Disukai
3
Dilihat
20,630
Topeng
Drama

BAB I

KREATIFITAS TIMBULNYA DARI DALAM

 

Terjebak diantara dua orang yang sangat dekat dengannya Grace menemani kedua sahabatnya Neta dan Lisa, mereka bercerita mengenai Dion anak laki-laki yang sedang ditaksir Lisa. Lisa sangat ingin menyatakan perasaannya sebelum Dion tersebut lulus dari sekolah mereka. Grace, Neta dan Lisa sekarang duduk dibangku Kelas Satu, sementara Dion di Kelas 3. Neta mengusulkan agar Grace yang mendapat tugas agar Dion dapat dipisahkan dari sahabatnya Noel. Noel adalah Ketua Osis angkatan tahun lalu sebelum digantikan oleh juniornya, Noel sangat pandai, jago bahasa Inggris dan beberapa kali terpilih sebagai Perwakilan Olimpiade dari sekolah mereka, bukan hanya itu saja Noel terkenal dengan ketampananannya Bright pemeran utama series F4 versi Thailand. Grace pun langsung menolak usulan Neta namun Neta menjelaskan bahwa diantara mereka bertiga hanya Grace-lah yang bisa diandalkan, Neta sudah mempunyai kekasih karena itu hanya Grace yang bisa menjadi penolong yang tepat untuk Lisa dapat menyatakan perasaannya.

“Apa, hari ini!” sahut Grace, “Hssssttttt….kecilkan suaramu Grace” kata Lisa, “tolonglah, hanya kamu yang dapat aku andalkan, please..”. kata Lisa dengan nada memelas dan kedua tangannya menyatu didada, sementara alisnya menyatu memohon agar sahabatnya tersebut mau membantunya . “Baiklah, akan aku bantu, tapi jika tidak berhasil jangan salahkan aku yah, kalian tahu sendiri kalau Kak Noel itu dinginnya kayak es, semua cewek yang diajaknya jalan pasti ditolak, apalagi aku”. Jawab Grace sebagai korban atas ketidakadilah kedua sahabatnya. “Iya, iya aku gak bakalan nyalahin kamu, kalau gak berhasil, tapi kalau berhasil aku pasti akan senang karena kamu bisa menaklukan Si Dingin Ka Noel”. Sahut Lisa sebagai pembelaan, “hahahahaa…” Neta tertawa cengingisan mendengan perkataan Lisa…”betul sekali Lisa, kalau Grace bisa ngajak Si-Noel jalan gue bakalan traktir dia makan siang selama 1 semester” kata Neta. “Janji lo…gue pegang kata-kata lu Net. Ok gue bakalan rayu Kak Noel” kata Grace dengan penuh semangat seperti dirinya siap bertarung mengalahkan hati Sang mantan Ketua Osis.

“Ahhhhhh….mati gue, ngomong apa gue nanti ketemu Kak Noel” kata Grace dalam hatinya, kepalanya mulai bercampur aduk semua kata-kata yang tidak dia mengerti ada dikepalanya seperti rumus matematika yang belum terpecahkan…tangannya cepat cepat mencari kata-kata di HP-nya sementara dia membuka google untuk membantunya untuk melengkapi perbendaharaan katanya.

Langkah Grace berhenti ketika sampai di Kelas III IPA 1 kelas Noel dan Dion, Grace mengintip di balik jandela, maka dilihatnya Noel sedang merapikan buku-bukunya, serta Dion yang sibuk mencari sesuatu dikolong meja. “hhhhhh….” Di tariknya napasnya panjang dan dilangkahkan kakinya mendekati pintu, tangan grace keringat dingin dan mulutnya mulai komat kamit mengucapkan kata-kata seperti sedang membacakan mantera.

