Genre → Drama Telah Selesai
Integritas
Oleh Yovinus
Mulai membaca
Blurb
Ketua KPU yang masih muda dan lajang itu berangkat ke kota Tamenung, untuk melaksanakan Bimbingan Teknis tentang pelaksanaan Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu di kota tersebut. Dia berangkat bersama seorang janda yang masih muda dan sangat cantik, dengan masing-masing mengendarai sepeda motor mereka sendiri.
Perjalanan ke Tamenung tidaklah mudah, karena jaraknya yang sekitar 115 km itu menyusuri jalan yang belum diaspal dalam kondisi hujan lebat. Karena menghadapi keadaan jalan yang becek dan licin, keduanya lalu memutuskan untuk menempuh sebuah jalan pintas yang bisa menghemat perjalanan sekitar 30 km.
Dalam situasi diterpa hujan deras, mereka berdua menembus jalan pintas yang kondisi jalannya dari tanah kuning, licin dan berlumpur itu dengan nekat. Suatu saat sepeda motor keduanya sudah tidak bisa digerakan lagi karena dipenuhi lumpur.
Tiada pilihan lain bagi keduanya, selain berjalan kaki dalam gelapnya malam hanya bersenterkan cahaya HP Android. Keadaan semakin diperparah dengan lecetnya kaki Irabelle yang membuatnya tidak mampu melanjutkan perjalanan, sehingga terpaksa Adelio menggendongnya untuk menembus gelapnya malam dan hujan lebat agar bisa sampai di persimpangan jalan negara, karena dari sana biasanya ada kendaraan yang lalu lalang 24 jam nonstop.
Perjalanan karir Adelio sebagai ketua KPU Kabupaten memang berat, menghadapi berbagai pihak yang ingin menang Pemilu dengan menghalalkan berbagai macam cara. Juga serangan yang bertubi-tubi terhadap dirinya melalui fitnah, surat kaleng, SMS, dan laporan fiktif oleh aktor yang tidak terlihat, sehingga akhirnya Adelio dipecat sebagai ketua KPU. Meskipun akhirnya ceritanya happy ending dengan menikahnya Adelio dan Irabelle.
Kisah dalam novel ini memaparkan perjuangan Adelio untuk bertahan tetap berintegritas diantara kelakuan manusia yang penuh intrik dan berkelakuan bejat dalam memenuhi keinginannya akan uang dan jabatan, dengan menghalalkan segala cara, saling sikut dan menghalangi.
Novel ini juga dibumbui oleh kisah kasih antar anak manusia, sebagai mahluk Tuhan yang memiliki perasaan cinta, saling menyayangi, cemburu, iri, benci, dendam, saling memaafkan, dan juga cinta uang dan jabatan.
Sementara Adelio tetap berpegang teguh dalam prinsip mempertahankan integritasnya apapun yang terjadi, meskipun tidak semuanya bisa berjalan seperti yang diinginkannya. Tetapi Adelio tetap yakin, bahwa hidup benar itu bisa dicapai olehnya, meskipun sangat berat.
Novel remaja yang berplot tentang Pemilu ini dan kisah cinta ini, meskipun bergenre drama fiksi, tetapi tetap layak di baca sebagai bahan pembuka pengalaman baru. Paling tidak mengenai suka duka para penyelenggara Pemilu dan perjuangan mereka dalam mengatasi segala persoalan di lapangan. Juga hal-hal yang membuka wawasan tentang bagaimana pelaksanaan Pemilu dilapangan. Sehingga memberikan gambaran dan bahan pertimbangan bagi masyarakat ketika banyak mendengar berita tentang pelaksanaan Pemilu yang dituduh banyak kecurangan.
Pemilihan Umum adalah pesta Demokrasi paling akbar di Indonesia yang sudah menjadi bagian dari kehidupan bangsa Indonesia setiap lima tahun sekali. Selain menghasilkan para pemimpin bangsa di setiap tingkatan secara demokratis, pemilu juga sering di tuding penuh dengan kecurangan, manipulasi, berbiaya besar, sampai tuduhan bahwa kemenangan dalam pemilu itu bisa di setting. Melalui Novel ini, hal-hal demikian itu digambarkan dengan gamblang dan jelas yang dibumbui dengan kisah cinta para tokohnya, sehingga semakin membuka wawasan kita akan hal-hal yang berkaitan dengan Pemilu.
Selamat membaca, semoga terhibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di novel yang lainnya.
