Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Sejak kecil, aku sudah menjadi pembohong.
Aku tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Untuk tempat tinggal pun, kami bangun dari nol dengan usaha sendiri, sampai perlahan kehilangan semuanya. Ayah bekerja tanpa lelah, ibu berjualan kue pesanan, dan aku sebagai anak pertama coba membantu dengan berjualan kue kering di sekolah. Selayaknya anak berusia 8 tahun, aku punya banyak keinginan. Aku yang sudah mengerti tentang hidup yang aku jalani, membuatku tau cara menahan keinginan, menyembunyikan kesedihan, dan berpura-pura tenang agar tidak menambah beban.
Di sekolah, aku belajar sabar menghadapi ejekan. Di rumah, aku belajar sabar menghadapi pahitnya kehidupan. Hutang datang silih berganti, membuat kami kehilangan rumah, satu-satunya harta yang dimiliki. Suara tangis dan keluhan lebih sering terdengar daripada candaan dan tawa seperti bisanya. Saat itu aku mulai merasa kalau keberadaanku adalah beban keluarga.
Aku pikir, aku sudah kehilangan semuanya. Namun aku sadar ada hal yang tidak pernah hilang, tidak pernah meninggalkanku.
Diriku.
Diriku yang selama ini selalu bersamaku. Dia yang tau tangisku, keluh kesahku, keinginanku, dan semua hal tentang diriku yang tidak orang lain tau. Ternyata, aku adalah rumah tempat ku pulang.
Aku tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Untuk tempat tinggal pun, kami bangun dari nol dengan usaha sendiri, sampai perlahan kehilangan semuanya. Ayah bekerja tanpa lelah, ibu berjualan kue pesanan, dan aku sebagai anak pertama coba membantu dengan berjualan kue kering di sekolah. Selayaknya anak berusia 8 tahun, aku punya banyak keinginan. Aku yang sudah mengerti tentang hidup yang aku jalani, membuatku tau cara menahan keinginan, menyembunyikan kesedihan, dan berpura-pura tenang agar tidak menambah beban.
Di sekolah, aku belajar sabar menghadapi ejekan. Di rumah, aku belajar sabar menghadapi pahitnya kehidupan. Hutang datang silih berganti, membuat kami kehilangan rumah, satu-satunya harta yang dimiliki. Suara tangis dan keluhan lebih sering terdengar daripada candaan dan tawa seperti bisanya. Saat itu aku mulai merasa kalau keberadaanku adalah beban keluarga.
Aku pikir, aku sudah kehilangan semuanya. Namun aku sadar ada hal yang tidak pernah hilang, tidak pernah meninggalkanku.
Diriku.
Diriku yang selama ini selalu bersamaku. Dia yang tau tangisku, keluh kesahku, keinginanku, dan semua hal tentang diriku yang tidak orang lain tau. Ternyata, aku adalah rumah tempat ku pulang.
Tokoh Utama
Shiren Amalia
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Shifa Aulia Syafitri
-
Bergabung sejak 2026-05-13
Telah diikuti oleh 2 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 0 kata pada novel
Rekomendasi dari Religi
Novel
Aku Adalah Rumah
Shifa Aulia Syafitri
Novel
Teruntuk Hamba Allah
Setya Kholipah
Novel
Kupinang Dirimu Dengan Cinta
Imajinasiku
Flash
Diana, James and the Death
Vera Anita Daud
Flash
TAHAN KOMENTAR
Deasy Wirastuti
Novel
Kata Yang Tak Terungkapkan
isnen
Cerpen
Kiai Salim: Rumah itu Hatimu
Barkah Azhari
Novel
Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (Republish)
Bentang Pustaka
Novel
Ahlan Wa Sahlan
Nuzulul Rahma
Novel
Ana uhibbuka fillah
Dessy purnama
Novel
Imam untuk Tante Vania
Rahmawati
Novel
SYAHADAT BERSAMA SENJA
N. HIDAYAH
Novel
Bidadari Milik Hudzaifah
khesya suci afifatul salwa
Flash
Air Hujan Surga
Vitri Dwi Mantik
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Rekomendasi