Beberapa menit kemudian, “Ka Noel” teriak Grace kepada Noel, ketika itu Noel dan Dion keluar menuju arah berlawanan dari Grace, Noel dan Dion pun berbalik dengan ekspresi tersenyum dan menjawab “maap, apa kamu perlu sesuatu?”, “anu….aku mau bicara sebentar dengan Ka Noel, ini penting!” jawab Grace. “Baiklah, Di.. kamu balik duluan yah.”kata Noel kepada Dion “Ok, Bro, aku balik duluan yah”.balas Dion

Grace merasa seperti memikul sekilo pasir dikakinya, langkahnya pelan dan tidak berbunyi hentakan sepatunya, jalan yang dia lalui bersama Noel yang berada tepat dibelakangnya serasa seperti berkilo-kilo jauhnya. Akhirnya sampai juga, guman Grace didalam hatinya…tunggu…sekarang waktunya mengatakan kepada Ka Noel, apa..apa yang harus aku katakan..ahhhhh?? teriak Grace dalam hatinya, jantungnya derdegub kencang tidak karuan, keringat mengucur dipelipisnya.

“Anu….itu….apa ..ehhh…” kata-kata Grace tidak beraturan, Gawat, gue gak tau mau ngomong apa.. guman Grace dalam hatinya “maap, tadi kamu bilang apa, gak kedengeran?” tanya Noel kepada Grace. “Anu…aku…aku…..Aku suka sama kakak”. Jawab Grace. Entah apa yang ada dipikiran Grace saat itu kakta-kata yang dipersiapkan sebelumnya lenyap begitu saja, sementara kata yang sama sekali tidak dipikirkannya malah keluar dari bibirnya. Grace lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya mengisyaratkan bahwa ia sangat malu…tiba-tiba terdengar suara yang begitu lembut “baiklah kalau begitu, ayukk kita pacaran!” Grace langsung membuka kedua tangannya dan melihat kearah Noel sambil bingung dengan jawaban dari Noel tadi. “kamu mau kan pacaran denganku” kata Noel sekali lagi mempertegas jawaban sebelumnya….suasana hening selama beberapa jam kemudian. Noel pun kemudian menawarkan untuk mengantar Grace pulang. Sampai dirumah Grace masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini berniat untuk menolong teman agar mendapatkan jatah traktiran selama semester malah ketiban rejeki yaitu berpacaran dengan orang yang paling populer disekolahnya.

 

 

BAB II

PEMENANG ITU DIJADIKAN , BUKANNYA BAKAT BAWAAN

 

“Grace, gimana sih kamu, kemarin kan aku menyuruhmu untuk memisahkan Dion sama Noel, tapi aku tunggu-tunggu kok Ka Dion gak muncul digerbang sekolah. Apa kamu sengaja ingin melarikan diri…hhahhh?” kata Lisa kepada Grace “melarikan diri apanya. saat itu aku beneran udah misahin mereka berdua dan Ka Dion udah pulang menuju arah gerbang sekolah.” balas Grace meyakinkan sahabatnya itu. “aneh kemana yah Ka Dion”guman Grace dalam hatinya. Sementara Grace dan Lisa berbincang mengenai kejadian kemarin tiba-tiba Neta datang seperti orang kehabisan napas, “Grace lu berhasil yah misahin Ka Dion sama Ka Noel, gila lu pakai kata-kata apa bisa berhasil meyakinkan ka Noel sampai datang ke kelas kita?” tanya Neta pada Grace “Apa….Ka Noel disini? tanya Grace “iya tuh lagi nanyain kamu didepan pintu” sambil melirik kearah Lisa, Neta memberikan isyarat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kemudian Grace pun meminta ijin kepada sahabatnya unktuk menghampiri Noel. Seluruh kelas berguman seperti lagi rapat mereka bertanya-tanya apakah Grace memiliki hubungan dengan Noel. Mereka bertanya kepada Lisa dan Neta tapi sama seperti seisi kelas mereka berdua pun tidak tahu apa yang terjadi anatar Grace dan Noel.