Tokoh Utama
Adelio
Irabelle
Jarot Winarno
#1
01- Tempat Kecurangan Pemilu
#2
02 - Playing Victim
#3
03 - Mau Janda Atau Perawan?
#4
04 - Dilaporkan Ke Provinsi
#5
05 - Bimbingan Teknis Di Bali
#6
06-Acara Di Rumah Jabatan Gubernur Bali
#7
07- Sekolah Para Calon Pemimpin Bangsa
#8
08-Dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Ke Soekarno-Hatta
#9
09-Bertemu Sabda Waja
#10
10-Sumpah Tim Sukses Jarot Winarno
#11
11-Bantuan Cash Untuk Para Kontestan
#12
12-Filosofi Pancuran Bambu Kalimantan
#13
13-Membeli Mobil 4 x 4
#14
14-Strategi Ignacio Mengejar Irabelle
#15
15-Yang Sudah Pernah Nyoblos
#16
16- Menjaga Suara Rakyat Itu Sudah Tugas Kami
#17
17-Penerimaan Logistik Pemilu
#18
18-Murkanya Madava Kenan
#19
19-Pembukaan Premature Kotak Suara
#20
20-Akhirnya Kue Dan Kopi Keluar Juga
#21
21-Menyiasati Biaya Pengantaran Logistik Pemilu
#22
22-Aplikasi Radio Digital
#23
23-Terluka Sewaktu Menuruni Jalan Licin
#24
24-Jalan Pintas
#25
25-Adelio Terpaksa Menggendong Irabelle
#26
26 - Mendapatkan Informasi yang Mengejutkan
#27
27 - Wisuda Semasa Pandemi Covid-19
#28
29 - Catatan Pengarang
#29
30 - Epilog
#30
31 - Tentang Penulis
#31
31 - Pelanggaran Pemilu Di Tamenung
#32
32 - Ancaman Terhadap Adelio
#33
33 - Menghindari Ancaman Dengan Naik Speedboat
#34
34 - Surat Suara Tercampur
#35
35 - Ayah Keluar Subuh Berjalan Kaki
#36
36-Tidak Sesuai Antara Manfaat dan Mudarat
#37
37-Persiapan Rapat Pleno Penghitungan Suara
#38
38-Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu
#39
39-Mengantarkan hasil Pleno ke Provinsi
#40
40-Pindah Hotel Karena Ancaman
#41
41-Menghadap Lawyer
#42
42-Berlibur Ke Bali
#43
43-Berkelana Di Pulau Dewata
#44
44-Pengakuan Irabelle
#45
45-Undangan Rapat Evaluasi Di Palu
#46
46-Swiss-Bellhotel Silae Palu
#47
47-Perpisahan Premature Di Donggala
#48
48-Saran Kasubag Umum
#49
49-Panggilan Sidang Dari DKPP
#50
50-Bantuan Aspirasi Ketua Dewan
#51
51-Menghadiri Rapat Nasional Di Hotel Mercure Ancol
#52
52-Kecewa Dengan Tas Tanda Mata
#53
53-Kami Siap Kok Buatkan Bapak Kopi
#54
54-Konsekuensi Di Pecat Sebagai Ketua
#55
55-Pengendara CBR-150 Yang Angkuh
#56
56-Kata Sambutan Setelah Dipecat
#57
57-Harus Sabar, Sabar, Dan Sabar
#58
58-Tidak Semata Karena Wajah Tampan
#59
59-Ujian Tertutup
#60
60-Up Load Artikel
#61
61-Menonton Avengers: Endgame
#62
62-Hampir Saja Batal Ujian Akhir
#63
63-Ujian Terbuka
#64
64-Resepsi Pernikahan
#65
65-Malam Pertama Pernikahan
#66
66-Kedatangan Kawan Lama
#67
67-Semuanya Abu-Abu
#68
68-Wisuda Pada Saat Pandemi Covid-19
#69
69-Rumah Idaman
#70
70-Sebuah Integritas Untuk Negeri
#71
71-Epilog
#72
72-Tentang Pengarang
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
9
Dibaca
6k
Tentang Penulis
Yovinus
Hidup itu indah, jadi jangan disia-siakan. Karena hidup adalah anugerah Tuhan yang paling sempurna. Hiduplah penuh damai dan kasih dengan siapapun tanpa memandang SARA.
Bergabung sejak 2020-06-02
Telah diikuti oleh 113 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari 292,189 kata
Rekomendasi