Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Hari ini adalah hari pernikahan Almira dan Galang. Semua tamu sudah berkumpul di ruangan yang akan di jadikan tempat akad nikah.
" Dimana pengantin pria nya? Akad nya harus segera di mulai?" Tanya penghulu pada Almira.
Almira tersentak diam. Masalah nya sudah hampir setengah jam dia duduk di sana sendiri. Namun Galang belum juga terlihat.
Almira menoleh ke kiri. Dia menatap wanita yang akan jadi mertua nya yang duduk tak jauh dari nya. Zora, mama dari Galang tersenyum getir lalu mengangguk. Meminta Almira menunggu sebentar lagi.
Lalu Zora bangkit dan mencoba menghubungi Galang. Tapi nomor Galang tidak bisa di hubungi.
" Bagaimana, ma? Galang sudah dimana?" Tanya Bastian, papa dari Galang.
Bukan nya menjawab, Zora malah menatap Bastian dengan mata yang berkaca - kaca.
" Ada apa, ma? Kenapa kamu menangis?" Tanya Bastian bingung.
Zora pun menyerahkan ponsel nya pada Bastian dan menunjukkan pesan yang di kirim Galang untuk nya.
' maaf, ma. Galang tidak bisa datang. Galang sudah putuskan. Tindakan siap menikah dengan Almira. Galang harus pergi. Jangan tunggu Galang, ma.'
Mata Bastian melotot membaca pesan masuk dari putra kedua nya itu.
" Galang tidak akan datang?" Gumam Bastian.
" Apa?" Tanya Almira terkaget
Almira terkaget menutup mulut nya mendengar pembicaraan calon mertua nya di sudut ruangan.
" Almira... " Kata Zora.
" Bagaimana ini? Kita bisa malu jika Galang tidak jadi menikah dengan Almira. Semua tamu akan menertawakan kehancuran keluarga kita. Mau di taruh dimana muka saya di depan relasi kerja saya, ma." Bastian semakin panik
Almira terduduk di kursi dengan air mata yang terus menetes.
" Aku akan menilai Almira, ma. Aku akan menyelamatkan harga diri keluarga kita hari ini. Acara ini akan tetap berlangsung tanpa Galang." Sahut Aksa memecah kesunyian di sana.
Mampu kan Almira menerima pernikahan ini. Menikah dengan laki - laki yang seharus nya menjadi Abang ipar nya?
" Dimana pengantin pria nya? Akad nya harus segera di mulai?" Tanya penghulu pada Almira.
Almira tersentak diam. Masalah nya sudah hampir setengah jam dia duduk di sana sendiri. Namun Galang belum juga terlihat.
Almira menoleh ke kiri. Dia menatap wanita yang akan jadi mertua nya yang duduk tak jauh dari nya. Zora, mama dari Galang tersenyum getir lalu mengangguk. Meminta Almira menunggu sebentar lagi.
Lalu Zora bangkit dan mencoba menghubungi Galang. Tapi nomor Galang tidak bisa di hubungi.
" Bagaimana, ma? Galang sudah dimana?" Tanya Bastian, papa dari Galang.
Bukan nya menjawab, Zora malah menatap Bastian dengan mata yang berkaca - kaca.
" Ada apa, ma? Kenapa kamu menangis?" Tanya Bastian bingung.
Zora pun menyerahkan ponsel nya pada Bastian dan menunjukkan pesan yang di kirim Galang untuk nya.
' maaf, ma. Galang tidak bisa datang. Galang sudah putuskan. Tindakan siap menikah dengan Almira. Galang harus pergi. Jangan tunggu Galang, ma.'
Mata Bastian melotot membaca pesan masuk dari putra kedua nya itu.
" Galang tidak akan datang?" Gumam Bastian.
" Apa?" Tanya Almira terkaget
Almira terkaget menutup mulut nya mendengar pembicaraan calon mertua nya di sudut ruangan.
" Almira... " Kata Zora.