“Ka Noel, apa kakak perlu sesuatu?” tanya Grace pada Noel. Noel pun tersenyum tipis dan mengatakan bahwa kata-kata tersebut pernah dia dengar dari seseorang yang sekarang sudah menjadi kekasaihnya. Grace lalu menarik napasnya seakan ingin mengatakan bahwa orang itu adalah dia sendiri. “aku hanya ingin meminta nomor kamu, kemarin aku ingin memintanya tetapi karena terlalu sibuk memperhatikanmu aku sampai lupa”goda Noel. Grace tersenyum malu mendengar kata-kata Noel, dia lalu mengeluarkan HP di sakunya dan memberikan nomornya kepada Noel. Setelah mendapatkan nomor Grace, Noel pun pamit ke kelasnya seakan tidak ikhlas melangkah Noel masih memalingkan wajahnya lagi melihat Grace.

Seisi kelas lalu mendekat ke Grace dan bertanya bergantian tentang kejadian yang mereka lihat barusan pria paling populer disekolah dan gadis biasa dikelas bisa membuat pandangan mereka berubah bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi gadis-gadis biasa disekolah bisa mendapatkan pria-pria populer, terkecuali Lisa dan Neta yang masih tidak menyerah menyusun rencana susulan agar Lisa dapat menyatakan persaannya kepada Dion.

BAB III

MASIH BANYAK WAKTU

 

“Noel, gimana perkembangannya, sudah dapat nomornya Grace?” tanya Dion kepada sahabatnya. “sudah, aku sudah mendapatkannya” jawab Noel. Suasana diantara kedua sahabat itu terasa canggung untuk beberapa menit sampai akhirnya : “maap yah kawan, aku mendahuluimu” kata Noel, “ahhh…santai saja kawan, kalau Grace punya perasaan pada kamu, aku sebagai sahabatmu pasti sangat mendukung hubungan kalian berdua.” balas Dion dengan memukul pundak sahabatnya dari SD itu. Dion memang terlebih dahulu menyukai Grace semenjak Grace menjadi siswa baru di sekolah mereka, pada saat itu Dion menjadi salah satu panitia penerimaan siswa baru, dan dia menyimpan semuanya itu didalam hatinya, beberapa minggu lalu dia menceritakan kepada Noel bahwa dia akan menyatakan perasaannya kepada Grace dan mereka pergi melihat Grace dikelasnya. Noel tahu benar bahwa sahabatnya itu punya banyak sekali teman wanita tetapi dia juga menolak beberapa gadis yang ingin berpacaran dengannya dengan alasan dia belum mau pacaran, tetapi setelah Noel tahu bahwa orang yang menyatakan cinta kepanya itu adalah Grace, Noel pun mendahului Dion untuk merebut pujaan hatinya itu.

“jadi, apa rencanamu sekarang, hmmm maksudku kamu akan mengenalkan Grace pada keluargamu”? tanya Dion ingin tahu. “hahaha…menurutku itu terlalu cepat kawan,masih banyak waktu, dan aku ingin menikmati waktuku berdua dengan Grace sebelum ibuku menyuruh kami agar pacaran dirumah sekalian belajar” jawab Noel. “ohh…..baguslah kalau kamu berpikir seperti itu.”balas Dion. Tiba-tiba dari kejauhan muncul 3 orang sosok wanita yang salah satunya tidak asing bagi mereka berdua, itu adal Grace bersama kedua sahabatnya Lisa dan Neta, “Grace” kata Noel dan Dion bersamaan, merekapun saling menatap heran, kemudian Noel maju dan mendapati kekasihnya itu. Terlihat wajah Dion yang sedikit sedih dan dia pun menyimpannya didalam hatinya, lalu dengan cepat dia merubah ekspresi wajahnya dengan topeng berwajah gembira, sembari berkata “selamat buat pasangan terpopuler disekolah kita tahun ini”. teriak Dion dengan gayanya yang selalu membuat suasan ceria, “kakak sendiri tidak apa tidak mau mencari pasangan?” tanya Lisa menyerempet langsung memandang Dion seakan ingin mempromosikan dirinya. Dion lalu menjawab dengan nyaring “jujur aku suka wanita yang spontan,” jawab Dion sebenarnya ia ingin mengatakan itu kepada Grace namun dia selalu pintar untuk menutupi perasaannya. Lisa lalu tersenyum malu sambil melihat kedua sahabatnya yang terkejut dengan ekspresinya itu. “aku akan mentraktir kalian semua makan hari ini.” kata Lisa yang diikuti dengan teriak gembira dari Neta, sebenarnya Grace pun ingin mengekspresikan rasa gembiranya namun ia menahannya agar terlihat lebih manis dihadapan yang lain. Mereka menemukan restoran dekat sekolah yang cukup mahal, namun bagi Lisa yang adalah seorang anak Sekda tidak masalah menghabiskan uang sakunya untuk menyenangkan sahabat-sahabatnya apalagi bukan hanya sahabatnya melainkan juga ada Dion kakak kelas yang ditarksirnya selama dia menjadi siswa disekolah itu.

