Menit ke Tujuh

Pada menit ke lima di malam itu..

"Lekas tembak, bawa pada saya baik dalam keadaan hidup maupun mati!"

"Dorrrr...."

Sierra terbelalak, ia tidak menyangka bahwa mantan pemimpinnya akan mengkhianatinya dengan tega seperti itu. Kini, ia harus merelakan Zico mati tepat di hadapannya.

Yang jadi pertanyaannya siapa yang berkhianat? Mantan pemimpin Sierra atau malah dirinya sendiri?

Sierra terluka oleh siapa? Oleh orang lain? Atau dirinya sendiri?

..........

Dua puluh menit yang lalu.

"Halo, Sierra?"

Suara bariton laki-laki di sana tampak tak asing bagi Sierra. Tapi siapa?

"Iya, ini siapa ya?"

"Jangan banyak basa-basi, gue akan share location ke lo. Lo ke sini kalau nggak mau ngeliat ponakan lo mati di tangan gue."

Benar, suara ini..

"Ponakan gue siapa? Lo pikir gue percaya sama lo?"

"Hahaha ... Lo masih nggak berubah ya. Masih curigaan dan waspada kayak enam belas tahun yang lalu? Ini gue Zico, masih ingat? nih, lo ngomong sama ponakan lo si Rama kalau nggak percaya."

"Halo?"

"Tante, jangan ke sini Tante, bahaya. Orang ini pasti akan ngebunuh Tante. Cepat hubungi polisi sekarang juga tante! Akhhhhhh ....."

Terdengar erangan yang cukup membuat Sierra yakin ponakannya sedang dalam bahaya.

"Lo di mana? Gue akan ke sana sekarang!"

"Jangan coba-coba hubungin polisi atau ponakan lo akan mati!"

Sierra dengan cepat menutup telepon dan berlari menuju mobil. Saat ini dia berhadapan dengan Zico, bandar narkoba kelas kakap yang enam belas tahun lalu hampir membunuhnya saat ia bekerja sebagai intel. Dan dari penuturan Zico, saat ini Rama juga menjadi intel untuk memata-matai Zico.

Zico bisa menyelamatkan Sierra waktu itu dari kelompoknya, tapi Zico bilang saat ini ia tidak akan melakukannya untuk Rama. Sierra menyetir mobil bagai orang kesetanan. Ia takut Rama dibunuh.

Setelah tiba di lokasi, Sierra langsung disergap oleh anak buah Zico.

"Apa kabar Sierra, udah lama nggak ketemu ya. Gue nggak nyangka, tante dan ponakan bisa kompakan gitu jadi intel ya. Berburu orang yang sama lagi. Hahaha," tawa Zico menggelegar seisi ruangan.

Sierra hanya menyeringai, sebelum sampai Sierra memang membuat kesepakatan dengan Zico bahwa ia tidak akan menghubungi polisi. Tapi nyatanya Sierra menghubungi mantan pemimpinnya di intel dan memberitahukan keberadaan Zico. Dengan satu syarat, jangan pernah membunuh Zico. Sierra lega waktu mantan pemimpinnya mengiyakan syarat tersebut.

.............

Pada menit ke tujuh di malam itu..

Sierra berlari ke arah Zico tanpa memedulikan puluhan peluru yang di arah kan ke tubuh Zico.

"Zico, Zico, maaf ..." Air mata Sierra mulai mengalir saat Zico tergelatak tidak berdaya.

"Kenapa harus minta maaf? Gue DPO yang belasan tahun dicari-cari. Wajar kalau mereka melakukan ini sama gue. Dan lo nggak perlu nangis!"

Air mata Sierra semakin tak terbendung lagi. Di enam belas tahun lalu, saat ia hampir mati karena ketahuan saat mengerjakan misi memata-matai kelompok Zico. Zico lah yang mengambil resiko untuk menyelamatkannya.

Sierra masih ingat saat ia bertanya mengapa dirinya diselamatkan? Dan Zico hanya bilang "Aku tidak mau membunuh orang yang aku cintai."

Sejak saat itu Sierra sadar ia juga mencintai Zico. Namun bedanya, saat ini ia lah yang membunuh orang yang dicintainya itu. Dengan sebuah pengkhianatan.

10 disukai 7 komentar 802 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Aku juga baru tau dari baca-baca beberapa wkt lalu. Semoga bermanfaat, insyaallah..
@imelyo26 : Terima kasih banyak pengetahuannya kak imel. Jujur aku baru tahu, wahh nambah pengawasan lagi nih aku😍
Btw, idenya bagus & berasa emosinya
Flashback dalam narasi enggak masalah, tapi flasback yg dibuat alur tersendiri sebenernya kurang pas dimasukkan ke dalam FF. Bahkan di dalam cerpen, sub-alur bisa merusak keutuhan cerita. Penyebabnya simple: Lingkup yg saaangat kecil.
bukan potongan novel kak, emg cm mau ceritain apa yg terjadi di menit ke tujuh, yg lain biarlah menjadi misteri hehe. makasih kak sdh mampir🙏
Ini potongan novel kah? Gak utuh kerasanya. Hmm
Tragis sekali mereka. Kisah cinta anrara intel dan penjahat kelas kakap emang langka banget, ya
Saran Flash Fiction