Daftar isi
#1
Bekas Kenangan
#2
Trauma
#3
Luka dan Rindu
#4
Guru Baru
#5
Hari Minggu
#6
Di Bawah Bulan Akhir Tahun
#7
Akhir Tahun
#8
Kisah di Penghujung Malam
#9
Kemana Bunda Ana?
#10
Langit Kelabu
#11
Siapa Bunda Anna?
#12
Pesan Dari Maria
#13
Meminjam Namamu
#14
Dokter Fitri Amelia
#15
Bunga di Jendela
#16
Sementara
#17
Kembali
#18
Kejujuran
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#15
Bunga di Jendela
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Hujan masih terus turun mengunjungi Bumi tanpa perlu diundang Ia datang membasahi setiap sudut menyapa tanah dan tumbuhan yang telah lama menantikannya Air hujan mengalir melewati gang-gang kecil membuat jalanan menjadi licin bagi para pengendaraKumpulan air dari peristiwa kondensasi di langit ini akhirnya jatuh menyentuh permukaan bumi menyapa pepohonan tinggi seperti cemara dan beringin serta tanaman di dataran tinggi seperti kopi dan teh Ia juga menyentuh beragam bunga di taman
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp10.000
atau 10 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 14
Dokter Fitri Amelia
Chapter Selanjutnya
Chapter 16
Sementara
Sedang Dibicarakan
Novel
Waktu Yang Salah
Miftachul W. Abdullah
Cerpen
Topeng
Apriana Liunome
Novel
Bronze
Setan Kecil, Cinta dan Kebijaksanaan Monyet
Joeviano Pinandel
Flash
Sungai Pasir
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Melodi Bunga Malam
Lunvae
Novel
Pura - pura Lupa
Lutfia fadillah melia putri
Novel
Bronze
Bes: Son of Science
Farida Zulkaidah Pane
Novel
Bronze
Intan Padmi
Titisari Prabawati
Komik
The Murderer
revin palung
Novel
Gerimis Daun-Daun
Rafael Yanuar
Cerpen
NEGERI YANG PENDUDUKNYA GUNDUL
Ani Hamida
Flash
Bronze
Hati-Hati Di Jalan
Deasy Wirastuti
Flash
Imaji Estetika
Chika Manupada
Novel
Bronze
PARAICON
Agus Sutisna
Flash
Bronze
Kuikuti Kau di JalanNya
Silvarani
Novel
Gold
PCPK Faquella Girls 2
Noura Publishing
Novel
Bronze
BENGAWAN
Herman Sim
Cerpen
10% Love Shot
Veron Fang
Cerpen
Bronze
ALIEN
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
Genang Luka Agustus
Renaldy wiratama