Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Semua orang percaya bahwa senja selalu datang setelah sore. Begitu pula dengan Senja dan Sore.
Sejak kecil, mereka tumbuh bersama. Bermain di halaman yang sama, saling menguatkan saat salah satu terluka, dan mengukir janji sederhana bahwa mereka akan selalu berjalan berdampingan. Kedekatan mereka begitu melekat hingga siapa pun mengenal mereka sebagai dua anak yang tak pernah terpisahkan. Di mana ada Sore, di sana ada Senja. Di mana ada Senja, di sana pasti ada Sore.
Memasuki bangku SMA, persahabatan itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Senja menyadari bahwa perasaannya kepada Sore bukan lagi sekadar kasih seorang sahabat, melainkan cinta yang ingin ia perjuangkan seumur hidup. Dengan penuh keyakinan, Senja berkali-kali mengungkapkan isi hatinya. Namun setiap kali itu pula, Sore menolaknya dengan lembut.
Bukan karena ia tak mencintai Senja.
Justru karena ia terlalu mencintainya.
Sore takut jika hubungan mereka berubah menjadi sepasang kekasih, suatu hari nanti cinta itu akan berakhir dan menghancurkan persahabatan yang telah mereka bangun sejak kecil. Ia lebih memilih memendam perasaannya daripada kehilangan seseorang yang telah menjadi rumah bagi hidupnya.
Ketika Senja terus membuktikan ketulusannya melalui perhatian, bunga mawar, cokelat kesukaan Sore, serta berbagai kejutan kecil, Sore justru mengambil keputusan yang paling ia sesali. Demi membuat Senja menyerah dan melanjutkan hidupnya, ia menyusun sebuah kebohongan. Dengan bantuan Ardan, teman mereka yang sedang terdesak biaya pengobatan adiknya, Sore berpura-pura telah memiliki kekasih.
Namun, takdir mempertemukan Senja dengan kebohongan itu pada malam yang paling buruk.
Saat datang membawa bunga dan cokelat untuk mengajak Sore menikmati indahnya malam, Senja justru melihat gadis yang dicintainya menerima bunga dari Ardan dan menggenggam tangannya. Hatinya runtuh seketika. Dalam hujan yang deras dan emosi yang tak lagi mampu ia kendalikan, Senja memacu motornya hingga sebuah kecelakaan mengubah seluruh hidup mereka.
Dua minggu kemudian, Senja membuka matanya.
Keluarga menyambutnya dengan tangis bahagia. Sore yang selama ini setia menunggu hanya berdiri di ambang pintu dengan harapan sederhana: Senja masih mengingatnya.
Namun harapan itu hancur dalam satu pertanyaan.
"Maaf... kamu siapa?"
Benturan keras di kepalanya telah menghapus seluruh kenangan tentang Sore—satu-satunya orang yang paling berarti dalam hidupnya. Kini, Sore harus menerima kenyataan bahwa laki-laki yang mengenalnya lebih lama daripada siapa pun telah menjadi orang asing.
Dalam penyesalan yang tak pernah usai, Sore berusaha mengembalikan setiap kenangan yang pernah mereka ciptakan bersama. Ia mengajak Senja ke tempat masa kecil mereka, memperlihatkan foto-foto lama, membacakan surat-surat yang pernah mereka tulis, hingga mengulang setiap momen yang dahulu membuat mereka tertawa. Namun semakin keras Sore berusaha, semakin jelas kenyataan bahwa hati dapat menyimpan cinta, tetapi ingatan belum tentu mampu menemukannya kembali.
Karena terkadang, kehilangan yang paling menyakitkan bukanlah kematian atau perpisahan.
Melainkan ketika seseorang yang pernah mengenal seluruh hidupmu memandangmu dengan tatapan asing, seolah kalian tak pernah memiliki cerita.
Dan sejak hari itu, semua orang masih percaya bahwa senja akan selalu datang setelah sore.
Hanya Sore yang tahu... Senja tak lagi mengenal Sore.
Sejak kecil, mereka tumbuh bersama. Bermain di halaman yang sama, saling menguatkan saat salah satu terluka, dan mengukir janji sederhana bahwa mereka akan selalu berjalan berdampingan. Kedekatan mereka begitu melekat hingga siapa pun mengenal mereka sebagai dua anak yang tak pernah terpisahkan. Di mana ada Sore, di sana ada Senja. Di mana ada Senja, di sana pasti ada Sore.
Memasuki bangku SMA, persahabatan itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Senja menyadari bahwa perasaannya kepada Sore bukan lagi sekadar kasih seorang sahabat, melainkan cinta yang ingin ia perjuangkan seumur hidup. Dengan penuh keyakinan, Senja berkali-kali mengungkapkan isi hatinya. Namun setiap kali itu pula, Sore menolaknya dengan lembut.
Bukan karena ia tak mencintai Senja.
Justru karena ia terlalu mencintainya.
Sore takut jika hubungan mereka berubah menjadi sepasang kekasih, suatu hari nanti cinta itu akan berakhir dan menghancurkan persahabatan yang telah mereka bangun sejak kecil. Ia lebih memilih memendam perasaannya daripada kehilangan seseorang yang telah menjadi rumah bagi hidupnya.
