Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Mbah Dirman adalah tuan tanah di sebuah desa. Beliau menurunkan hampir 3 hektar tanah untuk keturunannya. Beliau tidak membedakan keturunan laki-laki dan perempuan, semua dibagi sama rata dengan status hibah. Beliau juga tak lupa memberikan sepetak tanah untuk wakaf musholla desa.
Mbah Dirman selalu berpesan pada anak cucu untuk tidak menjual, karena harga tanah tiap tahun naik, beliau mengantisipasi agar keturunannya memiliki modal utama berupa tanah untuk tempat tinggal mereka nantinya. Betapa mulianya beliau mengatur masa depan keturunannya agar tidak menjadi tuna wisma.
Seiring berjalannya waktu, generasi cucu beliau tidak sepaham dengan pemikiran Mbah Dirman. Zaman sudah beda, pemikiran pun juga beda. Ada beberapa cucu yang memiliki keinginan untuk merantau, maka tanah warisan tersebut pun dijual untuk menjadi modal merantau. Namun siapa sangka, setelah menjual tanah warisan tersebut, modal justru tak berwujud apa-apa malah dipergunakan untuk berobat.
Tak hanya itu, ada juga yang menjual tanah warisan untuk membangun bisnis, tapi gagal juga. Belum balik modal, malah lapaknya mengalami kebakaran hebat, dan terpaksa gali lubang tutup lubang.
Satu pesan bagi ahli waris, hiduplah di jalur lurus tanpa membantah titah leluhur apalagi titah tersebut untuk kebaikan kalian.
Mbah Dirman selalu berpesan pada anak cucu untuk tidak menjual, karena harga tanah tiap tahun naik, beliau mengantisipasi agar keturunannya memiliki modal utama berupa tanah untuk tempat tinggal mereka nantinya. Betapa mulianya beliau mengatur masa depan keturunannya agar tidak menjadi tuna wisma.
Seiring berjalannya waktu, generasi cucu beliau tidak sepaham dengan pemikiran Mbah Dirman. Zaman sudah beda, pemikiran pun juga beda. Ada beberapa cucu yang memiliki keinginan untuk merantau, maka tanah warisan tersebut pun dijual untuk menjadi modal merantau. Namun siapa sangka, setelah menjual tanah warisan tersebut, modal justru tak berwujud apa-apa malah dipergunakan untuk berobat.
Tak hanya itu, ada juga yang menjual tanah warisan untuk membangun bisnis, tapi gagal juga. Belum balik modal, malah lapaknya mengalami kebakaran hebat, dan terpaksa gali lubang tutup lubang.
Satu pesan bagi ahli waris, hiduplah di jalur lurus tanpa membantah titah leluhur apalagi titah tersebut untuk kebaikan kalian.
Tokoh Utama
Bu Safriyah
Atika
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Laili Rachmawati
Seorang ibu rumah tangga yang suka sekali menulis.
Bergabung sejak 2023-05-04
Telah diikuti oleh 14 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 0 kata pada novel
Rekomendasi dari Misteri
Novel
TANAH KERAMAT MBAH DIRMAN
Laili Rachmawati
Novel
MEMORIES
Meria Agustiana
Novel
Alif Lam Mim
Zainur Rifky
Novel
Luka yang tersembunyi
M.varian farhan
Cerpen
Lesung Semringah
Priy Ant
Novel
Superpower - Your Life Is The Price
Alexander Blue
Novel
KKPK Asyiknya outbound
Mizan Publishing
Flash
Anomali
Fajar R
Cerpen
Last Saturday
Elkanara K.
Cerpen
Pencuri Waktu (III)
Penulis N
Novel
Uri, Suatu Hari di Ruang Bersalin
Ravistara
Flash
Sera Alyana
Haris Hidayat
Cerpen
LOVE is LINTRIK
Citra Rahayu Bening
Novel
Bird Box
Noura Publishing
Flash
Di Balik Dinding
Omius
Rekomendasi