Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
12
Rengkuh
Self Improvement
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Semesta kadang suka bercanda. 

Adakalanya, seseorang berhasil menumbuhkan tekad untuk berubah. 

Lalu semesta seakan merestui. 

Tekad itu sungguh tumbuh. Berkembang, semakin kuat. 

Lalu ada kalanya, semesta mengajak bergurau, dengan menjatuhkan keadaan bahkan tidak cukup pada kondisi nol, tapi bahkan minus. 

Ke mana perginya tekad yang dipupuk sekian lama itu menghilang? Kalau terbenam, seberapa dalam ia masuk? 

Bagaimana cara menggalinya kembali? 

Kalau sudah ditemukan, bagaimana cara kembali menumbuhkannya dengan utuh? Bukankah saat sempat tenggelam dan terbenam, ada beberapa bagian yang sempat koyak? 

Ia bertanya pada semesta. 

Ia berteriak dalam luka. 

Ia jatuh dalam hilangnya asa. 

Kenapa? 

Lalu sekarang harus bagaimana? 

Ia lama diam. 

Ia lama tak mendengar jawaban. 

Semesta seakan tak pernah peduli pada ratapnya. 

Ia berteriak sekali lagi, dan tetap sunyi. 

Ia menyerah. 

Ia diam. 

Ia menunduk. 

Air mata bahkan berhenti jatuh. 

Ia tak peduli lagi apakah tanyanya akan berujung jawab. 

Ia tak ambil pusing apakah teriakannya akan didengar. 

Ia duduk, diam. 

Ia biarkan segalanya berlaku. 

Ia biarkan yang tertawa

Ia biarkan suara yang menghina

Ia biarkan suara yang menghibur

Semua ia biarkan, cukup ia dengar. 

Cukup ia terima. 

Perlahan semua terasa hening. 

Suara bercampur baur yang tadinya bising, menjadi jernih. 

Ia dengar, tapi hening. 

Ia rasa, tapi hening

Perlahan bisikan mengisi suatu ruang dalam hati. 

Tepukan terasa lembut dalam jiwa. 

Ia tidak lagi sendiri. 

Ada yang hadir menitipkan rasa tenang. 

Ada yang tiba untuk menjelaskan makna air mata yang sempat tumpah. 

Ada yang lewat untuk sekadar membuatnya merasa kembali berjiwa. 

Hai, atma. 

Kembalilah melangkah. 

Di depanmu bisa jadi ada jalan terjal yang bisa membuatmu terjatuh. 

Atau bisa jadi di depanmu jalan menanjak yang melelahkanmu. 

Atau justru jalan landai yang membawamu ke tujuan dengan cepat. 

Atau bisa jadi jalan terindah menuju-KU

Apapun di depanmu, bukan tugasmu menghakimi. Tugasmu menjalankan hidupmu. 

Tugasmu menuju tujuanmu. 

Tentang apa yang ada di antara kamu dan tujuanmu, itu urusanKU. 

Berjalanlah, hanya untukKU, dan pada-KU

 

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Self Improvement
Rekomendasi