Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Bagi Awan, seorang arsitek idealis, membangun ‘Rumah Ungu" di sudut Kota Solo adalah monumen cinta sekaligus pertaruhan ego senimannya. Bagi Maya, seorang dosen film pragmatis, rumah itu adalah kepastian untuk menyudahi lelahnya hidup mengontrak dan ruang yang disiapkan hangat demi menyambut anak yang mereka impikan.
Namun, ketika dinding-dinding berdiri kokoh dan mawar ungu bermekaran di halaman tengah, rumah itu tidak kunjung bising. Ruang yang sedianya dipersiapkan untuk ayunan bayi justru tetap kosong, perlahan menyedot kehangatan pernikahan mereka.
Hantaman krisis finansial, intervensi mertua, hingga riwayat sakit perut Maya yang misterius lambat laun mengikis pondasi domestik keduanya. Puncaknya, sebuah malam yang retak memicu kesalahpahaman hebat. Maya memilih pergi membawa koper ke ‘Jakarta", meninggalkan Awan dalam kobaran cemburu dan amarah.
Awan tidak pernah tahu, kepergian itu bukanlah sebuah pengkhianatan, melainkan cara Maya menyembunyikan rahasia medis yang mematikan. Ketika garis waktu masa lalu menumbuk realitas masa kini, sebuah lembar laboratorium kanker stadium lanjut memaksa seluruh ego Awan luruh menjadi ketulusan murni di sisa waktu yang mereka miliki.
Namun, ketika dinding-dinding berdiri kokoh dan mawar ungu bermekaran di halaman tengah, rumah itu tidak kunjung bising. Ruang yang sedianya dipersiapkan untuk ayunan bayi justru tetap kosong, perlahan menyedot kehangatan pernikahan mereka.
Hantaman krisis finansial, intervensi mertua, hingga riwayat sakit perut Maya yang misterius lambat laun mengikis pondasi domestik keduanya. Puncaknya, sebuah malam yang retak memicu kesalahpahaman hebat. Maya memilih pergi membawa koper ke ‘Jakarta", meninggalkan Awan dalam kobaran cemburu dan amarah.
Awan tidak pernah tahu, kepergian itu bukanlah sebuah pengkhianatan, melainkan cara Maya menyembunyikan rahasia medis yang mematikan. Ketika garis waktu masa lalu menumbuk realitas masa kini, sebuah lembar laboratorium kanker stadium lanjut memaksa seluruh ego Awan luruh menjadi ketulusan murni di sisa waktu yang mereka miliki.
Tokoh Utama
Awan
Maya
Disukai
32
Dibaca
850
Tentang Penulis
Kesit H. setyadji
Tinggal di Palur, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bekerja sebagai tukang gambar di Omah Pandan Studio.
Bergabung sejak 2020-07-17
Telah diikuti oleh 37 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 28,291 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Kisah yang Belum Usai
Husni Magz
Novel
Rumah Ungu
Kesit H. setyadji
Novel
CINTA DAN BENCI
Ria Lisdiani
Novel
Unexpected Encounter
Lalita Tandayu
Novel
Tiramisu Cake
Mita Vacariani
Novel
ANYTHING COULD HAPPEN
Katarina Kallinda
Novel
Widuri yang Tak Pernah Pulang
Dedy Prasetya Putra
Komik
Dragon's Swing
Ericc
Novel
PENGHARAPAN
Estiana
Novel
Memoar
Kurarin Arin
Novel
Sabdo Cinta Angon Kasih
Bentang Pustaka
Flash
Tidak Hanya Wanita
SURIYANA
Novel
Surat Talak
Pramudya Utari
Novel
Antara ADA (Aku dan Ayah)
Niktan' Nissa Mitza Gallish
Flash
Cinta antara Air dan Api
Noveria
Rekomendasi