Telah Selesai
0 Disukai
585 Dibaca

Iqro

Penulis : Xie Nur
Favorit
QR Code
Bagikan
Blurb
Tahun 2007.
Kala buku masih menjadi cemilan nikmat pengiring minum kopi.
Masa di mana persewaan buku tengah mencapai titik emasnya.

IQRO! Baca! Nama sederhana itu sejalan dengan perintah pertama Tuhan pada Rosul pembawa agama tauhid. Bacalah, hingga tiga kali sebagaimana perintah malaikat Jibril pada manusia pilihan-Nya, Muhammad SAW. Menandakan manusia harus mau membaca guna mendapatkan ilmu pengetahuan yang tertulis. Manusia yang punya sifat pelupa, diberikan qalam agar dapat menyimpan berbagai informasi lalu menyalurkan. Tentu saja media penyimpan yang paling tua berupa kumpulan lempengan tanah liat, perlahan namun pasti mengalami transformasi menjadi gulungan lontar hingga membentuk kertas seperti sekarang.

Novela Pertiwi dengan perpustakaan kecilnya turut menggeliat mewarnai persaingan bisnis persewaan buku. Semua berawal dari cinta. Kecintaannya pada ibu, kecintaannya pada buku.

Sejak pertama buka, perpustakaan Iqro telah menjadi ruang berbagi kisah para pelanggan. Novela Pertiwi harus rela menjadi pendengar setia aneka kisah yang terburai dari anggota perpustakaannya.

Iqro menjelma perpustakaan tak biasa. Ia bertransformasi menjadi tempat curhat, tempat mengadu gundah, tempat pelampiasan amarah, tempat melarikan diri dari masalah, tempat memadu kasih, tempat menabur mimpi bahkan sebagai tempat pencarian jodoh.

Bermacam cerita yang hadir pada akhirnya menambah warna deretan kata dalam kertas berjilid. Berbagai obrolan dari setiap anggota secara bertahap memancarkan kata maaf nyata bagi Novela terhadap masa lalunya yang semerah darah.
Tokoh Utama
Novela Pertiwi
Rekomendasi