Telah Selesai
0 Disukai
0 Dibaca

EINSTEIN

Penulis : Nakata
Favorit
QR Code
Bagikan
Blurb
Aku merasa kangen dan rindu. Tapi aku mencoba memaklumi, kulihat beberapa waktu ini perut Bunda Hiromi semakin hari semakin membesar, mungkin Bunda Hiromi lagi sakit serius. Dengar-dengar sih katanya nama sakitnya sakit hamil gitu. Aku nggak ingin terlalu tahu, aku merasa aku harus lebih mengerti, sebagai seorang anak yang bundanya lagi sakit harus bersikap dewasa dan sedikit lebih mandiri dari hari-hari biasa. (CHAPTER 1: TEORI RELATIVITAS)

Guru-guru itu menyimpulkan sebuah ide bagus kalau aku sebaiknya dipindahkan di sekolah berkebutuhan khusus. Aku senang bukan main, aku memang sangat berharap aku bersekolah khusus untuk pelajaran menggambar saja karena aku kesulitan menyerap pelajaran-pelajaran lain. Dan apa yang aku harapkan benar-benar menjadi kenyataan. Kudengar juga Bu Indah menjelaskan secara panjang lebar tapi apa isi pembicaraannya aku nggak tahu. Yang aku tahu ketika aku masuk ruangan guru, Bu Indah dengan mata berkaca-kaca mengusap kepalaku dan memintaku agar kembali ke kelas lagi. (CHAPTER 4: PELUKIS AFFANDI)

"Aku akan menunjukkan tempat darimana dirimu berasal. Karena kamu adalah bidadari, aku akan menunjukkan surga padamu.." Usagi mencubit pinggang kananku. Sepeda yang kukayuh jadi agak oleng membuat Usagi memejamkan mata rapat-rapat. (CHAPTER 10: CINTA [MONYET] GORILA)

Menurut yang kudengar dari teman-teman dia itu pemuja setan, punya ilmu hitam, bisa melihat alam gaib dan hidupnya diliputi kesialan. Barang siapa yang berteman dengannya akan ikut ketiban sial. Pernah kuperhatikan, dengan potongan rambut pendek dia wajahnya cantik mirip penyanyi dari luar, Natalie Imbruglia sih. Dia mengulurkan tangannya mengajakku berkenalan, "Astrid" (CHAPTER 13: TERORIS MOP)

"Kalau yang itu darimana a?" Muti menunjuk seekor kanguru.
"Oh, kalau itu kanguru asalnya dari Australia. Kanguru juga terdapat di Irian Jaya"
Dan aku juga merasakan kabahagiaan dalam diri Astrid dari binar matanya yang selama ini nggak pernah ia rasakan, serta sesuatu yang jarang terjadi seperti periode kemunculan sebuah komet di bumi, aku melihat Astrid tersenyum.... (CHAPTER 14: ANOMALI)

Di cerita film itu ada anak sekolah laki-laki bernama Rangga yang memperebutkan sebuah buku dengan murid perempuan bernama Cinta. Sepertinya buku itu berisi informasi berharga, semacam peta harta karun yang akan membawa seseorang yang memiliki buku pada tempat yang dipenuhi perhiasan dan koin emas. Cinta melirik buku yang dibawa Rangga sambil berkata dalam hati, buku itu pasti berisi bacaan mantra dan peta tempat disembunyikan harta berharga. Gara-gara rebutan buku maka terjadilah pertengkaran yang lebih hebat. Cinta dibela banyak teman-teman perempuan dan juga teman laki-laki untuk merebut buku itu. Sementara Rangga hanya dibela seorang penjaga sekolah bernama Mang Diman. (CHAPTER 15: AADC)

Deggg!!! Gua lihat cewek itu mirip Michelle dan ternyata emang bener dia itu Michelle. Dan cowok di sebelahnya ternyata Peter. Dia turun dari mobil yang ada logonya seekor banteng itu,
"Heh boy, kalo jalan yang bener dikit dong. Nanti kalo mobil gua kenapa-napa lu kuat ganti biaya servicenya?" buset nih bocah baru kenalan kemarin udah lupa, manggil gua boy lagi! Songong banget! Baru punya mobil tempat duduknya cuman 2 aja udah sombong belum punya bis kopaja yang kursinya 40! (CHAPTER 19: PASANG SURUT)

"Sae ibu. Astrid dimana ibu, apa dia masih berjualan jus di Pangrango?" gua nyoba nanyain kabar Astrid,
"Astrid udah berada di surga Nak Nakata.." ibu Astrid mengalirkan air mata.
"Deggg!" rintik hujan yang turun seakan naik ke atas lagi melawan gravitasi bumi.
Di dada gua seperti ada mesin penggiling padi, berputar-putar meremukkan jantung, paru-paru, ginjal, usus, lambung dan seluruh isi perut gua. Hujan bertambah deras, gua tetap bertahan lebih lama lagi untuk menemani Astrid. (CHAPTER 20: FIRASAT)

Dan ketika Indonesia disibukkan dengan berita artis dan panggung politik, dari Florida Amerika Serikat pesawat New Apollo diluncurkan. Gua ikut menyaksikan siaran langsung dari TV. Saat pesawat mulai mengeluarkan asap gua buru-buru mengambil bendera merah putih yang ada dilemari yang biasa gua bawa saat menyaksikan pertandingan tim nasional Indonesia di stadion Gelora Bung Karno. Gua ikat di gantungan baju yang ada di dinding lalu gua berdiri tegap dan hormat kepada sang saka bendera merah putih sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, (CHAPTER 21: EINSTEIN PART 3)
Tokoh Utama
Budi Nakata
Astrid
Usagi
Einstein Katana
Ayah Tejo
Bunda Hiromi
Rekomendasi