Daftar isi
#1
Prolog
#2
Penjaga
#3
Sekotak Kue
#4
Seragam Sakti
#5
Masa Lalu Setangkai Mawar
#6
Sebelum Primadona
#7
Mawar yang Mekar
#8
Yang Tak Boleh Hilang
#9
Tak Ada Cinta
#10
Kado Ulang Tahun
#11
Rumah Baru
#12
Arena Tinju
#13
Lembaran Baru
#14
Secangkir Jahe
#15
Bidadari
#16
Film yang Sekali Diputar
#17
Bioskop Ingatan
#18
Berita Gembira
#19
Menjadi Bos
#20
Kehendak Tuhan
#21
Awal yang Sulit
#22
Kartu Nama
#23
Jangan Pinjam Telepon
#24
Terseret ke Masa Lalu
#25
Reuni
#26
Malam Pembukaan
#27
Mata Air
#28
Badai yang Akan Datang
#29
Wujud Badai
#30
Tamu Tak Diundang
#31
Tak Cukup Semua Umpatan di Dunia Ini
#32
Pacar
#33
Kulit di Balik Seragam
#34
Pertanyaan yang Sulit Dijawab
#35
Luluh
#36
Seperti Gunung Berapi yang Siap Meledak
#37
Semesta Mendukung
#38
Kabar Buruk
#39
Tiga Kali Lipat
#40
Mati
#41
Sungai Kematian
#42
Terjun
#43
Epilog
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#37
Semesta Mendukung
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Aku tidak memberi jawaban apa-apa kecuali kubilang padanya bahwa kami harus bicara dulu pada Mirna Dan Kancing tampak gembira mendengar itu Tentu saja kami tak akan meminta pendapat Mirna apakah ia sudi menikah siri dengan bajingan tua itu Yang ada di otakku dan otak Mas Yanto hanyalah bahwa keparat busuk itu makin tidak tahu diri Dan kami makin ingin membuatnya segera tersingkir dari hidup kamiTernyata itu alasan di balik sikapnya yang tiba-tiba berubah drastis Semua demi tubuh putri
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp3.000
atau 3 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp10.000
atau 10 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 36
Seperti Gunung Berapi yang Siap Meledak
Chapter Selanjutnya
Chapter 38
Kabar Buruk
Sedang Dibicarakan
Novel
Gold
Jihad Julia
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Sahabat Di Ujung Senja
lionelliang
Novel
YOUR EYES
Novi Assyadiyah
Flash
Saat Aku Merasa Tenang Di Dalam Ruang Khayalan
Fadel Ramadan
Flash
Liputan Hantu +62
Ilfi Rahmadani
Novel
Searoma
Dinda Okza D.
Novel
Ramadan Terakhir Ludwig: Ibu Teladan, Ayah Petualang, Anak Istimewa
Mahabb Adib-Abdillah
Cerpen
Membaca Jiwa
Imas Hanifah N.
Flash
Bronze
MISTERI TAS HITAM
Citra Rahayu Bening
Novel
Bronze
Hikayat si Perantau
Rizky Ade Putra
Novel
Bronze
Surat Untuk Ayah
Diary
Novel
Heir to Destiny
winter bee
Flash
SEMANIS COKLAT
M Fadly Hasibuan
Flash
Bronze
Riku Hasegawa
Rafiahs
Flash
AKU SUDAH BERJANJI
Linggarjati Bratawati
Cerpen
Terbuang Dalam Mager
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Insomnia Distraction (Membicarakan Adam 3)
Silvarani
Flash
Bronze
The Surprise
Aylanna N. Arcelia
Novel
SENJA
Luthfia Izza Nafara
Flash
CINTA TERPENDAM
D. Rasidi