Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Jika kamu disuruh memilih, dan Tuhan akan kabulkan, apa yang kamu minta?
Dia tersenyum, meskipun Aku tahu, senyum teduh dan menenangkan itu menyimpan banyak luka. Dia palingkan lagi wajahnya dariku menatap gerimis, dan berkata, "Entahlah, aku tidak memiliki banyak hal yang disuka, tetapi begitu banyak hal yang kubenci."
"Teman hidup?" ucapan itu keluar begitu saja dari mulutku.
Dia menatapku, masih dengan tatapan yang menggambarkan, ia tak memiliki harapan. Dia membuka bibirnya, "Bukankah dokter telah menjadi salah satunya?"
Kenapa aku justru salah tingkah dan garuk-garuk kepala. Kurasa teman hidup yang dimiliki dalam pemikirannya berbeda dari pemikiran yang kumiliki.
Kuturunkan tanganku, menghela napas pelan. Bagaimana cara supaya dia benar-benar sembuh dari lukanya, sedangkan dia tidak mau jujur dengan kata hatinya? Apa yang dialaminya? Dan sendirian hanya menyimpannya?
Aku menatapnya, sedang yang kutatap masih dengan mata yang sama, memandang gerimis yang tiada menunjukkan tanda untuk berhenti.
Dia tersenyum, meskipun Aku tahu, senyum teduh dan menenangkan itu menyimpan banyak luka. Dia palingkan lagi wajahnya dariku menatap gerimis, dan berkata, "Entahlah, aku tidak memiliki banyak hal yang disuka, tetapi begitu banyak hal yang kubenci."
"Teman hidup?" ucapan itu keluar begitu saja dari mulutku.
Dia menatapku, masih dengan tatapan yang menggambarkan, ia tak memiliki harapan. Dia membuka bibirnya, "Bukankah dokter telah menjadi salah satunya?"
Kenapa aku justru salah tingkah dan garuk-garuk kepala. Kurasa teman hidup yang dimiliki dalam pemikirannya berbeda dari pemikiran yang kumiliki.
Kuturunkan tanganku, menghela napas pelan. Bagaimana cara supaya dia benar-benar sembuh dari lukanya, sedangkan dia tidak mau jujur dengan kata hatinya? Apa yang dialaminya? Dan sendirian hanya menyimpannya?
Aku menatapnya, sedang yang kutatap masih dengan mata yang sama, memandang gerimis yang tiada menunjukkan tanda untuk berhenti.
Tokoh Utama
Aku
Dia
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Kurarin Arin
Suka dengan desain grafis, juga editing. Siapapun pasti tahu blog ini... Omegarion. But, Sebagus-bagusnya karya pasti ada yang tidak suka. Juga, sejelek-jeleknya karya, pasti ada yang suka. Jadi, jangan ragu untuk berkarya!
Bergabung sejak 2020-05-11
Telah diikuti oleh 26 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 41,145 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gerimis
Kurarin Arin
Novel
Cabe Rawit Beracun.
Maina Zegelman
Skrip Film
Surya Kembar
Tinta Emas
Flash
Warisan
silvi budiyanti
Flash
Riku Hasegawa
Rafiahs
Cerpen
Saat-saat ayah menghembuskan nafas terakhir
Oki Oktaviana
Cerpen
Genang Luka Agustus
Renaldy wiratama
Flash
The Last Painting
Ilestavan
Novel
People Pleaser
Navyanda
Flash
Gaun Putih Pengantin
Arianto Pambudi
Novel
After School Club
Bentang Pustaka
Novel
Laki-Laki Luka
Julli Nobasa
Novel
Ephemeral
Nurul faizah
Skrip Film
Stay With Me
Dian Febriyanti
Skrip Film
Andai Aku Boleh Memilih (Sebuah Skenario Film)
Imajinasiku
Rekomendasi