Ketika Senja terus membuktikan ketulusannya melalui perhatian, bunga mawar, cokelat kesukaan Sore, serta berbagai kejutan kecil, Sore justru mengambil keputusan yang paling ia sesali. Demi membuat Senja menyerah dan melanjutkan hidupnya, ia menyusun sebuah kebohongan. Dengan bantuan Ardan, teman mereka yang sedang terdesak biaya pengobatan adiknya, Sore berpura-pura telah memiliki kekasih.
Namun, takdir mempertemukan Senja dengan kebohongan itu pada malam yang paling buruk.
Saat datang membawa bunga dan cokelat untuk mengajak Sore menikmati indahnya malam, Senja justru melihat gadis yang dicintainya menerima bunga dari Ardan dan menggenggam tangannya. Hatinya runtuh seketika. Dalam hujan yang deras dan emosi yang tak lagi mampu ia kendalikan, Senja memacu motornya hingga sebuah kecelakaan mengubah seluruh hidup mereka.
Dua minggu kemudian, Senja membuka matanya.
Keluarga menyambutnya dengan tangis bahagia. Sore yang selama ini setia menunggu hanya berdiri di ambang pintu dengan harapan sederhana: Senja masih mengingatnya.
Namun harapan itu hancur dalam satu pertanyaan.
"Maaf... kamu siapa?"
Benturan keras di kepalanya telah menghapus seluruh kenangan tentang Sore—satu-satunya orang yang paling berarti dalam hidupnya. Kini, Sore harus menerima kenyataan bahwa laki-laki yang mengenalnya lebih lama daripada siapa pun telah menjadi orang asing.
Dalam penyesalan yang tak pernah usai, Sore berusaha mengembalikan setiap kenangan yang pernah mereka ciptakan bersama. Ia mengajak Senja ke tempat masa kecil mereka, memperlihatkan foto-foto lama, membacakan surat-surat yang pernah mereka tulis, hingga mengulang setiap momen yang dahulu membuat mereka tertawa. Namun semakin keras Sore berusaha, semakin jelas kenyataan bahwa hati dapat menyimpan cinta, tetapi ingatan belum tentu mampu menemukannya kembali.
Karena terkadang, kehilangan yang paling menyakitkan bukanlah kematian atau perpisahan.
Melainkan ketika seseorang yang pernah mengenal seluruh hidupmu memandangmu dengan tatapan asing, seolah kalian tak pernah memiliki cerita.
Dan sejak hari itu, semua orang masih percaya bahwa senja akan selalu datang setelah sore.
Hanya Sore yang tahu... Senja tak lagi mengenal Sore.
Tokoh Utama
Senja
Sore
Disukai
6
Dibaca
182
Tentang Penulis
Baggas Prakhaza
Hai aku dewa aksara (Baggas Prakhaza)
Aku akan berfokus pada genre Fantasi dan Aksi
Selamat membaca ya dan jangan lupa di follow ya
Terimakasih
Aku akan berfokus pada genre Fantasi dan Aksi
Selamat membaca ya dan jangan lupa di follow ya
Terimakasih
Bergabung sejak 2024-07-08
Telah diikuti oleh 443 pengguna
Sudah memublikasikan 11 karya
Menulis lebih dari 231,653 kata pada novel
Rekomendasi dari Fantasi
Novel
Saat Senja Tak Mengenal Sore
Baggas Prakhaza
Novel
EVERNA Musafir Ishmina
Andry Chang
Novel
Amok
V
Novel
Peter Mint ~The Secret of Black Lotus Spell~
R.J. Agathias
Novel
Bastards' Last Argument
Zangi al'Fayoum
Novel
Hujan dan Cerita yang Hilang
Wardah sawitri polem
Novel
Clara: Cinta Ambisi dan Darah
Hadi Hartono
Novel
The Hero Commander I - (Ghost of Fluoran)
Eternity Universe
Novel
Dewa Keajaiban
白木
Novel
Story Of Dharma
Indah Nur Aini
Novel
Dunia Anna
Mizan Publishing
Novel
The House of Hades
Noura Publishing
Novel
Peter Mint ~The Dark Crown
R.J. Agathias
Novel
SPEILET
Evelyn Giulietta
Novel
Echoes of Eternity : The Journey of Freina
Eternity Universe
Rekomendasi
Novel
Saat Senja Tak Mengenal Sore
Baggas Prakhaza
Novel
Tujuh Hari Untuk Sekar
Baggas Prakhaza
Novel
Sword Knight: Mount Neomir
Baggas Prakhaza
Novel
Coin: Rewrite Fate
Baggas Prakhaza
Novel
Bronze
Rindu Waktu
Baggas Prakhaza
Novel
Sword Knight Season II - Revealing the Mystery
Baggas Prakhaza
Novel
Aku Butuh Pelukkan
Baggas Prakhaza
Novel
Faceless Girl
Baggas Prakhaza
Novel
Arcane Nusaraya
Baggas Prakhaza
Novel
Bronze
Saat Cinta Menyelamatkan Waktu
Baggas Prakhaza