Ke Mana Aku Berlari
#11
PORAK
Bagikan Chapter
  • Bookmark Paragraf ini
  • [1] "Di, maaf gue banyak ngambil alih, soalnya lu tadi gak merhatiin si Hamid. Gak fokus, dia, harusnya jangan terus-terusan dihantam. Tapi emang gue tadi salah, sih, ngasih tahunya."

    [2] "Iya, santai. Maaf juga tadi gue banyak nyuruh, ya, guys."

    [3] "Lu lebih pendek!"

    [4] "Di, lu biasa lewat jalan Maleber gak?"

    [5] "Ngapain? Rumah gue di Setiabudi."

    "Orang kaya dia tuh, anjing."

    [6] "Kelihatan, kali, dari mobilnya."

    [7] bagus.

    [8] "Anjing, kalau gitu berarti kita harus sering-sering ngerjain tugas di rumah lu, Di."

    [9] jangan.

    [10] "Sebelas-duabelas sama si Sangi."

    [11] "Lu usaha dulu, dong, makanya!"

    [12] "Kenapa lu gak masuk jurusan Bahasa?"

    [13] "Iya, gue juga nyesel masuk IPA tuh. Padahal penginnya jadi pegawai bank aja."

    [14] "Dulu."

    [15] "Waktu lu gak masuk sebulan tuh gara-gara ini, Yan? Dia katanya patah kakinya. Datang-datang ke sekolah udah pakai tongkat."

    [16] "Gue ngamuk gara-gara dia yang nyari-nyari masalah! Kalau dia mau ribut sama gue doang, ya, silakan aja, gue ladenin. Ini malah bawa-bawa anak orang! Gak tanggung jawab lagi, anjing!"
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 10
    Lingkaran
    Chapter Selanjutnya
    Chapter 12
    Ryan
    Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
    Komentar (0)