1 none
Komentar