Daftar isi
#1
Prolog
#2
Prelude
#3
Barominel Deo
#4
Api
#5
Teritori
#6
Area
#7
Karma
#8
Loteng
#9
Syailendra
#10
Lingkaran
#11
PORAK
#12
Ryan
#13
Bilik Berisik
#14
Huru-hara
#15
Pangandaran
#16
Aliyyah
#17
Darla
#18
Kembali
#19
Retrospeksi
#20
Nila
#21
Harga
#22
Nyali
#23
Perisai
#24
Tanggal
#25
Sekejap
#26
Sekak
#27
Spiral
#28
Di Mana?
#29
Reka Ulang
#30
Ultimatum
#31
Beranjak
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#11
PORAK
Bagikan Chapter
[1] "Di, maaf gue banyak ngambil alih, soalnya lu tadi gak merhatiin si Hamid. Gak fokus, dia, harusnya jangan terus-terusan dihantam. Tapi emang gue tadi salah, sih, ngasih tahunya."
[2] "Iya, santai. Maaf juga tadi gue banyak nyuruh, ya, guys."
[3] "Lu lebih pendek!"
[4] "Di, lu biasa lewat jalan Maleber gak?"
[5] "Ngapain? Rumah gue di Setiabudi."
"Orang kaya dia tuh, anjing."
[6] "Kelihatan, kali, dari mobilnya."
[7] bagus.
[8] "Anjing, kalau gitu berarti kita harus sering-sering ngerjain tugas di rumah lu, Di."
[9] jangan.
[10] "Sebelas-duabelas sama si Sangi."
[11] "Lu usaha dulu, dong, makanya!"
[12] "Kenapa lu gak masuk jurusan Bahasa?"
[13] "Iya, gue juga nyesel masuk IPA tuh. Padahal penginnya jadi pegawai bank aja."
[14] "Dulu."
[15] "Waktu lu gak masuk sebulan tuh gara-gara ini, Yan? Dia katanya patah kakinya. Datang-datang ke sekolah udah pakai tongkat."
[16] "Gue ngamuk gara-gara dia yang nyari-nyari masalah! Kalau dia mau ribut sama gue doang, ya, silakan aja, gue ladenin. Ini malah bawa-bawa anak orang! Gak tanggung jawab lagi, anjing!"
[2] "Iya, santai. Maaf juga tadi gue banyak nyuruh, ya, guys."
[3] "Lu lebih pendek!"
[4] "Di, lu biasa lewat jalan Maleber gak?"
[5] "Ngapain? Rumah gue di Setiabudi."
"Orang kaya dia tuh, anjing."
[6] "Kelihatan, kali, dari mobilnya."
[7] bagus.
[8] "Anjing, kalau gitu berarti kita harus sering-sering ngerjain tugas di rumah lu, Di."
[9] jangan.
[10] "Sebelas-duabelas sama si Sangi."
[11] "Lu usaha dulu, dong, makanya!"
[12] "Kenapa lu gak masuk jurusan Bahasa?"
[13] "Iya, gue juga nyesel masuk IPA tuh. Padahal penginnya jadi pegawai bank aja."
[14] "Dulu."
[15] "Waktu lu gak masuk sebulan tuh gara-gara ini, Yan? Dia katanya patah kakinya. Datang-datang ke sekolah udah pakai tongkat."
[16] "Gue ngamuk gara-gara dia yang nyari-nyari masalah! Kalau dia mau ribut sama gue doang, ya, silakan aja, gue ladenin. Ini malah bawa-bawa anak orang! Gak tanggung jawab lagi, anjing!"
Chapter Sebelumnya
Chapter 10
Lingkaran
Chapter Selanjutnya
Chapter 12
Ryan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Cerpen
PLAYBALL!!
Cerpen
Buntu
Flash
Apa Nikmatnya Jadi Rakyat?
Flash
Jatuh Cinta Terindah
Novel
VIDE
Flash
Kembang Api
Cerpen
Senja di tepi danau
Novel
My roommate
Novel
Too Far To Hold
Cerpen
Coba Sekali Lagi
Cerpen
Dua Kaki Anak Kelinci
Cerpen
Manusia Robot
Novel
The Fault in Our Stars
Novel
Serangkai Bunga Mei Hwa
Novel
MALAIKAT GANJIL GENAP
Cerpen
Biru Akan Selamanya Tetap Biru
Cerpen
Panti Jompo Harum Melati
Novel
PHP
Flash
Pulang Kampung Katanya
Cerpen
Rumah yang Selalu Memilih yang Lain