Daftar isi
#1
Prolog
#2
Penjaga
#3
Sekotak Kue
#4
Seragam Sakti
#5
Masa Lalu Setangkai Mawar
#6
Sebelum Primadona
#7
Mawar yang Mekar
#8
Yang Tak Boleh Hilang
#9
Tak Ada Cinta
#10
Kado Ulang Tahun
#11
Rumah Baru
#12
Arena Tinju
#13
Lembaran Baru
#14
Secangkir Jahe
#15
Bidadari
#16
Film yang Sekali Diputar
#17
Bioskop Ingatan
#18
Berita Gembira
#19
Menjadi Bos
#20
Kehendak Tuhan
#21
Awal yang Sulit
#22
Kartu Nama
#23
Jangan Pinjam Telepon
#24
Terseret ke Masa Lalu
#25
Reuni
#26
Malam Pembukaan
#27
Mata Air
#28
Badai yang Akan Datang
#29
Wujud Badai
#30
Tamu Tak Diundang
#31
Tak Cukup Semua Umpatan di Dunia Ini
#32
Pacar
#33
Kulit di Balik Seragam
#34
Pertanyaan yang Sulit Dijawab
#35
Luluh
#36
Seperti Gunung Berapi yang Siap Meledak
#37
Semesta Mendukung
#38
Kabar Buruk
#39
Tiga Kali Lipat
#40
Mati
#41
Sungai Kematian
#42
Terjun
#43
Epilog
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#43
Epilog
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Lima hari setelah pembunuhan tepatnya 18 Agustus 1988 Mami Rose Yanto Aji Aris dan Putra ditangkap Tak ada perlawanan Gang Dolly mendadak heboh sekali lagi Wisma Mawar dan Melati seketika terbengkalai seperti kapal yang kehilangan kapten terombang-ambing tanpa kepala di tengah samudra kehidupan yang ganas Penangkapan Mami Rose dan sang suami beserta kaki tangannya mengisi halaman-halaman koran meramaikan tayangan berita di televisi nasional Sebuah keluarga membantai keluarga yan
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp3.000
atau 3 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp10.000
atau 10 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 42
Terjun
Chapter Selanjutnya
Tamat
Sedang Dibicarakan
Flash
Bronze
POV
B12
Flash
TERDAKWA
Yutanis
Komik
Misunderstand
Mega Aditya
Novel
Gold
ANAK RANTAU
Falcon Publishing
Novel
PINK!
Mahia Kata
Komik
Novus Ordo Seclorum
Handi Yawan
Novel
Cinta Yang Dirindukan Surga
DENI WIJAYA
Flash
Boneka Kesayangan
Rudi Rustiadi
Flash
Kembali
Halfmoon Smile
Flash
Pahlawan Asap
Aisyah KW
Cerpen
Bronze
Peti Pusaka
Omius
Cerpen
Bronze
Tragedi
Eko Hartono
Novel
Bronze
Time Dimension
Hervi Dwi Susanti
Cerpen
Tumbal Balik
Eve Shi
Flash
Setan Jahanam
Steffi Adelin
Cerpen
Bronze
Kokoliko, Indonesia-Australia: Demi Hidup Yang Lebih Baik
Yovinus
Novel
Bronze
Gadis Sastra
Achmad Muchtar
Cerpen
Bronze
Saranggola
Chesar Kurniawan
Cerpen
Lady Ciprut dan Gendhuk Tini
bomo wicaksono
Flash
Hari Ibu
Dark Specialist