Sedang Berlangsung
12 Disukai
1.1k Dibaca

Seusai Reda

Penulis : Siti Ulumiah
Favorit
Gratis
QR Code
Bagikan
Blurb
Kisah seorang perempuan yang bernama Ranum Almaniza berusia 21 th, ia mahasiswa di Universitas Pakuan Bogor, seharusnya ia sudah semester 6, tetapi karena ia sempat mengalami pembullyan, membuatnya depresi sehingga cuti kuliah sampai akhirnya ia pun memutuskan masuk kuliah lagi pada tahun 2016 dan mengulang dari semester 2. Kini ia sudah semester 4 dan menjadi sekretaris di Himpunan Sastra Indonesia. Ia bersama teman-temannya sedang sibuk mengatur acara penyambutan mahasiswa baru. Sehingga jadwalnya padat, mulai dari kuliah, dan rapat. Kesibukkannya itu dinikmati oleh perempuan bertubuh mungil ini, sebab sang ketua himpunan yang diam-diam ia kagumi, membuatnya bersemangat. Ya, ia Sabian Aji Pangestu, si laki-laki tinggi, putih dan berwajah rupawan itu telah membuatku berhasil melupakan mantan kekasih yang sangat sulit ia lupakan, saat SMA, meskipun ia belum tahu cintanya disambut atau tidak. Perempuan berkacamata ini begitu senang dengan keheningan, memiliki dunianya sendiri, selalu berdialog dengan dunianya dirinya sendiri dan menciptakan khalayan di kepalanya bak kenyataan. Ia menyimpan banyak luka di hatinya. Selain luka akibat pembullyan secara verbal, karena sikapnya yang irit bicara dan sulit merangkai kata dalam bentuk suara, dan fisiknya yang tidak ideal, tubuh pendek, kulit sawo matang, mata sipit, bibir tebal, dan hidung pesek membuatnya menjadi sasaran empuk untuk di-bully. Ranum berasal dari keluarga yang kurang hangat, tidak ada bahasa cinta melalui kata-kata dan perbuatan. Mamah dan Bapaknya irit bicara juga, terutama Mamanya yang begitu gengsi untuk menampakkan kasih sayangnya. Sedang Bapaknya meskipun kata-katanya juga sedikit, ia masih mau menampakkan kasih sayangnya melalui prilaku. Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang teraman dan ternyaman, terasa asing baginya. Keluarga yang beranggotakan 8 ditambah 2 orang baru, istri kakaknya beserta anaknya ini belum mampu membuat suasana rumah hangat baginya. Tidak ada sesi mencurahkan isi hati, terasa numpang makan dan tidur saja. Begitu kosong dan tak bermakna. Maka dari itu perempuan asli Sunda ini mencoba mencari kebahagiaannya di luar, mengharapkan kasih sayang dari laki-laki yang bisa menyembuhkan lukanya, tidak hanya menjadi payung di saat hujan datang, tetapi tetap ada ketika hujan mulai reda.
Tokoh Utama
Ranum Almaniza
Imperfection
I Want You, Uncle
Moodboster(Dipindahkan di aplikasi webnovel)
Integritas
My Twenty
Meet you at 0,001% Chance
Simulakrum
Customer Sharelove
Trouble
Anonymous Code
Rekomendasi
Stress
DEOLLA
Writing is My First Love
War of Love
Bes: Son of Science
Writing is My First Love
Para Joki
She
Philophobia
28 Maret