Novel
Genre → Drama
Sang Surya dan Doa Yang Tertinggal di Laut
Oleh Oktonawa
Mulai membaca
Berlangsung
Gratis untuk dibaca
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Zuhal melarikan diri dari kemewahan rumahnya yang dingin di ibu kota dengan memilih desa pesisir terpencil, Sadranan, sebagai lokasi Kuliah Kerja Nyata Mandiri. Berbekal keangkuhan akademis kelas menengah, ia mengira dapat dengan mudah mengubah desa tersebut. Namun, lautan memiliki aturannya sendiri.

Setiap senja, di atas batu karang hitam yang dihantam ombak ganas, berdiri sesosok bocah tujuh tahun bernama Surya. Ia tidak pernah menangisi nasib. Bocah itu datang membawa bungkusan kertas lusuh berisi daun tembakau kering. Itu bukan sekadar benda mati, melainkan sebuah sogokan mutlak untuk Samudra Hindia. Surya mengimani bahwa tembakau tersebut adalah bahan bakar penuntun agar sang bapak—nelayan yang ditelan badai—bisa menyalakan api dan melihat jalan pulang dari gelapnya dasar lautan.

Di saat sang ibu, Mbok Inah, memutilasi masa mudanya demi memikul beban keluarga di atas kepala , Surya bertarung melawan takdir yang merenggut tiang rumahnya. Mampukah segenggam tembakau meruntuhkan keangkuhan maut? Dan sanggupkah Zuhal, yang terlahir dengan jiwa busung lapar akan kasih sayang, bertahan menyaksikan heroisme brutal dari sebuah keluarga miskin yang menolak untuk hancur?
Tokoh Utama
Zuhal
Surya
Mbok Inah
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
1
Dibaca
6
Tentang Penulis
Oktonawa
Nulis dari 2019, awalnya cuma buat pelarian. Lama-lama malah jadi cara gue buat ngerti diri sendiri.

Nggak pernah sekolah sastra, nggak punya gelar keren. Cuma seneng banget ngulik karakter yang rusak, dunia yang absurd, dan kalimat yang berisik tapi jujur. Puitis itu bukan kata, itu rasa.

Suka genre thriller psikologis, spionase, sama yang nuansanya gelap dan bikin mikir.
Nulis bukan karena merasa paling bisa, tapi karena nggak bisa nggak nulis. Dalam gelap, mata terpejam, adalah moment terbaik dan untuk masuk ke dunia Imajinasi.

Gue juga gak bisa nulis selain dari sudut pandang orang pertama, karena gue sadar. Ini kelemahan, tapi gue perdalam gimana caranya biar jadi sebuah kelebihan.
Bergabung sejak 2025-06-07
Telah diikuti oleh 73 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 44,090 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi