Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Pengabdian di tanah yang terlalu subur tak hanya menumbuhkan panen, ia juga menumbuhkan rasa yang tak diundang namun tak bisa diabaikan.
Dalam program KKN yang seharusnya sederhana, Raksa datang dengan niat mengabdi dan pulang dengan cukup. Namun ada satu hal yang diam-diam ia bawa selama bertahun-tahun, sebuah suara. Lembut. Hangat. Mengendap di kepalanya seperti bisik angin di sela dedaunan. Ia jatuh hati pada sesuatu yang tak pernah ia lihat, hanya ia dengar, hanya ia rasakan.
Hingga tanah itu mempertemukannya dengan pemilik suara tersebut.
Muara.
Di tengah hari-hari pengabdian, rasa yang tumbuh perlahan menjadi semakin rumit. Karena Muara tidak sendiri. Ada Gladiola, sahabat yang selalu ada di sisinya, yang secara terang-terangan menyimpan rasa pada Raksa. Ia tidak bersembunyi, tidak menahan, dan tidak ragu untuk menunjukkan perasaannya. Kehadirannya menjadi sesuatu yang nyata, kontras dengan perasaan-perasaan lain yang dipilih untuk tetap diam.
Di antara ladang yang terus hidup, tiga hati justru belajar ragu, tentang memilih, tentang kehilangan, dan tentang seberapa jauh mereka berani menghadapi perasaan yang tidak lagi bisa disembunyikan.
Karena tidak semua yang tumbuh ditakdirkan untuk dimiliki, dan tidak semua yang diucapkan berarti akan terbalas.
Dalam program KKN yang seharusnya sederhana, Raksa datang dengan niat mengabdi dan pulang dengan cukup. Namun ada satu hal yang diam-diam ia bawa selama bertahun-tahun, sebuah suara. Lembut. Hangat. Mengendap di kepalanya seperti bisik angin di sela dedaunan. Ia jatuh hati pada sesuatu yang tak pernah ia lihat, hanya ia dengar, hanya ia rasakan.
Hingga tanah itu mempertemukannya dengan pemilik suara tersebut.
Muara.
Di tengah hari-hari pengabdian, rasa yang tumbuh perlahan menjadi semakin rumit. Karena Muara tidak sendiri. Ada Gladiola, sahabat yang selalu ada di sisinya, yang secara terang-terangan menyimpan rasa pada Raksa. Ia tidak bersembunyi, tidak menahan, dan tidak ragu untuk menunjukkan perasaannya. Kehadirannya menjadi sesuatu yang nyata, kontras dengan perasaan-perasaan lain yang dipilih untuk tetap diam.
Di antara ladang yang terus hidup, tiga hati justru belajar ragu, tentang memilih, tentang kehilangan, dan tentang seberapa jauh mereka berani menghadapi perasaan yang tidak lagi bisa disembunyikan.
Karena tidak semua yang tumbuh ditakdirkan untuk dimiliki, dan tidak semua yang diucapkan berarti akan terbalas.
Tokoh Utama
Raksa Arelion Ragana Wiratirta
Kalamuara Lirangwana Mahabumi
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
26
Tentang Penulis
SANE.
-
Bergabung sejak 2026-04-25
Telah diikuti oleh 7 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 2,008 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Friend Don't Kissing
Elisabet Erlias Purba
Novel
PSITHURISM
SANE.
Flash
Gerbong Nomor Sepuluh
Galih Citra
Cerpen
Perayaan Mati Rasa
Sleplesswriter
Novel
RUSH ROMANCE
Herlan Herdiana
Novel
Dian
Alfinda Walidah
Novel
Without You
Safina
Skrip Film
SKENARIO CINTA
Mega Puji Indrawati
Cerpen
Hanya Saja
Linda Er
Novel
Baby Without Parent
C R KHAN
Novel
Feel Special
Ntalagewang
Cerpen
Siapa Pacar Andre?
Sulistiyo Suparno
Novel
Air Mata Persandingan
Nafisah
Novel
PARAPET
Tika Lestari
Novel
The Golden Prince
Nnover Purba
Rekomendasi