" Bagaimana ini? Kita bisa malu jika Galang tidak jadi menikah dengan Almira. Semua tamu akan menertawakan kehancuran keluarga kita. Mau di taruh dimana muka saya di depan relasi kerja saya, ma." Bastian semakin panik
Almira terduduk di kursi dengan air mata yang terus menetes.
" Aku akan menilai Almira, ma. Aku akan menyelamatkan harga diri keluarga kita hari ini. Acara ini akan tetap berlangsung tanpa Galang." Sahut Aksa memecah kesunyian di sana.
Mampu kan Almira menerima pernikahan ini. Menikah dengan laki - laki yang seharus nya menjadi Abang ipar nya?
Tokoh Utama
Almira
#1
Lamaran
#2
Hari Pernikahan
#3
Sah
#4
Dia Kembali
#5
Rahasia Galang
#6
Menutup Rahasia
#7
Menolak Mendengarkan
#8
Bayangan Masa Lalu
#9
Ikut Suami
#10
Hati Yang Bimbang
#11
Galang Yang Bimbang
#12
Bukan Anakku
#13
Pengagum Rahasia
#14
Dia Mengetahuinya
#15
Teror Yang Mengganggu
#16
Kemunculan Mantan Istri
#17
Rasa Yang Masih Abu Abu
#18
Dia Yang Rindu
#19
Donor Darah
#20
Tiba Tiba Datang
#21
Akting Didepan Orang Tua
#22
Perhatian Dari Istri
#23
Saling Terbuka
#24
Perasaan Yang Mulai Tumbuh
#25
Kekecewaan Itu
#26
Tamu Tak Diundang
#27
Sebait Nasehat Untuk Aksa
#28
Rencana Mantan Ipar
#29
Niat Menerima Almira
#30
Pengakuan Almira
#31
Datangnya Ancaman
#32
Satu Kamar
#33
Mengungkapkan Rasa
#34
Rencana Dadakan
#35
Tidak Terima
#36
Rumah Sakit
#37
Tuduhan Almira
#38
Galang Kena Musibah
#39
Rumah Sakit
#40
Menemui Almira
#41
Kebenarannya
#42
Kebenaran Masa Lalu
#43
Permintaan Hilda
#44
Cerita Sebenarnya
#45
Meminta Maaf
#46
Mengungkapkan Cinta
#47
Ambisi Galang
#48
Marahnya Aksa
#49
Permintaan Hilda
#50
Memberi Penjelasan
#51
Keputusan Yang Diambil
#52
Nonton Bioskop
#53
Membawa Ke Kantor
#54
Penyatuan Diri
#55
Ingin Lagi
#56
Suami Yang Baik
#57
Ingin Punya Anak
#58
Ingin Ke Jakarta
#59
Menuju Jannah
#60
Menemui Bella
#61
Menyesal
#62
Resepsi Untuk Almira
#63
Acara Syukuran
#64
Bukan Pendapat Orang Lain
#65
Jangan Dengarkan Orang Lain
#66
Kecelakaan Kecil
#67
Dia Istriku
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
673
Tentang Penulis
Fitri Wardani
-
Bergabung sejak 2025-11-07
Telah diikuti oleh 16 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 102,754 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Hug Me
Padpn
Novel
Ketulusan Cinta Almira
Fitri Wardani
Skrip Film
Same Sky Different World
Evi Ratnasari
Flash
Tiada Dirinya
Gia Oro
Novel
Menikah Untuk Bahagia
Noura Publishing
Novel
Tempatmu yang Tak Bisa Kugantikan
Nadia N
Flash
Cita, Cinta, dan Realita
Syafira Muna
Novel
Ujung Jalan Setapak
Fitri Manalu
Flash
Cinta Lama Bersemi Kembali
Nana Sastrawan
Flash
Apakah Cinta itu Berpola?
Nuel Lubis
Cerpen
asmaraloka yang amerta
nouval afrizal
Novel
Kakak Sahabatku
Sashio02
Skrip Film
The Scars
Anndita Joice Sca
Skrip Film
Si Cupu dan Kakak Kelas
Aria Adi Winata
Novel
Panacea
Story Syndrome
Rekomendasi