Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Jatuh cinta itu fitrah manusia. Kalau ada yang mencintaiku karena aku cantik maka itu haknya. Ia tidak salah bahkan jika ia mengucapkannya kepadaku. Terlebih jika aku pun suka dengannya karena ia ganteng, itu juga hakku. Aku masih berhak mencintai yang belum punya pasangan.
Aku bakal respon kok. Aku khawatir aja dibilang sombong, disangka aku telah punya cowok padahal nyatanya belum punya. Pernah ada tapi cowokku malah selingkuh. Aku respon yang suka padaku iya, tapi jika aku dianggap memberinya harapan aku si nggak mau, aku belum siap untuk diharapkan.
Jika aku disebut sana-sini mau karena aku merespon siapa saja yang suka padaku, bisa jadi kamu salah, bisa jadi aku benar. Merespon kan tidak harus mengiyakan semuanya, merespon kan tidak harus menjalin hubungan dengan semuanya atau pun salah satunya. Merespon juga tidak harus merendahkan pandangan orang terhadapku, sewajarnya saja kan bisa?! Bukan berarti karena aku kesepian juga tapi apa salahnya sedikit peduli, hanya yang nyaman yang akan mampu masuk ke relung hati.
Disebut tak setia? Ukuran setiap menurut anda seperti apa? Tidak boleh lagi menggerakkan kedua jempol tangan membalas lebih dari satu orang? Bukankah itu telah mengikat? Bukan kah hal itu telah mengekang? Kenapa bicara setia sedangkan aku tidak ada hubungan dengan siapa-siapa? Bagaimana kalau hatinya saja dijaga sedangkan jempolnya tetap bisa lebih dari satu arah?
Toh yang menyatakan perasaan belum punya pasangan. Toh belum tentu siapa yang bakal jodoh. Aku si tidak mau merebut kebahagiaan orang lain, tidak mau dijadikan harapan orang lain. Aku masih ingin fokus kepada tujuanku, mengejar pendidikan lebih tinggi, karir yang cemerlang dan menbahagiakan kedua orang tua. Serta kelak bisa hidup bahagia dengan orang pilhanku.
Maka ketika ada yang menyatkan perasaan, maaf itu termasuk mengganggu fokusku. Jangan salahkan jika penolakanku membuat semunya jadi kelu. Confess-mu mending ditahan dulu.
Jatuh cinta boleh, menyatakan perasaan boleh saja, tapi diajak saling berharap, nanti dulu keknya. Sekali lagi, maafin aku yaa.
Aku bakal respon kok. Aku khawatir aja dibilang sombong, disangka aku telah punya cowok padahal nyatanya belum punya. Pernah ada tapi cowokku malah selingkuh. Aku respon yang suka padaku iya, tapi jika aku dianggap memberinya harapan aku si nggak mau, aku belum siap untuk diharapkan.
Jika aku disebut sana-sini mau karena aku merespon siapa saja yang suka padaku, bisa jadi kamu salah, bisa jadi aku benar. Merespon kan tidak harus mengiyakan semuanya, merespon kan tidak harus menjalin hubungan dengan semuanya atau pun salah satunya. Merespon juga tidak harus merendahkan pandangan orang terhadapku, sewajarnya saja kan bisa?! Bukan berarti karena aku kesepian juga tapi apa salahnya sedikit peduli, hanya yang nyaman yang akan mampu masuk ke relung hati.
Disebut tak setia? Ukuran setiap menurut anda seperti apa? Tidak boleh lagi menggerakkan kedua jempol tangan membalas lebih dari satu orang? Bukankah itu telah mengikat? Bukan kah hal itu telah mengekang? Kenapa bicara setia sedangkan aku tidak ada hubungan dengan siapa-siapa? Bagaimana kalau hatinya saja dijaga sedangkan jempolnya tetap bisa lebih dari satu arah?
Toh yang menyatakan perasaan belum punya pasangan. Toh belum tentu siapa yang bakal jodoh. Aku si tidak mau merebut kebahagiaan orang lain, tidak mau dijadikan harapan orang lain. Aku masih ingin fokus kepada tujuanku, mengejar pendidikan lebih tinggi, karir yang cemerlang dan menbahagiakan kedua orang tua. Serta kelak bisa hidup bahagia dengan orang pilhanku.
Maka ketika ada yang menyatkan perasaan, maaf itu termasuk mengganggu fokusku. Jangan salahkan jika penolakanku membuat semunya jadi kelu. Confess-mu mending ditahan dulu.
Jatuh cinta boleh, menyatakan perasaan boleh saja, tapi diajak saling berharap, nanti dulu keknya. Sekali lagi, maafin aku yaa.
Tokoh Utama
Qiezha Tianzhi Xianlun
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
4
Dibaca
245
Tentang Penulis
Daud Farma
اhttps://s.shopee.co.id/3LOUIm3ccK
للهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 1,294 pengguna
Sudah memublikasikan 25 karya
Menulis lebih dari 464,270 kata pada novel
Rekomendasi dari Religi
Novel
SEPULUH MAYAM SEPULUH JUTA
Daud Farma
Novel
Menemukan Soulmate Pilihan Allah
Noura Publishing
Flash
BATAS SUCI
Muhammad Yunus
Novel
Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (Republish)
Bentang Pustaka
Novel
Sebab Bahagia Itu Mudah
Mizan Publishing
Novel
Slilit Sang Kiai
Mizan Publishing
Novel
Kupinang Dirimu Dengan Cinta
Imajinasiku
Novel
Dari Allah Menuju Allah
Noura Publishing
Novel
Berhenti
Wara Cempaka
Flash
Aku Ini Hanyalah Titisan Adam
Bisma Lucky Narendra
Novel
Islam Sejati, Islam dari Hati
Noura Publishing
Novel
SELEPAS AKAD DENGANMU
Lail Arrubiya
Cerpen
Undangan Misterius Kazumi Untuk Hiroshi
Hadis Mevlana
Novel
Takdir Allah Tak Pernah Salah
Mizan Publishing
Skrip Film
Guru Ngaji
Eko S. Ayata
Rekomendasi
Novel
SEPULUH MAYAM SEPULUH JUTA
Daud Farma
Novel
Thawiyyah
Daud Farma
Cerpen
Bronze
Gamilah Giddan
Daud Farma
Flash
Bronze
Bersama Al-Aqsa
Daud Farma
Novel
Bronze
Kamukah Jodohku?
Daud Farma
Cerpen
Bronze
Iyyaki Hubbi
Daud Farma
Flash
Bronze
Ibu Merindukanmu
Daud Farma
Flash
Bronze
Kata Penyemangat!
Daud Farma
Flash
Bronze
Paling Bahagia di Hari Raya
Daud Farma
Novel
IYYAAKI HUBBII
Daud Farma
Novel
Bronze
SENJA DATANG AYO PULANG
Daud Farma
Cerpen
Bronze
Terima Kasih Pernah Singgah Di Hati
Daud Farma
Flash
Bronze
Khayalan Pembaca Ayat-Ayat Cinta
Daud Farma
Cerpen
Bronze
Happy Birth Day Our Queen
Daud Farma
Flash
Dua Ribu Rupiah Hadiah Surga?
Daud Farma