 

 

BAB IV

TANGGALKAN PENUTUP MATA ANDA

 

“Grace, ayuk Tuanai Tuanaianmu, ini mama beliin kamu gaun yang mahal ini agar kamu bisa tampil yang cantik hari ini.”kata Ibu Grace kepada Grace. “kita mau kemana Ma?” tanya Grace pada Ibunya. “kita akan pergi ke pesta ulang tahun anak Presiden Direktur di Perusahaan The The Guardian”. jawab Ibunya “bukannya Pemiliknya Om Leon, Ma. Om leon kan gak punya anak dia kan Gay, sejak kapan Om Leon angkat anak?”tanya Grace lagi “kamu jangan banyak bicara, mereka adalah orang nomor satu di Perusahaan, mama baru tahu ternyata semua sahamnya Om Leon sudah dijual kepada keluarga ini, dan mereka mempunyai anak laki-laki seumuran denganmu. Dan itu sangat menguntungkan bagi kita kalau kamu sampai menikah dengan anak mereka, kamu ngerti kan sayang.” jelas Ibu Grace. Grace pun mengambil baju dari ibunya dan menuju kamarnya, dan dia tahu betul kalau tidak mengikuti perintah ibunya, maka hukuman seperti apa yang akan diterimanya, dia bahkan tidak ingin mengingatnya. Ibu Grace adalah dahulu adalah seorang juara kontes kecantikan di Kota Edwin, namun setelah mendapatkan Grace dia meluTuanan ambisinya untuk menjadi wanita kaya, akhirnya dia memindahkan keinginannya tersebut kepada Grace.

Grace dan ibunya adalah keluarga yang selalu melayani keluarga elit di Kota Edwin, salah satunya adalah keluarga Lisa, keluarga Lisa mempunya perusahaan Capital Mountain yaitu nomor dua di kota Edwin sementara itu ibu Grace atau yang biasanya disapa Nyonya Sigi adalah sekertaris dari perusahaan The The Guardian, yang meruTuanan cita-cita Nyonya Sigi dari dahulu, perusahaan nomor satu di Kota Edwin, ibu Grace pindah dari perusahaan keluarga Lisa karena ingin mendapatkan keuntungan lebih dari perusahaan nomor satu itu, Nyonya Sigi sangat pintar bernegosiasi dan fashionable tidak diragukan lagi kepintarannya karena dia mantan Miss Edwin, wajahnya sangat awet meskipun usianya tidak muda lagi, dengan wajah yang menjanjikan tersebut dia pernah menggoda pemilik perusahaan The The Guardian, namun sayang pemilik sebelumnya adalah seorang Gay karena itu dia sangat kecewa mendengar hal tersebut, namun rasa kekecewaannya berubah setelah diketahui bahwa pemilik perusahaan sebelumnya yaitu Leon sudah menjual saham perusahaannya ke keluarga kaya dari Kota Beahm.

Setibanya Nyonya Sigi dan Grace di Walker Hotel, hotel termewah di Kota Edwin mereka langsung menuju Auditorium dan mengikuti acara ulang tahun anak dari pemilik perusahaan The Guardian tersebut. Nyonya Sigi langsung melirik semua orang seperti mencari mangsa, “akhirnya” katanya dalam hati, “Grace, ikut mama sekarang, kamu sudah tahu kan apa yang harus kamu lakukan! Tuanailah topeng yang sesuai, kamu mengertikan”, bisik Nyonya Sigi kepada Grace. Grace hanya bisa mengangguk. Adalah 3 topeng dalam diri manusia, yang diajarkan Nyonya Sigi kepada Grace, cerita budaya Jepang yang melekat pada Nyonya Sigi yang juga meruTuanan keturunan Jepang, diyakni : yang pertama adalah topeng yang bisa dilihat semua orang, yang kedua adalah topeng yang hanya dilihat oleh orang-orang terdekatmu keluarga maupun sahabatmu dan yang terakhir adalah topeng yang hanya bisa dilihat oleh dirimu sendiri.

“Selamat malam Tuan Larry, selamat yah buat putramu, pestanya sangat meriah bahkan saya melihat semua artis dari seluruh penjuru dunia berkumpul disini”. puji Nyonya Sigi dengan gayanya. “Terima kasih, apakah kamu datang sendiri Nyonya Sigi?”kata Tuan Larry. “saya membawa putri saya yang sangat cantik, namanya Grace dia seumuran dengan putra baTuan, bahkan mereka bersekolah ditempat yang sama”jawab Nyonya Sigi “benarkah,memang dia sangat cantik sama seperti ibunya, dan polos.” jawab Tuan Larry “salam kenal Tuan, saya Grace.”jawab Grace singkat. Grace pun merasa ingin lari dari perbincangan mengenai topik perusahaan, dia lalu meminta ijin mereka untuk ke toilet sebentar, sementar dijalan menuju toilet mata Grace tiba-tiba terhenti dan membuat badannya pun berhenti ketika dilihatnya pria yang tidak asing di arah jam 9 berbincang memakai bahasa Inggris yang sangat lancar dengan Serena artis paling cantik dan termahal di Kota Edwin dan beberapa orang asing , “itu adalah Dion, yah tidak salah lagi itu adalah Dion, bagaimana dia mempunyai akses kemarin apadahal disini hanya orang-orang elit yang bisa masuk apalagi berbicara dengan artis dan orang-orang elit” kata Grace dalam hatinya, betapa terkejutnya Grace ketika dilihatnya Dion menghampiri Tuan Larry dan Ibunya sambil bercakap-cakap, Grace seakan tidak percaya kalau Dion mempunyai pesona yang luar biasa yang tidak diketahuinya. Ada sesuatu didalam dadanya yang berdetak kencang dan tidak karuan Grace memagang dadanya dan merasakan keinginannya untuk kembali bergabung lagi bersama Ibunya dan Tuan Larry.

Grace muncul membuat hening semua ketika Dion memanggil namanya “Grace, kamu disini?” tanyanya heran, Tuan Larry menjelaskan kepada Dion mengenai Nyonya Sigi yang akan menjadi kolega mereka diperusahaan ,begitu pula dengan Grace yang satu sekolah dengan Dion. Wajah Dion sangat senang namun bercampur aduk antara senang dan gelisah kemudian diajaknyalah Grace untuk ngobrol sendiri, dia lalu menceritakan kepada Grace tentang rahasianya dan meminta Grace untuk tetap merahasiakannya, Dion bahkan belum menceritakan kepada Noel sahabatnya bahwa ayahnya adalah pemilik Perusahaan The Guardian, karena selama ini Dion ingin hidup mandiri dan 

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (7)